Film Review: Love Story (2011)

Hanny Saputra itu adalah jenis sutradara yang paham tentang bagaimana membuat sebuah film yang bagus. Film-film yang dihasilkannya umumnya mempunyai teknis produksi yang mumpuni dan rapi. Kelemahan terbesarnya adalah ia cenderung berlebihan dalam dramtisasi dan kurang peka dengan konsistensi. ‘Love Story’ adalah film terkini sekaligus contoh ter-gress betapa ia masih belum bisa lepas dari “penyakitnya” tersebut. Sangat menjanjikan diawal, namun seiring dengan berjalannya film, cerita menjadi kendur dan akhirnya melemah.

Menurut Hanny, ‘Love Story’ adalah bagian ketiga dari trilogi cinta yang telah direncanakannya, setelah ‘Heart’ (2006) dan ‘Love is Cinta’ (2007). Lantas, apakah benang merah ketiga film ini, selain melodrama percintaan remaja? Ternyata Acha Septriasa dan Irwansyah kembali berduet untuk memainkan karakter yang terjalin dalam sebuah belitan romansa.

Kali ini berkisah tentang kasih tak sampai antara dua insan, Galih (Irwansyah) dan Ranti (Acha Septriasa), yang dikarenakan kutukan yang menimpa dua desa mereka, harus berkorban jiwa raga demi kekuatan cinta itu sendiri. Sebagai penyemarak cerita, dikisahkan jika Ranti mempunyai cita-cita mulia, yaitu ingin mendirikan sekolah bagi anak-anak dikampungnya. Untuk mewujudkan cita-cita Ranti, Galih pun pergi menuntut ilmu keluar desa. Beberapa tahun kemudian ia kembali dan mulai mendirikan sekolah impian Ranti tersebut. Namun, kebersamaan mereka mendapat tentangan, terutama dari ayah Ranti sebagai pemangku adat. Lantas bisakah sekolah tersebut terbangun dan hubungan kasih Galih-Ratna bersatu?

Pertama-tama, izinkan saya mengumpat akan kekonyolan cerita yang terjalin di dalam ‘Love Story’. Sulit untuk menafikan kesan jika film terasa berlarat-larat tanpa perkembangan plot yang berarti. Setelah setengah jam pertama yang begiu menjanjikan, film kemudian mulai kehilangan keseimbangan dengan terus-menerus memperlihatkan upaya Galih dalam membangun sekolah, yang hebatnya, dilakukannya sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun. Diselingi pula oleh repetisi ancaman dari ayahnya Ranti kepada mereka. Juga kalau difikir-fikir betapa mengada-adanya sebenarnya cerita yang ditawarkan dalam film ini. Pada akhirnya hubungan kasih tulus antara Galih dan Ranti tidak terbangun dengan baik.

Menurut saya ide cerita yang ditawarkan oleh Armantono (yang untuk kesekian kalinya bekerjasama dengan Hanny) bagus. Dengan sentimen soal edukasi dan keterbatasan akses menuju pendidikan yang layak bagi penduduk di pedesaan merupakan variasi yang menarik bagi sebuah kisah percintaan. Sayang, tidak dikembangkan dengan baik dan cenderung menjadi gimmick, tanpa benar-benar memberi pesan yang konstruktif terhadap penontonnya.

Beruntung film ini mempunyai Acha Septriasa. Bagai magma yang mengalirkan lahar emosionil kental yang menghangatkan jalannya film, setiap momen subtil berhasil tergali dikarenakan intensitas akting yang diberikannya. Kita dapat merasakan setiap getir emosi yang dihembuskannya atau kebahagian yang diluapkannya karena bertemu dengan sang kekasih hati. Sungguh, Acha harus mencari skrip yang lebih baik dengan karakter yang lebih menantang, karena tampaknya ia sudah cukup matang sebagai seorang aktor. Harus mengasahn kekuatan aktingnya agar lebih bertaji lagi. Bagaimana dengan Irwansyah, mantan kekasih Acha dalam keseharian? Yah, meski lumayan meyakinkan, akan tetapi disini Irwansyah sama sekali tidak menunjukkan pergerakan akting yang signifikan.

Rasanya orang-orang dibelakang film ini pastilah ingin mengejar kesan monumental dan everlasting untuk film ‘Love Story’ ini. Sayangnya itu tidak berhasil terbangun dengan sempurna. Secara pribadi saya cukup suka dengan film ini. Namun, dengan dipenuhi oleh laratan dan klise, menjadikan ‘Love Story’ tidak lebih dari kisah cinta jenerik lain yang tidak begitu penting untuk diingat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s