Film Review: The Human Centipede (First Sequence) (2010)

Tom Six punya ide gemilang! Dia akan membuat sebuah film horor mengenai seorang ilmuan sesat yang terobsesi untuk membuat sambungan antar-manusia dan membentuk sebuah human centipede. Silahkan dicari arti kata tersebut.

Dan hasilnya, sutradara asal Belanda ini pun membuat kisah tentang dua orang turis perempuan asal Amerika, Lindsay (Ashley C. Williams) dan Jenny (Ashlynn Yennie) yang terjebak di dalam rumah terpencil Doktor Heiter (Dieter Laser), seorang ahli bedah kembar siam Jerman. Bersama dengan seorang turis Jepang, Katsuro (Akihiro Kitamura), mereka disatukan melalui penyatuan saluran pencernaan, mulut dengan anus, membentuk rendengan manusia hidup!

Ide dari Six sebenarnya menarik dan atmosfir kelam yang ingin ditampilkan oleh film, terutama di paruh pertama ditampilkan dengan cukup menjanjikan. Kesan mengerikan serta menjijikkan menyatu menjadi pesan visual yang cukup signifikan dalam memberi teror psikologis kepada penontonnya. Bahkan permainan akting yang sangat meyakinkan dari Dieter Laser pun memberikan asupan yang sangat kental dalam kemuraman film.

Namun, saat ketiga korban tersebut telah mengalami proses penyatuan, Six sepertinya kelimpungan mengembangkan cerita. Film menjadi tidak menarik lagi saat adegan-adegan hanya melulu berisi bagaimana si ilmuan sinting melatih ‘temuannya’. Paruh kedua tersebut menjadi monoton dan rasa bosan pun mulai hinggap. Apalagi kedua karakter perempuannya tidak melakukan apa pun kecuali menangis, menangis dan menangis. Sangat mengganggu. Untunglah karakter si turis Jepang cukup menyelamatkan dengan omel-omelan serta sikap memberontaknya.

Masalah terbesar dari film ini adalah nyaris minusnya adegan gore atau bentuk sadisme lainnya. Sungguh, diluar hype dan ekspektasi, film ini miskin adegan yang benar-benar menggiriskan atau malah menjijikkan seperti konsep yang ingin dibangun oleh Six dalam premisnya. Belum lagi beberapa detil yang tampaknya dianggap angin lalu oleh skrip. Sebagai contoh, betapa tidak masuk akal jika Doktor Heiter mampu menangani ketiga orang ini sendirian, menilik adegan-adegan yang dipaparkan. Ketidak logisan atau lubang dalam cerita sebenarnya cukup wajar dalam sebuah film, terutama untuk genre horor. Tapi, tidak adanya upaya menutupi atau mengalihkan perhatian penontonnya dari kekurangan tersebut sungguh menghina intelejensia.

‘The Human Centipede (First Sequence)’ mungkin punya potensi sebagai film cult di masa mendatang. Tapi disaat ini, dia bukan film penting yang harus diapresiasi. Terbetik kabar jika Full Sequence akan segera terealisasi dengan jumlah korban yang lebih banyak (12). Namun, tampaknya ide tersebut selayaknya harus dimatangkan benar-benar oleh Tom Six, jika ia tidak ingin mengulangi kesia-siaan seperti ini lagi.

Advertisements

4 thoughts on “Film Review: The Human Centipede (First Sequence) (2010)

  1. aribudi says:

    tul…ekspetasi ana ketinggian buat liat adegan2 sadis yg eksplisit..
    eeh taunya….segitu doang
    sayang bgt y..padahal ide nya udah gila bgt…
    coba y kalo tom six cuma berperan sebagai pencetus ide aja..
    realisasinya serahkan saja sama sineas2 horor perancis kaya ALEXANDRE AJA atau PASCAL LAGUIER..(maaf kalo salah nulis nama) hehe..
    pasti lebih gore dan gila..

  2. apatisvian says:

    “…Masalah terbesar dari film ini adalah nyaris minusnya adegan gore atau bentuk sadisme lainnya. Sungguh, diluar hype dan ekspektasi, film ini miskin adegan yang benar-benar menggiriskan atau malah menjijikkan seperti konsep yang ingin dibangun oleh Six dalam premisnya… ”

    setuju buat yang ini 🙂

    operasi pembedahannya yg gw kira bakal bombastis gimana gituu ternyata malah sekilas doank T_T

    tapi adegan centipede naek tangga itu lumayan bikin ngilu bro 🙂

    btw, nonton darimana nih?donlot juga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s