Film Review: Like Grains of Sand (1995)

Like Grains of Sand

Stop pretending to be kind…

Pubertas dan segala dilemanya. Siapa saja yang pernah mengalaminya tentu paham betapa menggelisahkan dan menyusahkan masa tersebut, terutama mengenai masalah perasaan dan seksualitas. Walau mempunyai karakter yang berorientasi seksual sebagai seorang homoseksual, ‘Like Grains of Sand‘ (Nagisa no Shindobaddo – 渚のシンドバッド) bukan film tentang homoseksualitas, namun lebih memfokuskan diri pada tema kegelisahan remaja, persahabatan dan disorientasi.

Shuji Ito (Yoshinori Okada), seorang remaja SMA di Tokyo, sangat “menyukai” karibnya yang bernama Hiroyuki Yoshida (Kouta Kusano) yang ramah. Namun Ito tidak berani merusak persahabatannya dengan Yoshida dan mencemarkan reputasinya sebagai remaja ‘straight‘ di sekolahnya. Tentu saja ini menyebabkan beban batin yang menyesakkan perasaan Ito. Sementara itu datang siswi baru bernama Kasane Aihara (pop star, Ayumi Hamasaki) yang cenderung introvert dan penyendiri. Aihara tampaknya memahami perasaan Ito dan semenjak itu mereka pun berteman.

Keadaan menjadi lebih sulit bagi Ito saat sahabatnya yang lain, Kanbara (Kouji Yamaguchi), mengetahui jika Ito seorang gay dan menyukai Yoshida dan dikarenakan kebingungan Kanbara akan hal tersebut, ia malah menyebar-luaskan rahasia yang dipendam Ito. Yoshida yang baik hati tidak menyalahkan sahabatnya itu dan mencoba memahami perasaan Ito. Bahkan ia memperbolehkan Ito untuk menciumnya! Namun, walau ia sadar tidak merasakan hal yang sama dengan Ito, ia tetap berteman dengan Ito. Di sisi lain Yoshida sendiri ternyata menunjukkan perasaan suka terhadap Aihara. Aihara sendiri menafikan perasaan Yoshida, karena ia sendiri menyimpan rahasia memilukan yang menyebabkan ia menolak setiap stimulan bersifat seksual. Lantas bagaimanakah konflik antara tiga remaja ini terkulminasi?

Jika melihat plotnya yang terlihat melodramatis diatas, maka sepertinya ‘Like Grains of Sand’ adalah film remaja yang tipikal dan menekankan pada romansa klise. Ternyata persepsi tersebut adalah suatu kesalahan. Ryōsuke Hashiguchi, sang sutradara, lebih menekankan pada interaksi antar karakter dengan realisme yang kental. Hashiguchi secara akurat memperhitungkan presisi setiap adegan untuk elaborasi motivasi dan perasaan karakternya. Hanya saja ini menyebabkan film berjalan dengan tempo yang melambat.

Itu mungkin memang diperlukan. Ito, Yoshida, Aihara dan Kanbara adalah tipologi remaja yang bingung akan friksi yang terjadi pada diri mereka dan tidak mendapat sugesti atau dukungan yang semestinya dari orang dewasa di sekitarnya. Ini menyebabkan mereka belajar mengidentifikasi masalah dan menemukan sendiri solusinya. Agar penggambaran karakter mereka tidak mengarah dalam stereotipe yang umum berlaku, Hashiguchi sengaja membiarkan plot berjalan merangkak, pelan-pelan, namun pasti, sehingga tergambarkan dengan jelas.

Walhasil, ‘Like Grains of Sand’ bukanlah film remaja yang penuh warna dan gegap gempita. Film adalah sebuah studi tentang sub-kultur remaja dalam bentuk yang paling organisnya, romansa. Romantisme adalah bagian dari kehidupan seorang remaja, karena di fase usia begini mereka mulai mengenal karakter individu lain juga untuk tertarik secara afeksi. Meski terlihar remeh bagi orang dewasa, namun sebenarnya merupakan permasalahan pelik bagi remaja yang mengalaminya. Film kemudian tidak lagi berbicara soal romantisme akan tetapi juga eksistensi.

Pada akhirnya ‘Like Grains of Sand’ adalah film yang kuat karena didukung dengan perkembangan cerita yang subtil dan pengarahan Hashiguchi yang moody. Dan film ini seakan membuktikan jika film remaja tidak melulu hanya berbicara tentang cinta-cintaan belaka, karena dunia remaja lebih luas dari itu.

 

Advertisements

One thought on “Film Review: Like Grains of Sand (1995)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s