Oldboy

Oh Dae-Su (Choi Min-Sik) sama sekali tidak mengerti mengapa ia disekap dalam sebuah kamar tertutup selama 15 tahun. Ia hanya pria biasa-biasa saja, bukan dari kalangan berada, dengan istri dan seorang anak perempuan yang masih kecil. Hanya satu masalahnya, alkohol telah merubahnya menjadi sosok yang nyaris tak berguna. Setelah membuat kekacauan disebuah kantor polisi, kemudian ia menghilang tanpa jejak dengan seketika. Ia sendiri disaat sadar telah berada di sebuah ruangan yang sangat jelas ditujukan agar Dae-Su tidak mempunyai kontak dengan dunia luar. Segala cara dilakukannya agar bisa terlepas dari ruangan tersebut, namun tidak pernah berhasil. Setelah menyadari bahwa ia tidak bisa keluar dari ruangan tersebut, maka ia memutuskan untuk melakukan bunuh diri, yang dilakukannya berkali-kali dan berkali-kali juga tidak berhasil!

Akhirnya Dae-Su memilih untuk pasrah, menunggu kapan ia akan dibebaskan dari “penjaranya”. Dendamnya semakin berkarat, karena dari televisi yang menjadi satu-satunya alat penunjuk waktunya, diketahui jika istrinya telah dibunuh dengan segala petunjuk mengarah kepada dirinya sebagai sang pembunuh. Waktu terus berjalan dan suatu hari ia kehilangan kesadarannya kembali. Saat siuman, ia telah berada di alam bebas. Dengan berbekal baju bagus, segepok uang di kantungnya dan ponsel, Dae-Su mulai menjalakan rencana balas dendamnya dan tentu saja itu dimulai dengan mencari siapa yang sebenarnya telah menyekapnya itu. Sesaat ponselnya berdering dan ternyata dari penyekapnya yang mengatakan kalau ia adalah seorang ilmuan dan yang tengah ditelitinya adalah Dae-Su. Suatu hal yang sebenarnya sulit untuk dipercayainya.

OLDBOY (올드보이 – Oldeuboi) adalah thriller dengan aura kekerasan yang kental. Banyak adegan-adegan sadis yang mungkin sedikit ekstrim. Tapi itu diperlukan untuk menunjukkan kemarahan Dae-Su, dari seorang laki-laki ‘sayur’ yang kemudian bermetamorfosa menjadi seorang petarung tangguh, hasil dari melatih dirinya sendiri selama masa penyekapan. Kekerasan dan aksi dari OLDBOY bukanlah esensi utama dari film ini, karena ia hanya sebuah lapisan untuk lapisan utamanya, cinta!

Ini terjadi pada saat pencariannya, Dae-Su bertemu dengan Mido (Gang Hye-Jung), seorang gadis yang bekerja di sebuah restoran, dimana Dae-Su pertama sekali makan setelah keluar dari penyekapan. Mido menunjukkan afeksi yang besar sekali kepada Dae-Su dan ceritanya. Bahkan gadis tersebut bersedia membantu Dae-Su dalam pencariannya. Lika-liku pencarian Dae-Su dan Mido inilah yang kemudian menuju kepada pengungkapan yang sangat mengejutkan dan berujung pada tragedi yang tak dapat dielakkan.

Isu yang diangkat OLDBOY sebenarnya mungkin tidak bisa ditolerir oleh sebagian orang, terutama yang berfikiran konservatif. Akan tetapi, tanpa bermaksud menjadi subversif atau untuk nilai sensasi semata, obskuritas dalam OLDBOY diperlukan untuk memperlihatkan bagaimana cinta dapat mempermainkan manusia. Saat akhirnya, secara vis-à-vis, Dae-Su bertemu dengan penyekapnya, mula-mula ia penuh dengan kemarahan akan tetapi setelah mengetahui kebenarannya, ia harus bersikap sama sekali berbeda.

OLDBOY jelas-jelas adalah film tentang cinta. Hanya saja bukan cerita cinta yang subtil. Ia bermula sebagai thriller dan berakhir dengan drama yang pekat, yang bersandar dengan cerita dan pengadeganan yang kuat. Kadang komikal dan kadang menegangkan. Ini tidak mengherankan, karena OLDBOY sebenarnya diangkat dari manga Jepang yang ditulis oleh Tsuchiya Garon dan Minegishi Nobuaki.

Secara teknis, film yang telah menjadi Runner-Up di Cannes Film Festival dan pemenang Film Asia Terbaik di Festival Film Hongkong, tentu sudah tidak diragukan. Saat ini perfilman Korea menjadi salah satu pusat perfilman yang kreatif dan dinamis, baik dari segi cerita dan teknis. Tidak heran banyak film-film dari negara ini yang kemudian dilirik oleh Hollywood untuk diremake. OLDBOY adalah salah satunya.

Advertisements

8 thoughts on “Oldboy

  1. apatisvian says:

    projek remake nya kayaknya gantung gak jelas gitu yah..

    padahal kan uda di buzz dari lama banget.. tapi sampe skrg blom jelas juga…

    lebih nunggu remake THE CHASER sih gw…

    kalo yg ini karna uda tau super brilliant twist ending nya jadi mungkin ga terlalu seru lagi pas ntn remake nya 🙂

  2. mira says:

    Waktu film’y brakhir,sy mndengus kgum,kok ad film sekeren itu.Tp ad sequel pnting yg sy lewati,mido itu anak’y sp? (T_T)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s