Film Review: Inside Job (2010)

Tentu ada alasan yang kuat mengapa ‘Inside Job‘ memenangkan Oscar untuk Film Dokumenter Terbaik tahun ini. Dengan memaparkan serta menganalisa krisis keuangan global yang terjadi di tahun 2008 yang lalu, jelas menarik perhatian, tidak hanya kalangan juri akan tetapi juga khalayak umum yang ingin mengetahui apa dan bagaimana krisis itu sebenarnya.  Dengan gamblang dan tajam film pun mengungkapkan problematika serta polemik yang melandasi krisis tersebut.

Jujur saja, saya awam sekali mengenai topik yang diangkat oleh dalam ini, sehingga sebelum menonton filmnya saya menyempatkan diri untuk mencoba menggali data serta informasi tentang krisis yang sempat menggoyahkan pondasi ekonomi makro tersebut. Karena memang saya kurang paham tentang isu tersebut, saya cukup mendapat kesulitan untuk dapat benar-benar menyelami kronika yang terjadi. Beruntung saya sudah membekali diri saya dengan informasi tersebut karena kalau tidak sepertinya saya akan cukup terseret dalam pusaran kebingungan yang luar biasa saat menyimak film ini. Bukan berarti ini film yang akan membingungkan penontonnya. Tentu saja tidak, akan tetapi lebih kepada alasan pribadi yang bersifat teknis saja. Saya yakin, film ini pastilah akan membuka mata kita akan bahaya laten maupun manifes yang diakibatkan oleh krisis keuangan tersebut.

Sutradara film, Charles Ferguson, dengan sangat komprehensif memaparkan realitas yang ingin disampaikan. Tidak hanya berdasarkan data serta riset akan tetapi juga wawancara-wawancara mendalam bersama para narasumber yang terlibat dalam krisis tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berkompeten dalam mengatasi krisis maupun pihak-pihak yang berada dibalik terjadinya krisis. Ada beberapa nama yang kurang berkenan memberi suara mereka, meski sebenarnya nama-nama tersebut signifikan dalam memberikan informasi yang akurat, akan tetapi Ferguson cukup kreatif dengan memasukkan mereka kedalam bangunan struktur narasi melalui sumber data sekunder, sehingga bisa kita sebutkan jika ‘Inside Job’ memiliki data yang cukup faktuil dan shahih.

Dengan dibantu oleh suara aktor terkenal Matt Damon sebagai narator, film dibagi dalam empat bab, yang secara kronologis memaparkan permasalahan, dimulai dari penyebab sampai solusi. Memang, saya tidak bisa menghindarkan perasaan jika film terasa sangat metodikal, seolah-olah tengah melihat tayangan visual dari sebuah makalah tebal yang teknis sekali, akan tetapi Ferguson cukup tangkas menyusun ritme yang cepat dan juga menyelipkan “drama” dari respon negatif informan yang tersudutkan oleh pertanyaan yang diajukan, sehingga film tidak terasa datar, seolah-olah ada  karakter protagonis dan juga antagonis yang melandasi ceritanya.

Dibuka dengan pemaparan krisis ekonomi yang terjadi di Islandia, sebuah negara Eropa yang cukup maju, menjadi conton mikro dari permasalahan yang akan digali selanjutnya dalam film, menegaskan jika kemapanan ekonomi tidak akan menjamin sebuah negara akan terhindar dari krisis. Dan saat film mulai masuk ke “menu utama”, yaitu Amerika Serikat, film kemudian seolah membuka mata kita bahwa sistem yang salah bisa saja disebabkan oleh pelaku penggerak sistem yang salah pula.

‘Inside Job’ memaparkan jika problematika yang terjadi justru terjadi diakibatkan oleh keputusan-keputusan tidak tepat sasaran yang diambil oleh oknum yang seharusnya menghindarkan sistem dari error. Sekali lagi uang dan kekuasaan memainkan peran penting dalam menyebabkan suatu permasalahan. Meski dipaparkan secara teknis, akan tetapi film membuka mata kita, bahwa sampai kapanpun kekuasaan (biasanya) akan selalu dipegang oleh orang-orang yang mengincar keuntungan pribadi semata. Meski tidak menawarkan solusi yang efektif, akan tetapi setidaknya film membuka mata kita akan sebuah conondrum yang sebenarnya usang akan tetapi tidak lekang oleh waktu dan senantiasa harus kita cermati.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s