Short Film Review: Signs (2008)

signs

Keuntungan dari sebuah film pendek adalah memaparkan sebuah premis dengan singkat, padat dan tepat sasaran, namun secara keseluruhan tetap memberikan efek yang sama sehabis menyaksikan film fitur dengan durasi yang lebih panjang. ‘Signs’ dari Patrick Hughes adalah sebuah contoh film pendek yang berhasil untuk itu.

Jason (Nick Russell) adalah karyawan sebuah perusahaan yang terjebak rutinitas pekerjaan. Tampaknya ia juga pemalu sehingga susah untuk memulai hubungan dengan lawan jenis. Sampai suatu hari ia berkenalan dengan Stacey (Kestie Morassi). Masalahnya Stacey berada di gedung seberang kantor tempat Jason bekerja. Walhasil komunikasi mereka terjalin melalui pesan-pesan yang mereka tuliskan di kertas saja. Dengan semakin intensnya komunikasi mereka, membuat Jason ingin bertemu langsung dengan Stacey. Masalahnya, sebelum Jason menyampaikan niatnya, Stacey tiba-tiba menghilang dan mejanya digantikan oleh orang lain. Apakah Jason akhirnya akan bertemu dengan Stacey?

Yah, sebenarnya jawaban untuk itu sudah dapat kita tebak tentunya. Namun, dalam durasi 12 menit saja, Patrick Hughes mampu menceritakan dengan lancar kisah romantis Jason dan Stacey. Dialog pun diminimalisasi, dimana adegan-adegan bertumpu pada ekspresi karakter-karakter, pengadeganan situasinya serta iringan musik oleh Dmitri Golovko yang sangat komprehensif terhadap narasinya.

Eskalasi emosi penonton benar-benar digiring dengan baik, sehingga ketika klimaks tiba, kita tersenyum dengan puas dan rasa hangat lantas menjalar di dada. Kelebihan lain dari film pendek, kita bisa mengulang-ulang menontonnya tanpa merasa bosan. Apalagi dengan eksekusi semenarik ‘Signs’.

Film ini sendiri adalah film pendek ketiga dari Patrick Hughes setelah ‘The Director’ (2000) dan ‘The Lighter’ (2001) yang juga dipuji-puji. Jeda waktu yang lama tampaknya tak mengendurkan animo Hughes dalam merangka film pendek yang sangat menarik. ‘Signs’ sangat direkomendasikan.

Advertisements

5 thoughts on “Short Film Review: Signs (2008)

  1. apatisvian says:

    gw gak cuma senyum liat ending film ini… tapi sampe berkaca-kaca juga…

    LOVE TO THE MAX LAH…hehehe

    punya link buat film2 nya patrick hughes yg laen gak bro?

    gw nyari2 gak ada nih.. T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s