A Serbian Film

Yah, dengan judul semacam ‘A Serbian Film’, mau tidak mau saya memutar bola mata pada saat pertama kali mendengarnya. Apa tidak ada judul yang lebih inventif, ya? Atau jangan-jangan ini sejenis komedi parodi ala ‘Scary Movie’, Date Movie’, Disaster Movie’ dan sejenisnya? Apakah film ini mencoba memparodikan film-film yang tengah nge-hits di Serbia sana? Ternyata tidak. Saya sudah menangkap selentingan yang “panas” terdengar jika ini adalah jenis film yang memerlukan keberanian tersendiri menontonnya. Film yang menantang nyali untuk mencerna “kekejaman” yang ditawarkannya. Wow, seems like an impeccable wet dream for those pervasive gore fans across the globe.

Saya tidak banyak tahu mengenai seluk-beluk perfilman Serbia alih-alih perkembangan yang terjadi di dalam industri perfilman negara pecahan Yugoslavia ini. Akan tetapi sangat menarik mengetahui jika Srđan Spasojević, sutradaranya berhasil memberikan performa yang cukup impresif dengan film perdananya. ‘A Serbian Film’ (Cрпски филм – Srpski film) adalah film yang dieksekusi dengan standar internasional, teknis yang juara serta tempo yang mampu menjaga intensitas dalam alur yang mengalir.

Bercerita tentang Milos (Srđan Todorović), seorang mantan bintang porno yang menerima ajakan Vukmir (Sergej Trifunović), seorang sutradara yang berniat membuat sebuah film porno yang kabarnya revolusioner. Sebuah film porno dengan cita rasa dan artistik yang tinggi. Pada awalnya Milos ragu menerima ajakan tersebut, namun Milos yang telah berkeluarga dengan satu anak laki-laki ini akhirnya menerima dengan pertimbangan finansial bagi keluarganya.

Suting pun mulai dijalankan. Milos tidak diberikan skrip untuk dihapal, melainkan sebuah ear-phone untuk mendengarkan instruksi-instruksi dari Vukmir. Jadi seting hanya akan berisi Milos, dua orang kamerawan serta lawan mainnya. Meski merasa sedikit heran, tapi Milos melanjutkan perannya. Namun kemudian dia mulai merasakan keganjilan dari produksi film ini, sehingga memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut. Suatu keputusan yang tepat sebenarnya. Sayangnya Vukmir tentu saja tidak bersedia melepaskan Milos begitu saja.

Milos dibius dan tiga hari kemudian terbangun dirumahnya sendiri dengan kondisi fisik yang penuh luka. Tapi dia tidak mampu untuk mengingat apapun yang terjadi. Lantas Milos memutuskan untuk kembali menemui Vukmir. Sayangnya kediamannya telah kosong. Hanya sejumlah video yang ditemukan. Perlahan, Milos pun mulai mengingat kembali apa yang terjadi dalam tiga hari tersebut dan menemukan kejutan yang luar biasa dan mengguncang jiwanya.

Dengan memakai sturuktur ala film misteri, ‘A Serbian Film’ mampu memberikan sebuah thriller yang kompeten dalam membangun kesan mencekam serta misterius. Plot dibiarkan berjalan dengan merambat dan membiarkan penonton menebak-nebak apa sebenarnya yang tengah terjadi. Walaupun jujur saja tidak ada yang baru disini. Sebenarnya dapat dengan mudah ditebak bagaimana cerita mengarah dan twist yang dicoba tawarkan serta mereduksi apa sebenarnya motivasi serta tingkah laku Vukmir yang digambarkan sebagai karakter yang dominatif dan manipulatif ini. Tadi tidak menjadi masalah, karena Spasojević cukup kredibel dalam memberikan plot yang mulus untuk diikuti.

Tidak bisa menafikan jika Spasojević tampaknya ingin meneriakkan sesuatu disini. Sebuah metafora akan situasi sosial yang tengah dirundung sebagian kalangan di tengah masyarakat Serbia, negara yang mungkin belum pulih benar dari luka perang yang menorehkan beban psikologis kepada warganya. Sebagai sebuah social-commentary, film mungkin mencoba menggambarkan bagaimana interelasi antara patron-klien yang eksploitatif tanpa membiarkan pihak klien menjadi orang yang mampu membuat keputusan bagi dirinya sendiri dan tak kuasa menolak patron yang memanipulasi dirinya. Sesungguhnya ini hal yang awam terjadi di negara yang tengah berkembang. Bukan hal yang aneh pula jika kemudian terjadi resistensi terhadap pihak yang mendominasi oleh yang tersubordinasi dengan kekerasan kadang menjadi opsi yang dipilih sebagai solusi.

