Best 40 Album of 2011 – Part3 (20-11)

20. Portamento (The Drums)

Berselang satu tahun dari debut mereka, trio Jonathan Pierce (vokal, drum), Jacob Graham (synthesizers) dan Connor Hanwick (guitar) yang tergabung dalam The Drums sudah meluncurkan album kedua mereka,  Portamento. Masih mengusung rock-alternatif minimalis yang mengandalkan, tentu saja, drum. Imbuhan new-wave dan post punk pun mempercantik lagu-lagu yang mereka bawakan. Vokal yang sedikit terpengaruh oleh unsur lo-fi tak pula mengurangi keasyikan untuk mendengarkan sentuhan rockabilitas mereka. Memang, mungkin terdengar terlalu tipikal dan standar, namun percayalah, The Drums selalu bisa mengajak kita untuk terjebak dalam lagu-lagu mereka yang sangat mudah untuk dicerna.

19. What Did You Expect from the Vaccines? (The Vaccines)

Kembali lagi album milik band pengusung post-punk masuk ke dalam daftar ini. What Did You Expect from The Vaccines? adalah debut album milik The Vaccines, band asal Inggris yang terbentuk di tahun 2010. Album ini mencetak sejarah dengan menjadi band debut dengan penjualan terbaik untuk tahun 2011. Setelah menyimak album ini, rasanya The Vaccines pantas untuk memperoleh keberhasilan ini. Sebagaimana umumnya band asal Inggris, mereka mampu untuk mengolah formula lama menjadi sesuatu yang berkarakter dan menyegarkan untuk di dengar. Simak saja Post Break-Up Sex yang dinyanyikan dengan sangat santai dan agak slengean tersebut, satu diantara lagu seru yang terdapat di dalam album ini.

18. Ghost Bird (Zee Avi)

Zee Avi mungkin masih berusia 25 tahun, namun bakat yang dimilikinya sudah memberikan dirinya dua album yang menarik. Sebagai penduduk asli Malaysia, lebih tepatnya Sarawak, dikenal dalam skala internasional tentu saja merupakan prestasi lainnya yang patut untuk dicermati. Menyusul album debutnya di tahun 2009, jelas ekspektasi cukup melambung terhadap album keduanya, Ghostbird. Untunglah harapan tidak meleset, karena sekali lagi Zee Avi akan membawa kita dalam arus musiknya yang menyenangkan.Nuansa folk yang kental sekali lagi memang mewarnai Ghostbirds. Dan ini didukung pula oleh vokal Avi yang seolah-olah memang terlahir untuk menyanyikan lagu-lagu seperti ini. Zee Avi sekali lagi membuktikan bahwa ia memang memiliki talenta yang besar dan meski mungkin pilihan musiknya tidak akan mengangkat namanya ke jenjang superstar, akan tetapi ia mempunyai kelebihan yang masif dan jarang dimiliki oleh artis lainnya; bernyanyi dengan jujur dan indah. Full review.

17. Safari Disco Club (Yelle)

Safari Disco Club adalah album kedua Yelle setelah debut mereka di tahun 2007 dengan Pop Up. Trio pengusung elektro-pop asal Perancis ini kembali lagi mengajak kita untuk mendengarkan berbagai komposisi yang mengandalkan berbagai bebunyian mesin namun tanpa harus mengurangi eklektisme dalam bermusik. Pilihan pada aransemen yang tak biasa serta pemilihan nada-nada yang minor justru menjadi kelebihan tersendiri. Tidak heran jika lagu-lagu ini tidak terdengar jenerik apalagi pasaran. Mendengarkan Yelle dalam bahasa Perancis yang seksi adalah bonus yang bisa kita santap. Sensual dan menggoda.

16. Born This Way (Lady Gaga)

Berbeda dengan The Fame (2008), yang merupakan album debutnya sebagai Lady Gaga, kali ini Stefani Joanne Angelina Germanotta mulai bergerak kedalam ranah yang lebih gelap dan mengutilisasi sound-sound serta tema yang lebih gelap dan mungkin berat. Namun apakah ini berarti Born This Way kalah nge-pop dari album sebelumnya? Tidak juga. Menilik Born This Way secara keseluruhan kita pun dapat merasakan keinginan Gaga tersebut, karena album ini memang dipenuhi oleh lagu-lagu yang jelas seolah-olah berasal dari tahun 80-an, dengan penggunaan synth dan pola harmoni yang banyak dipakai di era tersebut. Born This Way seolah penegasan Gaga bahwa ia tidak hanya berniat mengemas album pop yang ringan namun cukup berkelas tanpa harus kehilangan ciri khas yang telah melekat pada dirinya. Full review.

15. Wonder World (Wonder Girls)

Kelebihan seorang JY Park adalah ia sangat konsern dengan kualitas album yang dikeluarkan oleh artis-artis dibawah naungannya. Dalam arti kata album-album tersebut mayoritas memiliki materi yang bagus dengan presisi yang matang, tidak melulu hanya mengejar beberapa lagu yang potensial sebagai hits namun melupakan lagu-lagu lainnya yang cenderung berfungsi untuk melengkapi. Demikian juga dengan Wonder World, album kedua milik girlband Korea Selatan, Wonder Girls. Single pertama, Be My Baby, yang sangat catchy justru adalah yang terlemah di album ini. Jadi bisa dibayangkan kualitas lagu-lagu yang terdapat di dalamnya. Mulai dari pop sampai RnB, setiap lagu dikomposisi secara matang dan berkelas. Sebuah album pop yang istimewa.

