Film Review: Buried (2010)

Buried

Apa rasanya terbangun dalam gelap dan kemudian menyadari jika kita sebenarnya terkurung dalam sebuah peti sempit dan terkubur di dalam tanah? Sangat mengerikan. Panik itu pasti menyerang. Apalagi jika sirkulasi udara semakin menipis atau ancaman tanah diatas yang akan menjebol peti dan menimbun kita hidup-hidup. Demikianlah yang dialami oleh Paul Conroy (Ryan Renold), seorang supir truk asal Amerika yang tengah bekerja di Iraq.

Saat ia menyadari jika ia telah terkubur hidup-hidup dalam sebuah peti yang tertimbun di dalam tanah, Paul merasa gelagapan. Ia sama sekali tidak mengerti mengapa ia bisa berada di tempat itu dan alasan apa yang menyebabkan ia harus menerima perlakuan kejam seperti ini. Namun kemudian ia memenangkan dirinya dan mulai memikirkan segala kemungkinan. Paul bisa dikatakan sebagai salah satu karakter yang mampu berfikir jernih ditengah situasi yang membingungkan.

Paul dikubur tidak sendirian, karena ada telepon seluler, korek, senter, yang menemaninya. Ternyata itu memang disengaja oleh penculiknya, karena Paul harus menghubungi pihak-pihak terkait karena nyawanya akan melayang jika tidak mampu memberikan tebusan sebesar 5 juta dollar (yang kemudian berhasil diturunkan menjadi 1 juta dollar saja). Dalam waktu 90 menit, Paul harus bisa memperoleh uang tebusan tersebut, karena memang hanya demikianlah waktu yang tersisa bagi dirinya bertahan hidup. Berpacu dengan waktu, Paul pun melakukan segenap upaya untuk dapat membebaskan dirinya.

‘Buried’ adalah thriller yang dengan efektif membangun ketegangan tanpa harus mengandalkan gimmick cerita yang kompleks. Bayangkan, berseting disatu tempat dan tertutup pula serta hanya mengandalkan satu karakter saja. Sebuah materi ditangan yang tidak kompeten niscaya akan menjadi sebuah tontonan yang buruk dan membosankan. Beruntung Rodrigo Cortés, sang sutradara benar-benar mampu memanfaatkan seting dan karakter terbatas tersebut secara maksimal tanpa kendur atau membosankan, malah mampu mengemas dalam balutan adrenalin tinggi.

Dan film yang mengandalkan atmosfir claustrophobia seperti ini akan berhasil jika sinematografi dan editing dirangka dengan presisi dalam akurasi pengaturannya. Terima kasih tentu saja kepada penanganan kamera oleh Eduard Grau yang berhasil mengambil sudut pandang-sudut pandang inventif yang mengeliminir kemotonanan dan editing tepat guna yang ditangani langsung oleh Cortés.

Tapi cerita Chris Sparling juga tidak dapat dianggap enteng, karena rasanya cukup sulit juga untuk menggali sebuah plot yang mengalir luas dengan mengandalkan karakter serta seting terbatas tadi. Dalam 90 menit film diizinkan untuk berbicara banyak, hanya bermodalkan karakter Paul Conroy tersebut. Interaksinya, melalui telepon, baik terhadap penculiknya, petugas berwewenang sampai keluarganya berhasil menggali sisi emosionalitas yang menggugah dan membuat kita sebagai penonton dapat benar-benar terikat dengan kegusaran atau kesedihan Paul Conroy. Dan film pun dengan gemilang menggiring rasa tegang, cekam, takut dan kesedihan tadi menuju klimaks yang mengharukan.

Ryan Reynold sendiri berhasil menjalankan tugasnya menjadi one-man-show dengan membanggakan. Futilitas yang kemudian berkembang menjadi determinasi di peragakan Reynold dalam progresi yang proporsional tanpa terkesan dipaksakan. Dan yang paling penting, dia juara dalam memprovokasi sisi sentimentalitas yang diperlukan. Rasanya sulit untuk tidak terelasikan dengan karakternya dan ikut terjebak, baik secara fisik maupun emosional.

To sum it up, ‘Buried’ is claustrophobically scary, intensely gripping, emotionally provoking and superbly directed. Definitely one of the best thriller for 2010.

Advertisements

3 thoughts on “Film Review: Buried (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s