Inception is Perception

Sangat menarik memang untuk membicarakan ‘Inception’, karena sebagai sebuah film ia mampu menawarkan sebuah wacana untuk diperbincangkan. Pastinya banyak yang segera menuangkan isi pikirannya dalam bentuk tulisan, terutama dalam sarana blog. Perbedaan pendapat tentu saja terjadi dengan alasan yang masing-masing. Namun begitu, mayoritas teman-teman blogger memberikan review yang positif.

Jika tertarik, silahkan baca juga tulisan teman-teman berikut ini dengan perspektif mereka masing-masing, tentunya.

  • At the Movies: Inception adalah sebuah film action thriller yang pintar. Sangat pintar… dan sebenarnya sangat mudah untuk diikuti. Ibarat berada di dalam sebuah labirin, kunci jawaban untuk keluar dari kerumitan Inception ada pada 45 menit awal dari durasi film ini yang harus Anda perhatikan dengan sangat baik. Jika Anda tersesat dan terjebak pada adegan awal film ini dan memutuskan bahwa film ini terlalu rumit untuk Anda ikuti, maka percayalah, Inception akan menjadi sebuah labirin yang akan menjebak pemikiran Anda.
    Rating: 4 / 5 >>> Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

  • Awya Ngobrol: Sebagai sebuah film musim panas, “Inception” cukup menguras pikiran dibanding sebagian film sejenis yang telah dirilis. Pun ketika ada sisi magis yang ingin disampaikan, Nolan tidak ketinggalan untuk menghadirkannya.
    Rating: A >>> Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

  • de Lupher: Nolan mengeksekusi film ini dengan penuh plot-plot ketegangan serta visualisasi yang mencengangkan. Sebuah konstruksi dunia mimpi dengan landscape perkotaan bak realita diciptakan seolah-olah mengikuti kemauan sang arsitek mimpi. Dan Nolan pun tak ketinggalan memainkan efek-efek visualisasi yang terlihat cukup sederhana, namun mampu membikin takjub mata kita.
    Rating: 4.5 / 5 >>> Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

  • Jagoan Movies:Tadinya bagi saya Memento sudah merupakan sebuah ide yang jenius sekali, namun kali ini Inception membawa sesuatu yang belum pernah saya tonton sebelumnya; sebuah pengalaman menonton film yang membuat saya berfikir sekaligus tegang dan takjub dari awal hingga akhir.
    Rating: N/A >>> Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

  • Labirin Film: Bagi saya, yang membuat saya duduk terpesona adalah perjalanan untuk mencapai titik-titik yang sudah saya duga tersebut. Sungguh sebuah film tentang proses yang sangat apik, meski tetap efek visual dalam “Inception”-lah yang lebih berperan karena menyihir penonton terlebih dahulu sebelum menjejali otak kita dengan berbagai aturan main dari Christopher Nolan.
    Rating: 4 / 4 >>> Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

  • Raditeraphy: Nolan adalah sang arsitek layaknya Ariadne, membangun film ini menjadi sebuah labirin daya khayal yang menyesatkan kita. Kontruksi kokoh ceritanya menopang dengan kuat segala imajinasi yang ditumpahkan Nolan. Tidak hanya sebagai arsitek, Nolan juga berperan sebagai konduktor yang menyelaraskan melodi orkestra antara efek visual, plot, dan lakon untuk “bersuara” secara beriringan dengan tempo yang teratur.
    Rating: 5 / 5 >>> Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

  • Vampibots: Kedetilan Nolan dalam menciptakan ide yang out of the world ini patut diacungi jempol. Siapa yang mengira awalnya kalau kita bisa melakukan pencurian ide melalui mimpi? Bahkan dream within dream? Atau inception? Hal hal seperti totem, limbo, atau perubahan sifat para proyeksi ditulis oleh Nolan dengan sangat baik.
    Rating: 5 / 5 >>> Klik disini untuk membaca lebih lanjut.

    Advertisements
  • 2 thoughts on “Inception is Perception

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s