Masalahnya kemudian, subteks yang dicoba narasikan oleh ‘A Serbian Film’ menjadi tidak efektif saat sadisme kekerasan yang dideskripsikan dalam gore yang tidak malu-malu kucing malah mengalihkan perhatian. Visual Spasojević dalam sadisme dan brutalitas memang tidak main-main. Berbagai hal tabu yang mungkin sineas lain akan berfikir keras sebelum menampilkannya tidak berlaku disini. Segala bentuk kekerasan serta kekejaman diluar batas dieksploitasi Spasojević untuk memberikan efek muak dan sakit. Sebuah pseudo-snuff yang mengambil peran sebagai katarsis akan kegoncangan jiwa akut yang absurd.

Dan itulah kemudian menjadi masalah terbesar ‘A Serbian Film’. Terlalu banyak kekerasan, baik verbal ataupun visual yang kurang relevan dan jika dilewatkan atau dipadatkan tidak akan mengganggu konteks film secara keseluruhan. Pada akhirnya ia tidak lebih dari sebuah film eksploitatif biasa yang mengejar sensasi masokis dari sebuah trend torture-porn yang kini banyak ditemui. Sebuah trend yang pada awalnya mengairahkan akan tetapi lama kelamaan malah membosankan.

Saya tidak ada masalah dengan film-film yang eksploitatif, selama dia didukung oleh cerita yang koheren (atau setidaknya mencoba untuk itu) serta karakter-karakter yang menarik. Karakter yang mampu membangun koneksi dengan penontonnya, sehingga pada akhirnya saat kekerasan terjadi, kita dapat berempati dengan mereka. Kita dapat merelasikan diri dengan ketakutan, kepedihan atau kengerian yang mereka rasakan. Karakter yang mampu membawa kedalaman bagi gerak dan arah ceritanya. ‘Oldboy’ atau ‘Irreversible’ mungkin adalah contoh sukses untuk itu.

Menurut saya, ‘A Serbian Film’ tidak memberikan peluang bagi kita untuk perduli pada karakternya apalagi menangkap metafora yang coba digambarkan. Pada akhirnya segala kekerasan yang dipresentasi hanya bertugas sebagai terapi-kejut tanpa ada akses yang layak bagi esensi cerita sebenarnya untuk tampil dipermukaan. Dan kita sebagai penonton hanya bertugas untuk menonton. Merasa miris, ngilu, muak, atau jijik melihat segala bentuk kekejaman ini akan tetapi tidak benar-benar merasa perduli. Setelah film selesai, maka berakhir pula tugas kita untuk ‘menikmati’-nya.

*yawn*

Advertisements

10 thoughts on “A Serbian Film

    • jalangfilm says:

      DVD? Belum ada. Aku menghadiri special screening-nya kemarin, khusus utk kalangan sendiri, hahahaha

      Oh ya, ekspektasinya jangan ketinggian ya? Takutnya entar kecewa 😉

    • jalangfilm says:

      Sayangnya bukan 😦 Lebih ke issue yang kontemporer. Makanya jadi engga ada bedanya dgn film2 sejenis lainnya. Awalnya saya juga mengira bakal ada sentuhan akan imbas ‘tragedi masa lalu’ gitu, ternyata salah.

  1. apatisvian says:

    ahirnya gw nonton film ini juga 🙂

    dan yeah..stuju ma lo..
    jauh dibawah ekspektasi gw…

    scene2 sex n gore nya berasa pointless di awal2…
    bahkan gw udah komen “ah.. ini mah versi modern dari SALO… gak penting!”

    untungnya stengah ke ahir makin menarik dan scene di ending (even agak predictable sih) yg ngingetin gw akan OLDBOY .. hehehe… itu lumayan banget bikin emosi…

    n tensi nya juga di stengah jam trahir itu berasa banget…

    tapi overall gw masih terhibur kok nontonnya *evil smile*

    btw, scene bayi diperkosa itu… BENER2 GAK BERMORAL BANGET…!!! (ya ampun.. lama2 gw terdengar seperti FPI, sok ngomongin moral… hahaha)

  2. d'dons says:

    Brainwashnya parah banget gak sesuatu yg didapat dari film ini kecuali film ini 100% No God Rules.

    kasihan serbia pengen diakui ampe bikin pelem kek gini Hmmm

  3. d'dons says:

    Brainwashnya parah banget gak ada sesuatu yg didapat dari film ini kecuali film ini 100% No God Rules.

    kasihan serbia pengen diakui ampe bikin pelem kek gini Hmmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s