Fleet Foxes – Self Titled: 2 CD Special Edition (2008)

Fleet Foxes

Fleet Foxes. Self Titled. Bella Union, Sub Pop. 2008

4.5 out of 5

Melihat penampilan fisik Robin Pecknold, 21 tahun, motor penggerak sekaligus vokalis kumpulan Fleet Foxes, maka imej yang terbentuk adalah jika Robin berserta Skyler Skjelset, J. Tillman, Casey Wescott dan Christian Wargo adalah pemusik-pemusik dari ranah rock n’ roll yang gahar. Apalagi ternyata mereka berasal dari Seattle, kota yang dulu terkenal dengan band-band pengusung grunge yang kental, terutama Nirvana. Namun, pameo never judge book by its cover berlaku disini.

Pecknold bersama karibnya semenjak sekolah, Skjelset, ternyata lebih menggandrungi Neil Young atau Bob Dylan. Sebagai nerd disekolah, mereka lebih memilih meluangkan waktu dengan bermain gitar sambil mendengarkan lagu-lagu folk klasik, yang mana membawa pengaruh yang signifikan terhadap selera dan artikulasi mereka terhadap seni musik. Dan juga membawa mereka untuk bertemu dengan Tillman, Wescott dan Wargo untuk membentuk Fleet Foxes.

Nama yang unik bukanlah atraktor utama kuintet ini, karena yang mereka tawarkan adalah jenis musik yang segar, antemik dan melodius.TIdak aneh jika tidak lama kemudian mereka menarik banyak minat dan atensi, sehingga di bulan April 2008 mereka telah meluncurkan EP, Sun Giant. dan disusul oleh album penuh Fleet Foxes di bulan Juni dibawah label Sub Pop/Bella Union. Dibulan September, label merilis Fleet Foxes-Special Edition [LIMITED EDITION], sebuah album dengan isi dua disc, yang mana CD pertama berisi album penuh Fleet Foxes dan CD kedua berisi empat lagu dari Sun Giant ditambah trek ‘Isles’ yang merupakan B-Side dari single ‘White WInter Hymnal’.

Saya pertama sekali mengenal Fleet Foxes dari sebuah artikel di majalah Rolling Stones edisi Indonesia di tahun 1998 lalu. Entah kenapa saya merasa tertarik dengan isi kupasan artikel terhadap band tersebut. Lantas iseng-iseng membuka MySpace mereka untuk mendengarkan  ‘White Winter Hymnal’ yang merupakan rilisan single pertama.

Astaga, saya jatuh cinta pada pendengaran pertama! Sayangnya, setelah bersabar sekian lama, tidak ada kejelasan akan dirilisnya album ini di Indonesia. Bahkan CD impornya saja saya tidak menemukan. Beruntung, salah seorang teman saya, Iwan, tahun 2009 kemarin berlawat ke London, U.K.. Kesempatan yang langka bagi saya untuk menitip ke Iwan untuk mencari Fleet Foxes. Saat Iwan kembali ke Medan, dia membawa kejutan, karena CD yang dibawanya ternyata bertajuk Fleet Foxes – 2CD Special Edition, sebuah rilisan mutakhir dari kombo ganda album Fleet Foxes dan EP Sun Giant. Hanya saja, album yang dirilis pada bulan Februari 2009 yang lalu ini membawa sedikit perubahan untuk keping kedua, karena disamping mengusung lima lagu dari Sun Giant, ditambah bonus lagu yang belum pernah saya dengar sebelumnya, ‘False Knight On The Road’.

Seperti telah disebutkan tadi, keping pertama berisi 11 lagu dari album Fleet Foxes. Dibuka dengan ‘Sun It Rises’ yang mengusuk musik minimalis dengan sentuhan akustik dalam gaya folk yang kental. Dengan harmonisasi vokal dan akapela sebagai pendekatan utama, seolah-olah lagu ini mengingatkan pendengar akan kekuatan utama album ini, musik yang melodius dan harmonisasi vokal. Dan itu merupakan pengantar yang cukup untuk trek kedua sekaligus single pertama dari album ini, ‘White Winter Hymnal’ yang antemik. Iringan gitar akustik disauti bas yang mengentak dan ketukan drum yang penuh dengan gempita serta ditimpali dengan vokal indah nan folky Pecknold. Inilah lagu yang membuat saya jatuh cinta kepada Fleet Foxes. DIsusul dengan ‘Ragged Wood’, kemudian ‘Tiger Mountain Peasant Song’ dan seterusnya, sampai trek terakhir, ‘Oliver James; menghantui saya!

Keping kedua, seperti telah disebutkan adalah berisi lagu-lagu dari Sun Giant ditambah satu buah lagu lagi. Sebagai pengantar untuk album Fleet Foxes, materi dalam ini cukup kaya dan variatif. Namun, ‘My Konos’ sepertinya kekuatan utama dari EP ini. Namun trek baru ‘False Knight On The Road’ ternyata tidak kalah menyenangkannya.

Secara umum, saya katakan jika keseluruhan lagu dalam kedua keping album ini adalah odelay terhadap hidup, alam dan cinta. Didukung oleh harmonisasi vokal yang ritmis dan pemberdayaan instrumen yang eklektik.

Band ini menggambarkan aliran musik mereka sebagai “baroque harmonic pop jams“, yang kalau saya berani tafsirkan adalah jenis musik yang dihasilkan oleh lima orang dengan musikalitas yang canggih dan mengusung retro-po yang harmonis. Oh, saya ngomong apa sih?

Kadangkala, mendengar kedua album ini, hati bertanya-tanya kenapa Fleet Foxes serasa cinta sekali dengan alam, karena rata-rata lagu dan liriknya yang mendukung untuk itu. Apalagi didukung dengan irama retro-pop-folk yang mendukung untuk itu. Namun kermudian hal tersebut tidak menjadi masalah semenjak secara keseluruhan album ini adalah materi yang kaya dengan irama yang luar biasa.

Yang pasti, sebagai sebuah band, semangat rock n’ roll kental mempengaruhi mereka, namun dengan kecintaan yang kuat terhadap musik folk, membuat sebuah hibrida yang sederhana namun kompleks. Sesuatu yang sifatnya tradisional namun kontemporer. Album Fleet Foxes seakan menjadi sarana bagi kuintet ini untuk bereksperimen dengan bunyi-bunyian, baik dari alat musik maupun vokal, membentuk irama-irama menawan nan menghipnotis.

Saya sudah tidak sabar menunggu album mereka selanjutnya!

TRACK LIST

Disc: 1
1. Sun It Rises
2. White Winter Hymnal
3. Ragged Wood
4. Tiger Mountain Peasant Song
5. Quiet Houses
6. He Doesn’t Know Why
7. Heard Them Stirring
8. Your Protector
9. Meadowlarks
10. Blue Ridge Mountains
11. Oliver James

Disc: 2
1. Sun Giant
2. Drops In The River
3. English House
4. Mykonos
5. Innocent Son
6. False Knight On The Road

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s