Film Review: Machete (2010)

Sepuluh tahun yang lalu, mungkin saja tidak terbetik di fikiran Danny Trejo jika dia akan membintangi sebuah film dengan dirinya sebagai pemegang peran kunci dan Robert De Niro, Steven Seagal atau Don Johnson kebagian jatah pendukung sebagai antagonis yang harus ditumpasnya. Belum lagi jika ternyata tiga orang perempuan cantik, Jessica Alba, Michelle Rodriguez dan Lindsey Lohan menjadi pemanis dalam sepak terjangnya di film kelak. Terimakasih untuk Robert Rodriguez, kini ia diberi kesempatan sebagai lead actor untuk membintangi ‘Machete’, sebuah aksi laga brutal nan keras.

Semua berawal dari Grindhouse(2007), sebuah proyek kerjasama Quentin Tarantino dan Robert Rodriguez sebagai homage kepada film-film kelas B/eksploitatif era 70an yang kerap diputar secara berurutan (double feature). Jika Tarantino menangani proyek yang berjudul ‘Death Proof’, maka Rodriguez kebagian jatah menggarap ‘Planet Terror’. Disetiap fitur dibuka dengan trailer-trailer palsu, seolah-olah akan ada film lain yang akan dirilis. Dari sebuah keisengan, ternyata trailer ‘Machete’ yang menjadi pembuka ‘Planet Terror’ dan diisi oleh Danny Trejo, Cheech Marin dan Jeff Fahey tersebut menarik banyak perhatian.

Karakter Machete yang diperani oleh Trejo itu sendiri sebenarnya adalah sosok yang sebelumnya sudah tampil di seri petualangan anak-anak berjudul ‘Spy Kids’ (juga arahan Rodriguez). Dan karakter tersebutlah yang kemudian menjadi sumber inspirasi trailer palsu tersebut.

Kini dalam perkembangannya, ‘Machete’, yang idenya ternyata sudah lama sekali diendapkan oleh Rodriguez khusus buat Trejo, pun kemudian terealisasi menjadi proyek film fitur juga, yang tentu saja menyebabkan rasa penasaran, bagaimana hasil trailer pendek tersebut dalam bentuk durasi yang lebih panjang. Bersama Trejo, Marin dan Fahey pun kembali mengisi peran-peran mereka lagi. Rodriguez sekarang pun dibantu oleh Ethan Maniquis di bangku pengarahan film. Maniquis dulunya adalah editor dibeberapa film Rodriguez.

Machete (Trejo) adalah mantan agen federal Mexico yang harus kehilangan keluarganya akibat berurusan dengan Torrez (Seagal), seorang bandar narkoba Meksiko kelas kakap. Lantas ia menyebrang ke daratan Texas, Amerika Serikat. Hidup sebagai seorang buruh kasar. Pada suatu hari ia ditawari sebuah tugas yang berbahaya dengan iming-iming uang $ 150.000 oleh seorang pria bernama Booth (Fahey) untuk mengeksekusi seorang senator bernama McLaughlin (De Niro) yang terkenal anti dengan para pendatang gelap. Machete menerima pekerjaan tersebut dan memberi uang pembayarannya kepada Lutz (Rodriguez) untuk dipergunakan bagi gerakan bawah tanah membela hak-hak imigran gelap yang digeraki oleh Lutz yang bersandi Shé ini.

Celakanya, Machete dikhianati. Ternyata Booth adalah tangan kanan McLaughlin dan menjadi pion dalam sebuah skema konspirasi demi mengangkat pamor McLaughlin di kancah politik. Kini, Machete pun diburu untuk dilenyapkan. Tapi, seperti mengutip Machete, “You just fucked with the wrong Mexican,”, maka justru para pemburunya malah kemudian menjadi objek buruan. Beruntung ada agen dinas imigrasi bernama Sartana Rivera (Jessica Alba) yang percaya kepadanya dan bersedia membantu.

Bagi yang kerap menyaksikan film laga ala Hollywood pasti awam siapa itu Trejo. Aktor berpenampilan fisik gahar dan biasanya tampil hanya sebagai pendukung dari film-film tersebut, entah dalam porsi yang besar atau numpang lewat saja. Tapi dikarenakan karakteristiknya yang khas tersebut, tampaknya ia masih bisa tetap bertahan dari gempuran banyaknya pendatang baru yang muda dan segar. Dan melalui film ini dia membuktikan masih mampu untuk menangani adegan-adegan yang mengandalkan ketangkasan fisik seperti ini.

‘Machete’ adalah sebuah thriller-laga dalam semangat eksploitatif kelas B yang pekat dan dipenuhi oleh rentetan aksi yang mendebarkan, keras dan berdarah-darah, efek samping brutalitas yang tidak malu-malu untuk dipamerkan oleh Rodriguez dan Maniquis. Meski berlebihan dan terkadang konyol, namun tidak mengurangi keseruan yang dijanjikan.

Sayang, plot yang terlalu ‘serius’ untuk tipologi film sejenis ini terkadang membuat tempo film sedikit kendor. Walhasil, film terasa sedikit berlarat dan ada saat-saat dimana kita ingin berteriak, “we want the actions instead!

Skrip yang Rodriguez bersama Álvaro Rodriguez tampaknya ingin menyetir opini penonton pada wacana diskriminasi dan perlakuan yang timpang kepada warga imigran Mexico, sehingga mau tidak mau film kemudian berbicara pada konteks satirisme politis yang kental. Memang skrip telah berupaya membalutnya menjadi sesuatu yang tidak terlalu tendensius dan ringan, akan tetapi treatment Rodriguez sendiri pada segmen laganya adalah eksploitatif, yang biasanya simultan bersama plot yang tidak terlalu kompleks. Sedangkan muatan politis di ‘Machete’ sendiri seolah menjadi bagian yang kurang padu dari semangat eksploitatif tadi.

Namun, terlepas dari itu, ‘Machete’ tetap bisa diandalkan dalam mengembalikan memori akan keseruan menyaksikan film-film aksi yang menafikan logika akan tetapi sangat menghibur ala film-film lawas yang dulu sering kita saksikan. Dan kita boleh berharap banyak akan janji dua sikuel yang dimunculkan di penghujung film, ‘Machete Kills’ dan ‘Machete Kills Again’.

Advertisements

6 thoughts on “Film Review: Machete (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s