Film Review: How To Train Your Dragon 3D (2010)

Semenjak kecil hingga dewasa, jujur saja, naga bukan lah sosok mitikal yang terlalu saya sukai. Menurut saya mereka terlalu mengerikan, meski kagumi kemampuan untuk meniupkan api dari tenggorokannya itu. Namun, setelah menyaksikan ‘How To Train Your Dragon’ (HTTYD) ini, semua persepsi saya berubah. Saya ingin naga sebagai pet saya!

Jujur, tidak ada keinginan saya untuk menyaksikan film ini sebelumnya, karena sudah cenderung berekspektasi rendah. Lha, judulnya saja secara verbal sudah menjelaskan isi filmnya secara keseluruhan, kan? Sampai, seorang teman yang menyatakan kepuasannya setelah menyaksikan, maka saya pun memutuskan untuk memberi film ini kesempatan. Dan, voila, this is truly a magical film, indeed.

Jarang sekali akhir-akhir ini ada film yang membuat saya begitu fokus kepada adegan di layar, kemudian merasakan sesak di dada karena haru, meluap karena gembira dan terpaku karena tegang. Dan itulah pengalaman saya selama durasi ‘How To Train Your Dragon”.

Ceritanya sebenarnya sederhana saja, Hiccup (Jay Baruchel) adalah putra ketua suku Viking Stoick (Gerard Buttler), yang kurang mempunyai kredibilitas dalam melawan gerombilan naga yang sering merecoki kampung mereka. Sampai ia bergabung dengan pelatihan penakluk naga bersama dengan Astrid (America Ferrera), si kembar Ruffnut (Kristen Wiig) dan Tuffnut (T.J. Miller), Snotlout (Jonah Hill) dan Fishlegs (Christopher Mintz-Plasse), dibawah asuhan Gobber (Craig Fergusson).

Tapi Hiccup tidak bisa menafikan jika dia tidak suka jika harus membunuh naga, apalagi ia menemukan naga jenis Night Furry yang diberinya nama Toothless. Diam-diam, ia malah melatih Toothless dan bersahabat dengannya. Melalui Toothless ia sadar jika para naga itu tidak seperti apa yang terlihat dan untuk menaklukan para naga, kekerasan bukan jalannya. Tapi, itu (tentu saja) sama sekali bukan pilihan sang ayah yang sangat membenci naga. Lantas, bagaimana Hiccup dapat membuktikan teorinya?

Dalam hanya 98 menit, HTTYD bercerita tentang banyak hal, kepahlawanan, anti-perang/kekerasan, hubungan ayah-anak, coming-of-age, komedi, romansa, persahabatan, fantasi, laga, eng……apa lagi ya? Dan yang pasti semua bisa diceritakan dalam takaran pas tanpa harus terlihat lebih menonjol antara satu dengan yang lain.

Saya acungi jempol dua sutradara Dean DeBlois dan Chris Sanders karena merancang film ini dengan presisi dalam perencanaan yang matang sekali, sehingga nyaris tidak ada adegan yang sia-sia. Plot dihadirkan secara padat serta berjalan dengan sangat lancar. Mereka sebelumnya telah mengerjakan ‘Lilo & Stitch’ (2002) untuk Disney, sehingga tidak heran jika Toothless sedikit mirip dengan Stitch kan?

Efek 3D-nya sendiri cukup memuaskan, meski bagi saya pribadi, tanpa perlu menyaksikan dalam versi tiga dimensi juga tidak mengapa., karena eksekusi per-adegan oleh DeBlois dan Sandres sudah sangat mentereng.

Yang menjadi sedikit catatan adalah pemakaian nama-nama seperti Jay Baruchel, Jonah Hill, Christopher Mintz-Plasse atau Kristen Wiig yang biasa bermain di film Judd Apatow. Ada apakah gerangan? Yang pasti mereka mengisi suara dengan menarik dan didukung pula oleh Gerard Buttler dan America Ferrera yang sudah tak usah disangsikan lagi kekuatan aktingnya, menjadikan HTTYD adalah sebuah film dengan ensemble cast yang kuat.

HTTYD adalah kontender untuk salah satu film terbaik tahun ini. Lupakan dia sebagai animasi untuk kanak-kanak, karena justru film ini mengandung nilai universal yang berlaku untuk semua umur. Dan yang paling penting, HTTYD adalah pengalaman sinematis yang menakjubkan. Sangat direkomendasikan.

Advertisements

3 thoughts on “Film Review: How To Train Your Dragon 3D (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s