Film Review: The Americans (2010)

Di pinggiran hutan yang damai, di tepi sebuah sungai, Jack atau Edward (George Clooney) dengan seksama memperhatikan Mathilde (Thekla Reuten) yang dengan cekatan merangkai sebuah senapan berlaras panjang. Mathilde melakukan pekerjaanya dengan tenang. Tidak ada kesan terburu-buru akan tetapi kesigapan serta presisi yang dikejarnya sungguh mengagumkan. Dan saat Mathilde kemudian menembakkan senapan tersebut, dengan tepat peluru mengenai sasarannya. Siapakah Jack/Edward dan Mathilde? Mereka adalah karakter dalam film yang berjudul ‘The American’, hasil karya Anton Corbijn atas skenario yang dikerjakan oleh Rowan Joffe berdasarkan novel ‘A Very Private Gentleman’ oleh Martin Booth.

Dan ya, ‘The American’ adalah sebuah thriller tentang seorang pembunuh bayaran yang memasuki usia matangnya. Seorang pembunuh bayaran yang begitu kompeten dalam keahliannya namun juga tengah dilanda kegelisahan yang hebat tentang dirinya. Di usianya yang kian senja, bisa jadi dia tengah mempertanyakan eksistensi dirinya sebagai seorang sosok manusia. Tapi ‘The American’ tidaklah sekompleks itu dalam merambah ranah psikologis seorang pembunuh bayaran. Justru cerita memilih pendekatan yang berstuktur lebih sederhana namun tidak kehilangan imbasnya secara mentalitas.

Jack berkenalan dengan seorang pelacur dari sebuah kota kecil di Italia, Clara (Violante Placido) saat menerima tugas terakhir dari majikannya, Pavel (Johan Leysen). Hubungan yang awalnya berdasarkan asas patron-klien tersebut pun kemudian berkembang dalam romansa yang manis. Akan tetapi naluri mendasar Jack, atau Edward, sebagai seorang pembunuh bayaran memaksanya untuk mencurigai siapa saja dan lingkungan sekitarnya. Apalagi tampaknya seseorang tampaknya ingin melenyapkan dirinya. Paranoia atau cinta? Mana yang dipilih oleh Jack?

‘The American’ bisa saja menjadi sebuah film thriller yang dipenuhi oleh dentuman laga dan roman picisan. Namun Corbijn (Control – 2007) memilih pendekatan yang lebih subtil. Tempo dibiarkan berjalan merambat dan intensitas dibiarkan melebar secara perlahan sampai kemudian meletup keras di ujung. Banyak terdapat momen-momen kosong dan sunyi, terasa efektif dalam membangun kegalauan karakter Jack. Namun disaat lain, kamera dengan indah menangkap lanskap daerah rural Italia dengan menawannya, memberi aksentuasi puitis dalam metafora yang ingin disampaikan film.

Uniknya, meski berjudul ‘The American’ dan memiliki karakter utama seorang Amerika, atmosfir film malah terasa sangat Eropa. Tentu saja ini tidak terlepas dari penangan sang sutradaranya yang asal Belanda dan barisan pendukung asal Eropa lainnya. George Clooney mungkin adalah daya tarik utama film secara komersial, akan tetapi dia justru memilih untuk tampil secara lebih membumi dan lugas, mengikuti ritme film yang sudah dibangun Corbijn.

Sampai film berakhir, mungkin ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Akan tetapi kisah dalam film ini bukan mengejar tujuan akhir, yang tampaknya bisa dengan gampang diendus bagi yang sering menyaksikan film sejenis, akan tetapi sebuah perjalanan dari seorang pembunuh bayaran yang bahkan kita tidak mengetahui latar belakangnya dan apa motivasinya. Sebuah perjalanan dimana kita menyadari jika seorang pembunuh bayaran terefisien sekalipun adalah (tetap) seorang manusia.

Advertisements

One thought on “Film Review: The Americans (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s