Film Review: Twitch Of The Death Nerve (1971)

Twitch of the Dead NerveSebelum banyak beredar film-film yang mengandalkan tubuh-tubuh yang dimutilasi dan dibantai sosok misterius yang kemudian kita kenal dengan slasher, Mario Bava, empu giallo legendaris asal Italia telah lebih dahulu mengenalkan konsep tersebut melalui film-filmnya. Bahkan ‘Twitch Of The Death Nerve’ (Ecologia del Delitto) disebut-sebut sebagai inspirator utama formula dari film-film slasher yang kemudian menjadi pioner, seperti ‘Black Christmas’ (1974) atau ‘Friday The 13th’ (1980).

Dibuka dengan adegan yang melankolis, seorang perempuan tua berkusi roda memandang keluar jendela yang pekat, karena gelapnya  malam, dengan pandangan suram dan diiringi musik yang tak kalah sentimentilnya. Tiba-tiba sesosok tubuh menyergapnya dan menggantung dirinya. Si pembunuh tampak senang karena berhasil melaksanakan “tugas”-nya sampai seseorang yang tak terlihat dengan bertubi-tubi menikam dirinya. Sungguh adegan pembuka yang mendebarkan dan mengejutkan. Pembunuhan ganda! Begitu inventif bahkan untuk standar masa kini.

Untuk adegan selanjutnya, terus terang tidak begitu penting untuk dapat menjelaskan plot secara keseluruhan, kecuali berkisah tentang sebuah rumah  ditepi pantai yang menjadi saksi kekejaman manusia yang dengan gampang menghabisi nyawa manusia lain dengan alasan yang sangat egosentris dan kemudian diakhiri dengan adegan penutup yang mengejutkan. Diluar dugaan adegan tersebut justru sangat tepat sebagai epilog serta menawarkan moral yang pantas untuk kisahnya.

‘Twitch Of The Death Nerve’ mungkin mempunyai plot yang setipis kertas, akan tetapi Bava dengan terampil menampilkan pembunuhan demi pembunuhan sebagai penggerak cerita dan filosofinya. Setiap karakter terkait berdasarkan salah satu naluri mendasar manusia, bertahan hidup! Hanya saja disini caranya sungguh kurang manusiawi karena dengan mengorbankan manusia lainnya demi kepentingan lainnya. Homo homini lupus menjadi semboyan mereka.

Kematian ditampilkan dengan efek gore yang sangat meyakinkan, meski jika kita bandingkan dengan banyak film yang beredar saat ini tidaklah begitu istimewa. Akan tetapi harap dicatat jika film ini dirilis 40 tahun yang lalu. Dengan segala keterbatasanya, tentu saja sudah sangat mengagumkan. Jika sudah pernah menyaksikan ‘Friday The 13th part 2’ (1981) pasti langsung ingat adegan mana di film ini yang kemudian dikloning dengan sempurna oleh film tersebut.

Memang ada sedikit sempalan dengan kehadiran sekelompok remaja yang terdampar disebuah lokasi kosong dan kemudian sosok misterius menghabisi mereka satu persatu (kelihatannya familiar, eh?), akan tetapi yang menjadikan ‘Death Nerve’ superior, bahkan jika dibandingkan dengan banyak film sejenis yang muncul kemudian, adalah konsep body count tidak melulu dieksploitasi sebagai scare tactic atau mengejar target memenuhi film dengan kengerian akan tetapi sangat koheren terhadap bangunan narasinya. Bukan hanya sekedar tebas-bacok akan tetapi secara implisit mempunyai maksud dan tujuan.

Pada dasarnya premis ‘Death Nerve’ adalah sebuah murder mystery dengan konsep who dunnit dan red herring yang tipikal, akan tetapi tampil dengan kompeten karena dipenuhi dengan atmosfir kelam yang cukup intens. Menjadi sedikit masalah karena dengan durasi hanya 84 menit, terkadang temponya terasa draggy dan dibeberapa bagian pencahayaan terasa kurang efektif sehingga film terasa terlalu gelap dan agak sulit melihat apa yang tengah terjadi dilayar.

Apakah ‘Twist Of The Death Nerve’ merupakan film terbaik dari Mario Bava? Belum tentu juga. Mungkin ‘Blood and Blood Lace’ (1964), film yang dirilis jauh sebelum ini tampil dengan lebih baik dan efektif. Akan tetapi sebagai salah satu sesepuh dari sub-genre slasher, ia telah “membantu” kelahiran sub-genre tersebut dan juga meletakkan sebuah platform akan formula yang kemudian banyak dipakai oleh penerusnya. A-must-see for the genre’s fans.

PS:

‘Twist Of The Death Nerve’ ternyata merupakan salah satu film dengan judul alternatif terbanyak. Ia juga dapat ditemukan dengan judul: Carnage

    • Bay of Blood
    • Chain Reaction
    • Bloodbath
    • Ecology  Of Murder
    • Last House On The Left part II

    Twitch of the Dead Nerve

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s