Film Review: Julia’s Eyes (2010)

Julia's Eyes
Nama Guillermo Del Torro akhir-akhir ini seolah telah menjadi semacam label untuk film horor yang berkualitas. Setelah keberhasilan ‘The Orphanage‘ (2007), maka lagi-lagi ia menjadi produser untuk sebuah film Spanyol yang mengandalkan suspensi dan kengerian sebagai atraksi utama. Kali ini giliran sutradara Guillem Morales yang mendapat jatah duduk di bangku sutradara, sementara aktris Belén Rueda kembali didapuk sebagai pemeran utama dalam sebuah thriller-suspens-horor berjudul ‘Julia’s Eyes’ atau Los ojos de Julia.
Dibuka dengan adegan yang memperlihatkan seorang perempuan buta bernama Sara (Belén Rueda) yang terlihat sangat terguncang dan ketakutan. Dalam kekalutannya ia kemudian menggantungdirinya. Kematian Sara yang tidak wajar membuat saudari kembarnya Julia (juga Belén Rueda) merasa curiga. Julia sendiri ternyata tengah diancam kebutaan, menyusul saudarinya tersebut, sehingga gerak-geriknya yang mencoba menyelidiki kematian Sara membuat cemas suaminya, Isaac (Lluís Homar). Saat kemudian Julia benar-benar menghadapi kebutaan, kecurigaanya seolah-olah menjadi nyata karena sesosok misterius mulai membayangi kehidupannya.

Skrip yang ditangani oleh Guillem Morales dan juga Oriol Paulo memang tidak memberikan ruang yang terlalu besar untuk elemen horornya, karena film cenderung mengambil gaya narasi thriller dengan suspensi yang menegangkan. Meski atmosfir suram tetap dijaga dengan mengandalkan visual-visual pucat tapi indah garapan penata kamera Óscar Faura.

Audrey Hepburn pernah menjadi seorang buta yang diteror oleh sosok jahat dalam film klasik ‘Wait Until Dark’ (1967). Meski lawas akan tetapi film tersebut sama sekali belum kehilangan momentumnya dalam memberikan rasa cekam yang akut dan menegangkan, sesuatu yang rasanya sulit didapat dari ‘Julia’s Eyes’ ini. Morales tidak cukup tangkas untuk dapat mengeksekusi adegan-adegan yang mendebarkan atau membuat penasaran. Dalam durasi 112 menit, film lebih banyak berputar-putar dalam eksposisi dan drama. Tidak ada salahnya sebenarnya, akan tetapi sebagai sebuah thriller, setidaknya suspensi yang bernas haruslah dijaga.

Film seolah kendur dalam intensitas, sehingga tidak terasa menegangkan. Twist yang ditawarkan sebenarnya mempunyai ide yang cukup menarik akan tetapi terasa mengada-ada dan kurang kuat, ditambah lubang-lubang yang menganga didalam ceritanya seolah-olah enggan untuk ditambal, yang pada akhirnya malah membuat kening penonton yang awas menjadi berkerut. Sebuah nilai jelek tentu saja.

Akan tetapi ‘Julia’s Eyes’ mempunyai momen-momennya sendiri. Narasi berjalan dengan cukup lancar dan satu yang penting film berhasil menghindarkan jebakan monotonisme yang akan menghasikan kebosana. Yep, Morales cukup mulus menghadirkan pace medium tapi tidak berlarat. Tentu saja dukungan akting Rueda yang mumpuni sangat membantu dalam mengkreasikan sebuah plot yang mengalir. Rueda memberikan intensitas yang diperlukan bagi karakter (-karakternya), meski sebenarnya karakter Julia ini cenderung menyebalkan dan annoying. Kita tetap dapat bersimpati dengannya.

Meski belum mampu menyusul kualitas yang ditawarkan oleh ‘The Orphanage’ akan tetapi ‘Julia’s Eyes tetap menarik untuk diikuti. Kehadiran film ini seolah menegaskan visi Guillermo Del Torro akan film horor yang tidak melulu mengejar sensasi kengerian murahan akan tetapi berkelas dan rapi. Jujur, pada akhirnya saya sudah tidak sabar dengan rilisnya ‘Don’t Be Afraid of The Dark’ yang merupakan proyek Del Torro selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s