Film Review: #republiktwitter (2012)

Social Media (socmed) seperti Friendster, Facebook dan Twitter tampaknya menemukan tempatnya secara nyaman di Indonesia. Meski kini hanya tersisa Facebook dan Twitter yang marak digunakan, akan tetapi jelas semenjak perkembangan socmed, Indonesia selalu siap merangkulnya sebagai bagian dari keseharian sebagian besar anggota masyarakatnya. Dan apalah arti sebuah fenomena jika  kemudian sebuah film tidak mencoba untuk menangkapnya. Setelah kemarin ada I Know What You Did On Facebook (2010) maka kini bersiaplah untuk #republiktwitter.

Mengutip kabar, Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai pengguna socmed bernama Twitter di dunia dengan jumlah user sebanyak kurang lebih19.5 juta. Sebuah indikasi bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang doyan ngobrol dan berceloteh, meski hanya melalui perantaraan 140 karakter yang didukung untuk sekali postingan. Indikasi lain, bisa saja kebanyakan dari kita lebih memilih untuk berinteraksi dengan sesama melalui akun sosial media  tersebut. Sebagai pengguna aktif twitter selama hampir 3 tahun, jelas saya sudah merasakan bagaimana dinamika interaksi yang terjadi melalui pergerakan di dalam linimasa melalui akun microblogging tersebut. Tidak hanya sebagai ajang pertemanan, penyampaian informasi dan pengetahuan yang pesat, namun juga penyebab polemik, friksi dan bahkan asmara  juga menjadi santapan “drama” yang terjadi di dalam twitter.

Tidak heran jika film #republiktwitter karya debut Kuntz Agus ini mencoba menangkap fenomena tersebut dalam kisahnya. Film mencoba bercerita tentang banyak hal; kisah cinta, refleksi politis dan kritik sosial. Sayangnya, tak satu pun yang benar-benar tepat sasaran,  karena skrip (yang dikerjakan oleh ES Ito) terjebak dalam euforia namun terlupa untuk memijak bumi. Film seolah-olah mengglorifikasi ruang gerak individu dalam “dunia nyata”  tidak bisa terlepas dari Twitter. Seakan-akan trending topic adalah perwakilan dari kesuksesan di dunia nyata. Sayangnya, skrip tidak bisa meraba bahwa apa yang menjadi trend di linimasa tidak selalu berkorelasi positif dengan apa yang menjadi trend di dunia nyata. Penggunaan Twitter masih cenderung dalam tahap dialogis belaka ketimbang agen penggerak apalagi hegemoni komunal. They should know, in Indonesia, whatever happens in Twitter (mostly) stay in Twitter!

Seharusnya film lebih fokus saja pada hubungan antara seorang mahasiswa tingkat akhir asal Yogya bernama Sukmo (Abimana Aryasatya) dengan seorang wartawati rookie Jakarta bernama Hanum (Laura Basuki). Perkenalan yang dimulai dari Twitter dan kemudian berlanjut dalam rasa saling suka merupakan hal yang awam terjadi akhir-akhir ini dan banyak kasus hubungan asmara yang berawal dari interaksi di socmed. Alih-alih mengajak untuk fokus larut dalam lika-liku romansa mereka, kita “dipaksa terlibat” dalam sebuah wacana politis dengan memanfaatkan Twitter sebagai agen propaganda, ajang pencitraan diri dan semacamnya. Karakter-karakter Belo (Edi Oglek) dan Kemal (Tio Pakusadewo) menjadi penggerak untuk subplot ini. Itu juga jika bisa disebut sub-plot, karena saya tampaknya terlalu dungu untuk mengetahui kisah utama dalam film ini.

Sebagai film yang terlalu banyak bercerita, tempo rasanya juga berjalan dengan berlarat. Paruh pertama susah untuk tidak merasa bosan. Saya tidak merasakan ketertarikan apalagi keterikatan dengan kisahnya. Barulah memasuki paruh akhir, ada sedikit geliat yang membuat pergerakan plot berjalan dengan cukup intens. Sayangnya, lagi-lagi kilmaks yang terburu-buru dan menggampangkan semua hal, dipilih sebagai penutup film. Padahal #republiktwitter sudah hadir dengan presentasi yang cukup menarik melalui penggunaan gimmick animasi yang memberi kesan fun dan ceria. Belum lagi sentilan-sentilan menggelitik tentang para pelaku pengguna socmed ini, yang umumnya adalah kalangan anak muda, tanpa sadar menjadi cermin diri. Namun sayangnya segala potensi ini dipinggirkan demi sesuatu yang sebenarnya utopis dan kurang prinsipil. #republiktwitter seharusnya menjadi film anak muda yang menyenangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s