Touch (2012) or The Return of Kiefer Sutherland

Selama satu dekade terakhir, nama Kiefer Sutherland rasanya tidak bisa lepas dari karakter agen CTU, Jack Bauer ,  yang diperankannya dalam 192 episode di delapan musim penayangan serial aksi, 24. Oleh karenanya, saat Sutherland memutuskan untuk membintangi serial baru, bayang-bayang Bauer mau tidak mau mengikuti. Pertanyaan-pertanyaan semacam, “apakah dia akan kembali menjadi seorang agen tangguh?” atau “apakah serial barunya juga akan seseru 24?” pun menjadi sulit untuk dihindarkan. Jelang hampir dua tahun setelah musim terakhir 24, Sutherland akhirnya kembali ke serial televisi. Kali ini ia akan menjadi sentra utama dalam sebuah drama-supernatural berjudul Touch, kreasi Tim Kring (Heroes).

Supernatural? Apakah seperti film Mirrors (2008) yang juga dilakoni oleh Sutherland, yang meski disutradarai oleh Alexander Aja (High Tension) dan berhubungan dengan dedemit, akan tetapi tetap saja aksi Sutherland tak kalah dari Jack Bauer? Dalam konteks tertentu, hal tersebut (mungkin) memuaskan para fans Jack Bauer, namun disaat lain kita juga ingin melihat keterlibatan Sutherland dalam proyek yang tak mengharuskan dirinya menjadi sosok yang tangguh. Dan dengan adanya serial Touch ini, jelas menjadi tantangan tersendiri, tidak hanya bagi kemampuan akting Sutherland namun juga bagi calon penonton; apakah akan dihidangi gaya akting yang sama atau tidak?

Touch adalah serial baru yang akan ditayangkan secara regular oleh stasiun televisi Fox mulai tanggal 19 Maret 2012 mendatang, namun pihak Fox memutuskan untuk menanyang dini pilot Touch pada tanggal 25 Januari yang lalu. Sebuah strategi yang cukup pintar dalam menarik perhatian penonton tetap. Namun dengan jeda selama kurang lebih dua bulan, tentu saja kemungkinan hilangnya antusiasme penonton menjadi besar. Lantas apa yang  membuat pilot serial ini begitu menarik sehingga mampu membuat kita menunggu selama itu demi kelanjutan kisahnya?

Sutherland berperan sebagai Martin Bohm, seorang mantan wartawan yang sekarang bekerja di bagian bagasi sebuah pelabuhan udara. Ia memiliki seorang putra berusia 11 tahun bernama Jake (David Mazouz) yang sepanjang hidupnya tidak pernah sekalipun mengeluarkan sepatah kata. Tapi ia tidak bisu-tuli. Ia justru sosok yang cakap. Bahkan mungkin jenius. Namun kecendrungan anti-sosialnya membuat ia dianggap mengalami autistik. Sementara itu seorang petugas sosial bernama Clea Hopkins (Gugu Mbatha-Raw) bertugas mengevaluasi kecakapan Martin sebagai sosok ayah bagi Jake.

Selintas, materi pilot Touch tampak seperti sebuah melodrama keluarga biasa saja. Namun alur cerita juga menyelipkan beberapa karakter lintas benua  yang seolah tak berhubungan kecuali oleh sebuah ponsel. Bukan itu saja, disebutkan jika Jake memiliki obsesi yang luar biasa dengan angka. Martin akhirnya menyadari bahwa melalui angka-angka tersebut Jake bisa memprediksi masa depan. Disini cerita mulai menarik dan intens, disaat Martin, yang kemudian juga dibantu oleh Clea, berusaha memecahkan teka-teki deret angka yang diajukan oleh Jake. Sementara itu, karakter-karakter lintas benua yang disebutkan tadi juga memiliki keterkaitan dalam garis hidup mereka.

Setelah menyimak episode pilot ini, menyebutkan Touch sebagai serial bermuatan supernatural mungkin kurang tepat, karena suspensi yang dibangun justru dari pemakaian unsur semiotika dan hubungannya dengan takdir seseorang. Tentu saja bermain-main dengan konsep seperti ini membutuhkan upaya tertentu agar kita, sebagai penonton, percaya dengan konsep yang diapungkan, terlepas apakah dia masuk akal atau tidak. Dan menurut saya pribadi Touch cukup berhasil untuk itu.

Sebagai seorang sutradara veteran dalam menggarap video musik, tentunya tak udah ragukan lagi kekuatan visual yang dikerjakan oleh Francis Lawrence (Constantine, I Am Legend) untuk pilot Touch ini. Juga harus dipuji ketelatenan Lawrence dalam menyusun adegan-adegan yang sebenarnya tak beraturan agar terlihat mengalir dan lancar bertutur. Di saat lain ia pun mampu menahan dirinya untuk tidak terjebak dalam visualiasasi yang terlalu berlebihan. Keberhasilan Lawrence tidak bisa lepas juga dari penampilan para pemainnya, termasuk aktor senior Danny Glover dalam adegan singkat namun sangat berkesannya. Well, actually not so much with  Ms.Gugu Mbatha-Raw yang terasa kurang meyakinkan dan terkadang malah memberikan emosi yang kurang tepat. Mudah-mudahan saja di episode mendatang ia menunjukkan perbaikan.

Nah, kembali lagi kepada Kiefer Sutherland. Apakah ia mampu menjawab tantangannya? Let’s give him a big applaud, ladies and gentlemen. Ditangannya Martin Bohm bukanlah Jack Bauer. Sutherland berhasil menghadirkan sosok seorang ayah yang rapuh dan gamang juga dililit oleh perasaan jika ia bukan seorang ayah yang baik bagi putra semata wayangnya dan memendam kerinduan yang besar kepada almarhum sang istri yang tewas pada insiden 11 September. Meski begitu, untuk adegan-adegan yang memerlukan intensitas fisik, mau tidak mau sosok Bauer pun hadir selintas, meski tidak terlalu signifikan.

Dengan premis yang menarik dan deretan pendukung yang bagus, tentu saja Touch cukup layak untuk kita simak. Semoga saja nasibnya tidak seperti serial Tim Kring sebelumnya, Heroes (2006) yang handal di musim pertama dan mulai absurd di musim berikutnya.

CW, Monday nights  at 9, Eastern and Pacific times; 8, Central time.

Produced by 20th Century Fox Television & Chernin Entertainment. Created by Tim Kring. Executive Producers: Carol Barbee, Suzan Bymel, Peter Chernin, Tim Kring, Francis Lawrence, Katherine Pope, Kiefer Sutherland.

Running time Approx. 44 minutes

Number of episodes: 13

Watch the trailer:

Advertisements

2 Comments

  1. Sebagai fan Jack Bauer, aku pastinya bakal ngikutin. Tapi kok gak yakin sama kreator serial ini ya, Tim Kring. Heroes aja melempem di tengah2. Awal season doang yg bagus. Semoga serial Touch ini gak kayak Heroes. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s