Film Review: Return Of The Sentimental Swordsman (1981)

Return of the Sentimental SwordsmanKu Lung adalah salah seorang pengarang cerita silat (cersil) kenamaan yang karya-karyanya kini dapat disandingkan dengan penulis cersil kenamaan lainnya seperi Chin Yung atau Liang Yu-shen. Berbeda dengan dua seniornya tersebut, karya-karya Ku Lung relatif lebih banyak dari segi kuantitas, meski secara kualitas masih dapat diperdebatkan. Selain itu ia cukup rajin menciptakan karakter-karakter yang fenomenal dan legendaris, seperti Pendekar Harum Chu Liu-xiang, Pendekar Empat Alis Luk Xiao-feng dan juga si Pisau Terbang, Li Xin-hoan.

Serial silat Ku Lung juga selalu menjadi materi bagi salah seorang sutradara kenamaan andalan Shaw BrothersChu Yuan, untuk memberikan kita film-film yang dipenuhi dengan serangkaian duel seru dalam romantisme dunia persilatan yang dipenuhi dengan problematika yang ruwet. ‘Return of Sentimental Swordsman’ (1981) atau Mo Jian Xia Qing – 魔剑侠情 adalah salah satu film yang diangkat dari cersil popular Ku Lung sekaligus sikuel dari ‘The Sentimental Swordsman’ (1977) yang juga diarahkan oleh Chu Yuan. Kali ini si Pisau Terbang Xiao Li Fei Tao Li Xin-hoan yang mendapat giliran mengajak kita masuk ke cerita penuh intrik ala Ku Lung.

Ti Lung, yang merupakan aktor kesayangan Chu Yuan untuk menghidupkan karakter-karakter rekaan Ku Lung, “bertugas” sebagai Li Xin-hoan, yang meski digjaya dan memiliki reputasi tinggi di kang-ouw, namun juga seorang pemabukan yang patah hati. Setelah peristiwa yang terjadi dialam film pertamanya, Xin-hoan menghilang dan tak jelas kabar beritanya sampai ia muncul kembali karena ia mendengar kediaman pujaan hatinya, Lin Shin-yin (Ching Li) akan didatangi oleh sosok-sosok berbahaya. Disana ia malah bertemu dengan seorang pendekar aneh bernama Kuo Sung-yang (Yo Hoa). Lantas mereka bertarung dan Xin-hoan memenangkan pertarungan tersebut. Tidak alam kemudian seorang pendekar muda yang mengandalkan tangan kirinya bernama Jing Wu-ming (Fu Sheng) menantang duel Sung-yang yang mengira ia sebagai Xin-hoan.

Ditempat lain Xin-hoan mengunjungi sahabatnya, A-Fei (Derek Erl Tung-shen) yang kini telah menggantung pedang dan hidup menyepi bersama kekasihnya Lin Hsien-erh (Linda Chu). Namun kemudian Xin-hoan menemukan kejanggalan dengan prilaku Hsien-erh dan kemudian memutuskan untuk menyelidikinya. Ternyata Hsien-erh tidak terlihat seperti yang ditampilkannya. Semua itu ternyata berhubungan dengan pimpinan Money Clan, Shangguang Jinhong (Ku Feng) yang berniat menguasai dunia persilatan.

Jangan bingung membaca sinopsis film ini yang sepertinya kurang koheren karena demikianlah ciri khas kisah-kisah seorang Ku Lung, yang selalu menampilkan dinamika dunia persilatan yang penuh dengan intrik dan memusingkan serta karakter-karakter yang amat banyak jumlahnya. Chu Yuan tentu saja sudah sangat familiar dengan tipologi narasi Ku Lung itu karena bertahun-tahun berpengalaman menghasilkan film dari kisah-kisahasli yang direka olehnya.

Ti Lung dan Erl Tung-shenTapi bisa kita sebutkan jika ‘Return of the Sentimental Swordsman’ adalah salah satu karya terbaik Chu Yuan, karena ia berhasil menampilkan plot yang sepertinya tak jelas juntrungan pada awalnya namun kemudian perlahan-lahan mulai menunjukkan bentuk sebenarnya dengan padat. Keberhasilan lain adalah dengan masuknya banyaknya karakter-arakter satelit kedalam cerita tanpa perlu terasa terlalu dipaksakan. Pada dasarnya film ini memang tidak banyak bedanya dengan film-film Chu Yuan-Ku Lung lainnya. Adegan duel yang terlalu teatrikal, lokasi yang lebih banyak berada di studio Shaw Brothers dan pemain-pemain yang itu-itu saja.

