IMO: Our Neighbour Detectives

‘Sherlock Holmes’ versi sutradara Guy Ritchie kemarin sukses mengangkat kembali kegemilangan nama Holmes sebagai salah seorang detektif handal nan populer di dunia. Menonton film tersebut mengingatkan saya, bahwa ternyata profesi detektif ini telah banyak menjadi sumber bagi materi fiksi.

Dulu saat masih kecil, ibu dan tante saya suka sekali membelikan buku atau komik. Dari kesemuanya, yang paling saya suka adalah serial detektif cilik seperti Pasukan Mau Tahu, Lima Sekawan, Sapta Siaga, Trio Detektif dan sebagainya. Rasanya asik sekali mengikuti jalan ceritanya dan seolah terikut dalam dinamika yang disusun oleh pengarangnya, yang kebanyakan adalah Enid Blyton. Sampai sekarang beberapa buku itu masih saya simpan. Meski kumal, setiap saya membaca ulang (yang tak pernah bosan-bosannya), selalu saya terseret dalam misterinya.

Beranjak pra-remaja, saya mulai mengenal Agatha Christie dengan detektif- detektif terkenalnya Hercule Poirot dan Ms. Marple. Sampai saat ini saya pun tidak pernah bosan membaca serial detektif Agatha Christie ini. Yang paling saya suka adalah kemampian Christie untuk meramu cerita yang terkesan misterius dengan studi karakter yang lumayan detil serta disisipi beberapa unsur sosiologis.

Menjelang kuliah, barulah saya mulai membaca petualangan Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Meski lebih cenderung kepada gaya petualangan, namun trik deduksi Holmes yang luar biasa sungguh mencengangkan.

Kesukaan saya pada serial detektif tidak hanya sebatas buku, karena dulu saya pun menggila-gilai serial Remington Steele yang diperani oleh Pierce Brosnan. Meski suka serampangan, akan tetapi terbukti jika Steele adalah detektif handal.

Saya sungguh kagum pada Enid Blyton, Agatha Christie atau Sir Arthur Conan Doyle, karena mereka dengan gemilang bisa menarasikan sebuah misteri dengan pola plot rumit berliku dan kecerdasan faktuil didalamnya.

Terus terang saja, saya terinspirasi untuk menulis itu sudah semenjak kecil sekali, semenjak saya membaca seri detektif cilik Enid Blyton pertama saya, yaitu Pasukan Mau Tahu dalam episode Misteri Gedung Tua. Sampai saat ini saya sangat ingin menulis dengan gaya Blyton yang meski sederhana, akan tetapi lancar bercerita dan jenial. Hanya saja, saya tahu diri untuk tidak ikut-ikutan menulis cerita detektif.

Meski saya telah banyak membacanya, akan tetapi karena kedangakalan otak, maka saya tetap merasa kesulitan dalam meramu twist dalam cerita… hahahahaha.

Sudahlah, mungkin ada saatnya nanti. Yang pasti profesi detektif ini ternyata sangat menarik dan bisa menjadi sumber inspirasi untuk merangkai cerita yang seru.

Dengan keberadaan para penulis detektif ini, seolah-olah mereka menjadikan para detektif ini seperti nyata, hidup disekitar kita dan melegenda.

I love mystery and the detective whose solve it….

Image taken from http://my.spill.com/group/ sherlockholmesdetectivegroup?xg_source=activity

Advertisements

6 thoughts on “IMO: Our Neighbour Detectives

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s