Film Review: 3Sum (2013)

3sum

Tampaknya trend omnibus yang berkembang di skena film Indonesia beberapa tahun terakhir ini belum berakhir. Di awal tahun 2013 ini, kita sebagai penonton sudah mendapat suguhan sebuah omnibus yang berjudul 3Sum. Biasanya ada benang merah, entah tema atau genre, yang menjadi sentra kisah dari sebuah omnibus. Namun, kali ini terdapat pengecualian, karena 3Sum menyajikan tiga film pendek berbeda genre, tema dan gaya sekaligus, yaitu horor, drama/komedi dan laga.

Jadi apa persamaan antara Insomnight, Rawa Kucing dan Impromptu? Yang pasti bisa disebutkan jika mereka diarahkan oleh nama-nama yang bisa dibilang baru di dunia perfilman Indonesia. Meski begitu, selain nama Witra Asliga (Insomnight) yang berangkat dari seorang blogger film, maka Andri Chung (Rawa Kucing dan juga Insomnight) dan William Chandra (Impromptu) telah berpengalaman mengerjakan beberapa film pendek, bahkan beberapa diantaranya memeroleh prestasi yang cukup membanggakan. Mereka cukup beruntung karena 3Sum mendapat kesempatan untuk ditayangkan di layar bioskop dan diedarkan secara luas.

Disebutkan cinta, kehidupan dan kematian sebagai garis besar yang disampaikan oleh 3Sum. Insomnight berkisah tentang seorang pemuda bernama Morty (Winky Wiryawan) yang tengah mengalami insomnia akut yang kemudian mengalami teror supernatural. Dalam Rawa Kucing kita akan dibawa ke Tangerang era 80-an dan berkenalan dengan seorang perempuan Cina Benteng yang cantik dan kaya bernama Ayin (Aline Adita) serta hubungannya bersama seorang gigolo pemula bernama Welly (Natalius Chendana). Sementara itu, Impromptu menawarkan adegan laga seru yang dihadirkan oleh dua karakter misterius yang diperankan oleh Hannah Al Rashid dan Dimas Argoebie.

Dari ketiga film pendek ini, yang paling enjoyable adalah Impromptu. William Chandra tampaknya memiliki selera dan gaya pengarahan yang cukup matang, sehingga mampu menghasilkan sebuah tontonan yang menarik. Ia tampaknya mengerti betul dengan apa yang dimauinya. Adegan-adegan laga dieksekusi dengan cukup menarik dengan intensitas yang cukup terjaga. Akan tetapi ia terjebak pada editing yang lemah, sehingga mengurangi ritme narasi yang mulus. Film terasa mulur berkepanjangan padahal bisa saja menjadi ringkas untuk menghasilkan narasi yang lebih padat. Film terlihat bingung sendiri untuk menentukan inti utama dari kisahnya.

Editing yang lemah tidak melulu mutlak milik Impromptu, karena Insomnight dan Rawa Kucing pun mengidap masalah yang sama. Tidak masalah jika Insomnight sebenarnya memiliki plot yang tipikal, jika tidak mau disebut tertebak, namun penggunaan teknik flashback sama sekali tidak terasa efektif, karena dilekatkan dengan benang yang tidak rapih. Film keteteran dalam menjalin narasi ceritanya yang bergaya puzzle tersebut, sehingga pada akhirnya terasa berputar-putar. Beberapa adegan terasa tidak utuh dan kurang substantif  dengan garis besar ceritanya.

Sementara itu Rawa Kucing terlalu bersemangat ingin bercerita tentang banyak hal tapi terlupa pada prinsip film pendek itu sendiri, cerita dengan fokus yang padat dan tegas dalam durasi yang terbatas. Akan tetapi harus dipuji tata artistik yang sangat baik, aspek antropologis dalam kisahnya, serta kemampuan akting para pemainnya yang cukup sukses dalam menyampaikan emosi yang diperlukan. Pada beberapa bagian ia cukup mampu mengharu-biru. Pemilihan Andri Cung untuk tidak memberikan scoring sudah cukup baik untuk menjaga artistik film agar tidak terjatuh ke gaya melodrama tipikal, sampai dirusak oleh kehadiran sebuah lagu pop sebagai penanda puncak cerita.

Sebenarnya akan sangat menarik sekali jika Rawa Kucing dikembangkan menjadi film panjang yang utuh dan Impromptu menjadi prolog untuk sebuah film panjang lainnya, karena memiliki materi yang cukup kuat dan menarik. Secara teknis,  para sutradara muda ini memperlihat kinerja yang menjanjikan. Mereka memilikin visi, ide dan etos kerja yang tinggi. Sebagai sebuah kerja kolektif, 3Sum memamg memiliki banyak kekurangan, akan tetapi ia masih cukup layak untuk disimak.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s