Masalah pemain, jika sudah menyaksikan prekuelnya, tentu saja maklum jika Ti Lung dan Derek Erl Thung-shen kembali lagi untuk mengulangi peran mereka. Yang sedikit aneh dan mungkin membingungkan adalah penampilan kembali  Ching Li, Yo Hoa dan Ku Feng sebagai karakter-karakter yang jelas berbeda dari yang mereka perankan sebelumnya. Tampaknya sistem bintang milik Shaw Brothers-lah yang menyebabkan mereka harus melakukan hal tersebut dan selain karena mereka merupakan aktor langganan Chu Yuan, namun juga merupakan barisan bintang reguler milik Shaw Brothers.

Karakterisasi memang terasa kurang kuat dalam perkembangannya, disaat sebenarnya mereka mempunyai materi untuk dapat tampil lebih berwarna lagi. Contohnya adalah karakter Jing Wu-ming yang diperankan oleh Fu Sheng (kalau jeli mengamati aktor ini selalu memiliki gaya rambut yang sama disetiap filmnya). Biasanya Fu Sheng memainkan karakter protagonis yang  naif atau konyol, akan tetapi disini ia berkesempatan memasuki wilayah abu-abu yang cenderung bergradasi hitam dan kompleks. Sayangnya, skrip tidak mengizinkan karakternya untuk dapat tampil lebih jauh sehingga nyaris tampil sebagai karakter satu dimensi yang tipikal. Begitu juga sub-plot yang berkisah tentang hubungan A-Fei dengan kekasihnya, Lin Hsien-erh. Hsien-erh adalah karakter yang memiliki kepribadian yang ganda, lembut pada satu sisi dan manipulatif juga jalang di bagian lain. Sayang ia kemudian ditampilkan tidak lebih hanya sebagai karakter carboard yang jenerik saja.

Terlepas dari itu, ‘Return of Sentimental Swordsman’ cukup memberi asupan yang mendalam tentang filosofis dunia kang-ouw atau jiang-hu itu sendiri, dimana kependekaran sepertinya begitu menguras kehidupan mereka sebagai seorang manusia “normal”, dimana etika duel seolah-olah menjadi satu-satunya jalan hidup yang harus ditempuh dan memutuskan koneksi antar-personal yang lebih manusiawi. Chu Yuan kemudian memoles ironi tersebut dengan menampilkan jagoan-jagoan yang, sepertinya judulnya, sentimentil dan melankolis. Terdesak oleh kepentingan personal namun juga harus menjaga nama besar mereka. Dikisahkan ada sebuah daftar yang berisi daftar peringkat kependekaran dan pada akhirnya banyak dari pendekar yang masuk dalam daftar tersebut mencoba untuk “naik kelas” dengan mengeliminasi saingan-saingannya, terutama yang berada diatasnya. Bahkan jagoan kita sekalipun terpengaruh setiap tindak-tanduknya oleh sistem kasta seperti ini. Konflik kepentingan inilah yang kemudian menjadi tema sentral dalam kisahnya.

Pada saat dirilis, ‘Return of the Sentimental Swordsman’ sukses besar. Tidak hanya menangguk keuntungan komersil namun juga pujian dari para kritikus. Sebenarnya, jika kita menilik dari standar masa kini, film ini memang tidak terlalu istimewa. Akan tetapi sebagai seorang penggemar film-film silat keluaran Shaw Brothers, jelas ini salah satu film wajib tonton. Tidak hanya merupakan karya terbaik dari Chu Yuan, akan tetapi kapan lagi kita melihat banyak bintang ternama Shaw Brothers seperti Ti Lung, Derek Erl Tung-sen, Fu Sheng dan juga Yo Hoa berada dalam satu film, selain penampilan istimewa nama-nama populer seperti dari Kara Hui Ying-hung, Lo Lieh, Ku Feng, Li Yung dan Yuen Hua. Tapi yang lebih penting lagi, mengulang memori untuk menyaksikan film-film silat klasik ala Shaw Brothers yang seru juga mengharu-biru.

Poster Return of the Sentimental Swordsman
Poster rilisan wilayah Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s