Paku Kuntilanak

Paku Kuntilanak

Kalau saja saya seorang pemuka agama yang shaleh, maka saya dengan tidak ragu akan menyerukan film ‘ Paku Kuntilanak’ sebagai film bermoral rendah dan hanya mengumbar nafsu syahwat belaka. Namun, seorang pemuka agama yang shaleh pastilah tidak akan buang-buang waktu untuk menonton film ini kemudian repot-repot memberi penghujatan.

Ya, saya memang kurah shaleh sepertinya, sehingga mau saja menonton film ini hanya gara-gara penasaran sejauh mana keberanian para pemeran perempuan di film ini umbar tubuh, seperti selentingan yang saya dengar. Dan, ya ampuunn, ternyata perempuan- perempuan tak becus akting ini becus dalam melucuti pakaian mereka!

Saya kemudian menjadi berfikir akan standar ganda yang dipakai oleh badan yang menamakan dirinya Lembaga Sensor Film, karena film-film sejenis ‘3 Hari Untuk Selamanya’ atau ‘Perempuan Punya Cerita’ mendapat babatan yang kasar untuk rilisnya, sementara adegan ‘panas’ didalam film-film itu memang satu kesatuan yang utuh dari film tersebut.

Sedangkan didalam film ini adegan-adegan vulgar, baik eksibisionisme tubuh para aktrisnya maupun adegan seks, melenggang dengan tanpa halangan. Ada apa ini?

‘Paku Kuntilanak’ adalah sebuah kengerian! Cerita yang buruk, teknis yang luar biasa amatiran, akting yang memalukan, dalam sebuah film yang katanya bergenre horor-komedi, namun ternyata cuma sebuah kamuflase untuk pseudo-porn yang mesum.

Ohya, Findo Purnomo HW, sang sutradara sangat berbakat dan pastinya sangat bisa diandalkan untuk membuat sebuah film porno yang bagus, asal diberi kesempatan saja. Atas nama profesional, aktris-aktris yang terlibat dengan gampangnya mengumbar tubuh mereka. Jujur saja, ya cuma memang keseksian mereka yang menjadi penyelamat film ini.

Seakan-akan Dewi Perssik dan Chintyara Alona tidak cukup, maka produser merasa perlu memanggil aktris internasional kelas kesekian bernama Heather Storm untuk unjuk kebolehan dalam berbugil ria.

Bukannya saya seorang polisi moral atau orang yang sok suci. Seksualitas dalam film kadang-kadang memang diperlukan, asal diperlakukan dengan teknis yang baik dan benar-benar profesional dan yang pasti mendukung cerita film secara integratif. Sedang ‘Paku Kuntilanak’ adalah jenis film yang kurang pantas mendapat kehormatan disaksikan di bioskop dan pantasnya hanya untuk ditertawakan.

Advertisements

12 thoughts on “Paku Kuntilanak

  1. TJ says:

    hahahaha… aku pernah nonton ini.
    dan emang sampah sih kalo menurutku.
    sayang ya, buang2 banget.
    eniwe, ngapain sih, ris ngereview film ini? bikin dosa aja deh…hihihi…

  2. adithumar says:

    hahaha aku juga pernah nonton ini, dengan motivasi yg sama hha—>kurang shaleh.
    Try ‘Raped by Syaitan’ kk 😀
    anyway salam kenal ya, saya link di blog

  3. charmymommy says:

    Hahahahahaha….ga perlu buang2 wktu untuk nonton film ini.cukup baca review aja ud sangat jelass sprti apa bentukny..jdi kangen film2 bergenre horor-komedi jamanny Benyamin S..

    • jalangfilm says:

      Film yg cuma jual sensasi memang susah utk dipertanggungjawabkan, hahay.

      Sinetron si manis jembatan ancol jaman baheula aja punya efek lbh nampol dibanding film ini.

  4. kania says:

    jujur saja.. saya berani bilang bahwa ini adalah film terbaik dewi persik.. at least film ini masih menghibur.. saya bisa tertawa lepas mentertawai kegoblokkan2 yg ditampilkan film ini.. apalagi dengan the most memorable dialogue ever.. “mau mandi bareng, mas? HIHIHIHIHIHIHIHI!”

    lol :))

    • jalangfilm says:

      OMG, ini film terbaiknya, gimana dengan yg lainnya yah? 😮 Oh ya, saya kan sudah ntn Tali Pocong Perawan, hahaha. Yah, dibandingkan film itu, Paku Kuntilanak agak mendingan lah. Karena ntn Paku Kuntilanak saya seperti cacat mental setelah menontonnya, maka setelah Tali Pocong Perawan saya seperti lumpuh mental, hahaha.

      But I believe those Persik’s film will be a classic or cult sometimes. But for now? Such a deformity, hahaha

  5. portgas.D.ace says:

    iya bener..
    Film sampah,alur cerita parah,ancur2an..gak layak disebut film..
    Film terburuk yg pernah tercipta..
    Film yg harus ga lolos sensor..!!
    Fuck..!
    Gw bkn org alim,gw jg suka seks.
    Tp film itu sangat amat menjijikan..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s