Film Review: It’s Kind Of A Funny Story (2010)

Dari sudut pandang pribadi yang lebih dewasa, permasalahan yang dihadapi oleh sosok remaja 16 tahun bernama Craig (Keir Gilchrist, United States of Tara) mungkin terdengar remeh. Tapi coba mundur beberapa tahun kebelakang, saat kita masih seusia dia. Ingat tidak jika hal-hal yang sepele bisa menjadi hal besar yang sulit terpecahkan. Peer pressure, tekanan dari orang tua, indentifikasi diri yang belum menemui bentuknya yang pas, perasaan tertentu pada orang yang disukai, dan semacamnya. Jadi mungkin Craig mempunyai alasan khusus mengapa ia depresi dan mempunyai kecendrungan untuk membunuh diri. Untungnya ia masih bisa berfikir panjang dengan meminta bantuan dari sebuah rumah sakit untuk mengatasi permasalahan psikisnya.

Awalnya Craig tidak yakin jika ia telah mengambil keputusan yang tepat. Ternyata terlalu banyak orang-orang “aneh” yang menempati fasilitas klinik gangguan psikis dirumah sakit tersebut dan membuat dirinya merasa tidak nyaman. Apalagi ia bakal seruangan dengan Muqtada (Bernard White), seorang pria paruh baya asal Mesir yang nyaris tidak pernah bangkit dari tempat tidurnya. Akan tetapi kebijakan dari pihak rumah sakit adalah, minimal ia harus mendapat perawatan selama lima hari, sehingga mau tidak mau ia harus tinggal. Dr. Minerva (Viola Davis, Doubt) kemudian meyakinkan Craig untuk mencoba beradaptasi. Kehadirannya disana menarik perhatian Bobby (Zach Galifianakis, The Hangover, Due Date), seorang pasien dewasa yang mengaku keberadaanya disana sebagai sarana liburan alternatif. Sementara itu perhatian Craig malah tertarik pada Noelle (Emma Roberts, Nancy Drew, Scream 4), seorang pasien perempuan seusianya yang cantik tapi misterius.

Orang tua Craig, George (Jim Gaffigan, Away We Go) dan Lynn (Lauren Graham, Gilmore Girls) sebenarnya tipe orang tua yang tidak neko-neko. Tipikal jenis orang tua ideal yang bisa kita andalkan dalam hidup. Akan tetapi tetap saja ada itu tidak cukup bagi Craig. Tetap ada hal-hal lain yang menggangu Craig. Hal yang membuat ia gamang menjalani kehidupannya sehingga ragu apakah ia sanggup untuk melanjutkannya. Tapi film yang diangkat dari novel berjudul sama karya  Ned Vizzini ini tidak semata-mata hanya membahas soal tersebut. Secara perlahan film kemudian mengembangkan hubungan antara Craig dengan David juga Noelle. Baik Bobby dan Noelle adalah karakter-karakter dengan permasalahannya sendiri akan tetapi berbagi bersama Craig soal bagaimana memandang kehidupan mereka yang seolah suram. Latar belakangnya bisa jadi berbeda akan tetapi imbasnya ternyata sama.

Menarik sekali melihat kerja duet Anna Boden dan Ryan Fleck (Half Nelson) dalam merangka ‘It’s Kind of a Funny Story’ menjadi film yang sederhana dalam becerita akan tetapi berhasil mengirimkan sinyal-sinyal hangat ke dada saat menyaksikan adegan-adegannya. Segalanya terasa menohok dan membuat kita dengan mudah dapat merasakan kegelisahan karakter-karakternya. Komedi dibangun melalui dialog dan juga situasi. Beberapa berdasarkan karakter yang, okelah, slapstik. Akan tetapi Boden dan Fleck juga berhasil membangun adegan-adegan yang menyentuh meski tidak harus menjadi over-melodramatis atau manipulatif secara emosinil.

Gilchrist bermain bagus sebagai sosok gelisah/depresif akan tetapi sedikit naif. Namun salut saya justru bagi Galifianakis dan Roberts. Keduanya berhasil memberikan penampilan yang sangat meyakinkan sebagai sosok dengan ambiguitas yang kental. Ada kerapuhan dalam ketegaran mereka. Karakater Galifianakis mungkin akan mengingatkan dengan streotipe yang diterimanya, akan tetapi ia mampu mengeluarkan emosi subtil saat diperlukan tanpa melulu bersandar pada gestur komikal. Sedang Roberts, wow, selain terlihat sangat cantik, ia memberikan penampilan yang sangat menawan dan…indie sekali, hehe. Yah tentu paham lah maksud saya. Jika konsisten dengan peran dan film yang mengharuskan dia memiliki karakter luas, tanpa harus terjebak peran-peran remaja tipikal yang sering dimainkannya (atau artis-artis remaja lain sebelum dia yang kini namanya menguap entah kemana), saya yakin Roberts akan sangat diperhitungkan dalam pentas sinema.

‘It’s Kind of a Funny Story’ memang memiliki sisi lucu di dalam ceritanya akan tetapi jelas ia film  yang hangat dan sangat menyenangkan sekali untuk ditonton Tanpa pretensi menggali aspek emosionil yang harus aspiratif, justru ia bisa menjadi aspiratif. Menegaskan bahwa hubungan antar persona dapat terjalin dimana dan kapan saja. Meski sebenarnya kemana arah film bisa dapat dengan mudah teretbak, akan tetapi proses menuju itu berhasil dibangun dengan sangat meggugah sekali. Dapat terjadi karena narasi yang membingkainya terjalin dengan rapi dan terukir secara menarik. Dan oh, sebagai catatan saja, saya suka sekali aransemen musik yang  dikomposisikan oleh Broken Social Scene disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s