Film Review: Attenberg (2010)

Dalam Attenberg, nama Giorgos Lanthimos (Dogtooth) tercatat sebagai salah produser dan juga salah satu pemain utama. Tentu saja kita kemudian dapat menebak-nebak arah aliran dan juga atmosfir apa kiranya film arahan Athina Rachel Tsangari ini. Jadi, bersiaplah untuk segala “keanehan” yang cukup absurd, meski relatif lebih “ringan” dibandingkan Dogtooth tadi. Attenberg adalah film panjang kedua Athina setelah The Slow Business of Going di tahun 2000. Jeda waktu selama satu dekade tampaknya tidak lantas menjadikan Athina gagap dalam menyampaikan isi filmnya. Ditangannya, Attenberg menjadi sebuah komedi gelap yang anehnya, meski menggelikan, namun juga terasa sangat murung dan pedih.

Berkisah tentang Marina (Ariane Labed), seorang gadis berusia 23 tahun yang hidup berdua bersama ayahnya yang tengah sekarat, Spyros (Vangelis Mourikis). Hubungan ayah dan anak ini memang cenderung unik dan istimewa, karena kedekatan yang mereka jalin adalah hasil dari hilangnya peran feminin dalam keluarga mereka. Marina digambarkan sebagai sosok yang sedikit kekanak-kanakan dan ceplas-ceplos, jika tidak mau disebut kasar. Satu-satunya “sahabat” yang dipunyainya adalah Bella (Evangelia Randou), yang meski menjadi partner Marina dalam berbagai “eksperimen” namun sebenarnya hubungan mereka malah terasa dingin, seolah-olah Marina dan Bella adalah rekan sejawat dalam “keanehan”.

Namun sebenarnya Marina sedikit cemburu dengan Bella yang lebih berpengalaman dalam hal laki-laki ini, sehingga saat ia menaruh perasaan pada seorang pria (Giorgos Lanthimos), alih-alih bertanya kepada Bella, ia justru mengeksplorasi seksualitasnya sendiri. Uniknya, sang pria tidak keberatan. Keempat karakter ini kemudian menjadi pengantar narasi akan peliknya dinamika hubungan sosial, terutama diantara pribadi-pribadi yang mungkin sedikit disfungsional.

Attenberg sendiri berasal dari nama sutradara/aktor/produser terkena, Sir Richard Attenborough, dimana film dokumenternya yang mengupas tentang kehidupan Gorilla di Afrika menjadi tontonan favorit Marina dan sang ayah. Dan ternyata film ini terinspirasi pula oleh serial doumenter yang ditayangkan oleh Sir Richard Attenborough di statsiun televisi BBC, The Trials of Life: A Natural History of Behaviour.  Menilik ini, dapat diasumsikan jika Athina berkeinginan menyampaikan kisahnya melalui sudut pandang antropologis, dari pada psikologis yang awam dilakukan oleh banyak film yang membahas soal karakter.

Benar sekali. Film lebih mengandalkan karakterisasi dan juga mimik serta gestur ketimbang mengolah plot kompleks yang berkaitan dengan ranah kejiwaan. Dengan insertasi fragmen-fragmen mini yang menampilkan Marina dan Bella yang melakukan tari-tarian bergaya tribal, kesan tersebut sulit untuk dihapus. Ini mungkin membuat film terlihat tidak linear dan sedikit membingungkan, meski sebenarnya justru film tampil sangat sederhana, jika saja kita fokus pada apa yang Athina jabarkan dalam struktur narasinya.

Attenberg berfokus pada Marina dan hubungannya dengan orang-orang disekitarnya (sang ayah, sang sahabat dan sang gebetan), dan juga sudut pandangnya yang sedikit diluar kebiasaan. Sebagai sebuah satir, sayangnya Athina cenderung terlalu ambigu, sehingga jika ada pesan yang ingin disampaikan kepada penonton, rasanya kurang tersalurkan dengan meyakinkan. Jika ia ingin mencela konsep normatif yang terjadi di Yunani misalnya, maka kesan yang di dapat penonton justru surealisme politik tubuh seorang perempuan. Atau lainnya, tergantung pemahaman penonton setelah menyaksikan filmnya. Bisa saja terjadi.

Yang pasti, Attenberg yang dikabarkan akan menjadi perwakilan Yunani di ajang Oscar mendatang ini, adalah sebuah film yang menarik perhatian untuk menyelami maknanya secara lebih mendalam, sekaligus mengingatkan kita bahwa manusia itu adalah mahluk yang teramat kompleks dan tidak bisa diukur melalui satu katalis saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s