The Girl With The Dragon Tattoo

Dalam durasi 152 menit, ‘The Girl With The Dragon Tattoo’ dengan gemilang memaparkan sebuah misteri yang dibungkus dengan suspensi serta drama yang mengikat. Sebuah film yang mengingatkan akan gaya detektif ala Agatha Christie, yang di padupadankan dengan thriller kontemporer dalam sedikit sentuhan psikologis didalamnya. Diangkat dari novel ‘Män som hatar kvinnor’ atau ‘Men Who Hate Women’ karya Stieg Larsson, seorang jurnalis Swedia sebagai bagian dari ‘Millenium Trilogy’-nya.

‘The Girl With The Dragon Tattoo’ adalah Lisbeth Salander (Noomi Rapace), seorang hacker yang berdandan ala goth, serta berprilaku misterius. Diam-diam dia mengawasi Mikael Blomkvist (Michael Nyqvist), seorang wartawan paruh baya yang bekerja di sebuah majalah bernama Millenium. Mikael sendiri sedang terancam penjara 3 bulan karena tengah bermasalah dengan seorang industrialis lokal. Meski begitu, Mikael malah menerima tugas dari industrialis lain bernama Henrik Vanger (Sven-Bertil Taube) untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan keponakan tersayangnya yang bernama Harriet. Diperkirakan dibunuh pada tahun 60-an, namun Vanger kerap menerima kiriman dari berbagai belahan dunia yang mengingatkan akan Harriet. Vanger mencurigai keterlibatan anggota keluarganya, oleh karenanya Mikael ditugaskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sementara itu Lisbeth diam-diam membantu Mikael. Sadar akan bantuan yang sangat berguna tersebut, maka Mikael kemudian mengajak Lisbeth bekerja sama dengan dirinya. Bersama mereka pun mengadakan penyelidikan. Namun Mikael pun kemudian menyadari jika Lisbeth sendiri sebenarnya adalah pribadi yang tidak kalah kelam dengan kasus yang mereka selidiki.

Selain kinerja gemilang Niels Arden Oplev sebagai pengarah film, kesuksesan terbesar dari ‘The Girl With Dragon Tattoo’ adalah penampilan kharismatis dan aikonik dari Noomi Rapace sebagai Lisbeth Salander. Dipenuhi dengan enerji dan antusiasme yang memenuhi layar, sehingga sulit untuk tidak menyukai Lisbeth, meski sebenarnya ia adalah karakter yang cenderung gelap dan anti-hero. Film juga memberi banyak pengembangan karakter yang elaboratif bagi Lisbeth Salander, tidak hanya melulu pada misteri yang harus dipecahkannya bersama Mikael Blomkvist.

Meski memadukan dengan sentuhan kontemporer ala thriller konspirasi masa kini dengan kekerasan dan sensualitas yang lebih liberal dan grafis, akan tetapi secara esensial film mengambil struktur tipikal murder-mystery konvensional ala Agatha Christie. Jika sudah sering membaca kisah-kisah penyelidikan ala Ms. Christie tersebut sebenarnya dapat dengan mudah menebak twist atau antagonis sebenarnya di film ini. Akan tetapi hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kenikmatan kita dalam mengikuti penyelidikan yang dilakukan Mikael Blomkvist bersama dengan si gadis bertato naga, Lisbeth Salander.

Advertisements

One thought on “The Girl With The Dragon Tattoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s