14. James Blake (James Blake)

Apa jadinya jika musik soul dipadukan dengan dubstep dan elektronika? Untuk mengetahuinya, mengapa tidak menyimak album debut milik James Blake ini? Penyanyi asal London, Inggris yang baru berusia 23 ini seolah-olah memiliki oldsoul di dalamk tubuhnya. Melodi-melodi beraroma vintage dengan tarikan vokal bergaya soul yang kental memenuhi albumnya. Namun keistimewaan album ini tidak melulu pada kekuatan vokal Blake, namun juga keberanian dia untuk melakukan eksperimen dengan mengeksplorasi sound-sound yang unik dan khas dan juga arsira dubstep yang padat dalam setiap komposisi lagu-lagunya. Hasilnya tidak hanya terdengar unik namun juga inventif dan tidak kalah dalam menyuarakan sisi emosionil yang inngin diungkapkan oleh James Blake. Sangat layak untuk disimak karya Blake selanjutnya.

13. Belong (The Pains of Being Pure at Heart)

Hal yang paling saya suka dari The Pains of Being Pure at Heart adalah kesederhanaan mereka. Lagu-lagu yang mereka kerjakan biasanya memiliki komposisi yang sederhana saja. Mengandalkan perpaduan antara pop dan rock dengan balutan distorsi gitar yang tak terlalu memekakkan telinga. Namun yang paling menarik perhatian adalah ketika lagu-lagu tersebut sangat menyenangkan untuk disimak dan terutama dapat menjadi teman yang setia saat harus menyendiri atau berkontemplasi. Bukan berarti lantas lagu-lagu mereka memiliki lirik yang dalam, namun sentuhan personal dalam setiap materinya begitu tepat guna dalam menjadi “rekan virtual” tadi. Dan Belong, album kedua band indie asal New York ini bukan pengecualian.

12. Young Pilgrim (Charlie Simpson)

Sungguh mengejutkan melihat proses tranformasi seorang Charlie Simpson, maknae dan lead vocalist untuk boyband asal Inggris yang dulu populer di awal dekade 2000-an, Busted. Dalam album debutnya, Young Pilgrim, Simpson dengan gemilang menghadirkan dirinya sebagai seorang penyanyi yang mengusung folk dengan nuansa indie-rock yang kental. Seolah-olah ia telah melewati lampauan hidup yang panjang dan menyerap setiap serat kehidupan dan kemudian menjelma dalam sosok dewasa yang sangat kompeten. Setiap lagu yang terdapat di dalam album ini jelas di komposisikan dengan matang. Parachute, single pertama yang dirilis Simpson mungkin adalah contoh tepat untuk kemampuan musikalitas dirinya saat ini. Easy listening namun tidak jenerik.

11. Mylo Xyloto (Coldplay)

Mylo Xyloto memang terdengar aneh. Dan dengan memilih judul yang unik tersebut, Coldplay juga bergerak dalam progresi musikalitas mereka, semakin berani untuk melakukan eksperimen dalam album kelima mereka ini. Sesuatu yang sebenarnya sudah mereka mulai semenjak Viva la Vida or Death and All His Friends, akan tetapi mulai menemukan bentuknya yang lebih padat melalui album ini. Apakah Mylo Xyloto adalah muara akhir dari kreatifitas Coldplay? Rasanya tidak. Album ini mungkin berangkat dari semangat untuk perubahan; bermain-main diluar wilayah aman, namun bisa dipastikan ini bukanlah bentuk akhir dari musikalitas band sebesar Coldplay. Mereka akan selalu bergerak sebagai proses pencurahan ide seni kreasi mereka. Satu yang pasti, soal kualitas rasanya tidak perlu diragukan lagi, karena Mylo Xyloto tetap memberikan yang terbaik dari yang bisa kita harapkan dari Coldplay. Full review.

Best 40 Album of 2011 – Part1 (40-31) | Best 40 Album of 2011 – Part2 (30-21) |

Advertisements

3 thoughts on “Best 40 Album of 2011 – Part3 (20-11)

  1. Cinetariz says:

    Yay, Wonder World masuk 20 besar :))
    Memang bener kalau Be My Baby adalah track telemah di album ini. Aku malah jauh lebih suka dengan Nu Shoes. Tetap mengasyikkan untuk didengar berulang-ulang.

  2. rioaditomo says:

    Whoa, ternyata Wonder World jadi juga masuk list dan ga nanggung – nanggung di posisi 15. Albumnya emang keren dan paling suka track Do Go Do Go yang soulful. Buat saya Be My Baby justru kuat banget efeknya ke kuping hehehe. Wah, James Blake sama Coldplay ternyata ada di 20 besar jadi makin penasaran sama Top 10-nya. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s