In Focus: MARCH 2011

Jaka Sembung

Barry Prima adalah salah satu idola saya semasa kecil. Nyaris setiap filmnya saya sempatkan untuk ditonton, terutama film-film bergenre silat. Bahkan beberapa filmnya saya saksikan ulang tanpa bosan-bosan. Bagi saya ia perwujudan sosok pendekar yang siap membela kebenaran dengan mengandalkan kemampuan olah kanuragannya yang tinggi.

Dilahirkan di Bandung pada tahun 1952, dengan nama asli Hubertus Knoch, Barry Prima sampai saat ini sudah membintangi sebanyak lebih dari 70 film layar lebar dan beberapa serial televisi. Karirnya dimulai dari tahun 1978, namun bersinar di era 80-an dengan membintangi banyak sekali film bergenre silat. Memasuki era 90-an, ia masih terlibat dalam beberapa produksi. Demi mengikuti trend pasar, maka film-film Barry di era ini, meski tetap bertema laga, pun tak luput dari bumbu adegan erotis yang memang menjadi ciri khas kebanyakan film yang dirilis pada tahun 90-an. Setelah industri film Indonesia memasuki fase hibernasi, Barry Prima pun hiatus dari industri yang membesarkan namanya.

Golok Setan

Sampai pada tahun 2005 ia kembali lagi ke layar perak atas ajakan sutradara muda Joko Anwar yang mengidolakannya untuk mendukung debut film Joko yang berjudul Janji Joni. Setelahnya, Barry Prima pun terlibat untuk produksi beberapa judul sampai saat ini. Namun, umumnya ia menerima peran-peran yang tidak mengharuskannya terlibat dalam adegan bak-bik-buk, karena memang di era 2000-an, jarang sekali film Indonesia yang bercorak laga. Bahkan untuk film Realita, Cinta dan Rock n’Roll, karya sutradara perempuan muda Upi, ia dengan berani mengambil peran sebagai seorang transeksual yang diperaninya dengan sangat baik dan menyebabkan karakternya tersebut begitu memorable bagi penonton.

Barry Prima kini bisa disebut sebagai salah satu aktor legendaris Indonesia yang bahkan kepopulerannya telah merambah ke mancanegara. Terimakasih untuk masifnya peminat film-film tahun 80-annya oleh banyak movie-goers asing yang menganggap film-filmnya sebagai exploitation films, kini banyak  dari judul-judul dalam daftar filmografinya telah memeroleh status cult pula.

Oleh karenanya, tidak salah pula saya memberikan kehormatan pada sang aktor kharismatis dengan mempersembahkan Barry Prima sebagai In Focus pertama untuk blog SayaCeritaFilm.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s