Film Review: Total Recall (2012)

Probably contain some spoilers

Total Recall diangkat dari cerita pendek buah pena Phiilip K. Dick, We Can Remember It for You Wholesale, dan seperti kebanyakan kisah-kisah karya Dick, berkisah tentang paranoia dan bias ganda dari sebuah realita. Saat di tahun 1990 yang lalu Paul Verhoeven (Basic Instinct, Starship Troopers) bersama duo penulis skrip Ronald Shusett – Dan O’Bannon (Alien) bersama Gary Goldman mengangkat cerpen tersebut dalam bentuk film, maka hadirlah sebuah aksi laga penuh adrenalin dengan mega bintang Arnold Schwarzenegger sebagai pemegang tampuk pemeran utama. Dan loncat ke masa 20 tahun kemudian, di tengah era reka-ulang yang mewabah, film tersebut hadir lagi dengan teknologi efek khusus yang sudah di-upgrade dan sedikit pembelokan cerita, namun tak benar-benar jauh melenceng dari pakem film yang sekarang sudah bisa dianggap klasik tersebut.

Douglas “Doug” Quaid, yang kini diperankan oleh Collin Ferrel (Minority Report), masih tetap seorang pekerja kasar yang hidup bersama istrinya yang cantik, Lori (Kate Beckinsale, Underworld) di tahun 2084. Hanya saja tidak ada koloni di Mars atau kalangan mutan disini. Sebagai gantinya, bumi terbelah menjadi dua bagian, United Federation of Britain (UFB) yang berpusat di London sebagai pemegang supremasi kekuasaan dan The Colony yang terdapat di bagian timur bumi, tempat kaum proletar berkumpul dan menjadi kelas pekerja untuk UFB. Uniknya, kedua daerah yang terpisah jauh tersebut dapat ditempuh dalam hitungan menit saja melalui sebuah alat transportasi bawah tanah, semacam lift raksasa, bernama The Fall, yang mampu menembus dan melewati dasar bumi.

Suatu hari ia tergoda untuk mencoba program simulasi virtual dengan menanamkan memori buatan bernama Rekall. Namun sebelum sempat ia larut dalam fantasi barunya, sekumpulan polisi mengepung dan berniat menangkapnya. Tanpa ia pahami, ia tiba-tiba memiliki ketangkasan untuk melumpuhkan mereka. Quaid belum benar-benarmencerna apa yang sebenarnya terjadi, namun nalurinya Quaid mengatakan ia harus menyelamatkan dirinya dari entah siapa pun yang mengejarnya. Beruntung ia bertemu dengan Melina (Jessica Biel, The Texas Chainsaw Massacre), seorang anggota perlawanan penentang kekuasaan Kanselir Vilos Cohaagen (Bryan Cranston, Breaking Bad) yang memegang pucuk pimpinan UFB. Menurut Melina, hanya Matthias Lair (Bill Nighy, Love Actually), pemimpin perlawanan yang akan menjelaskan siapa diri Quaid sebenarnya.

Total Recall is a full throttle action films. Les Wiseman yang menduduki bangku sutradara sudah memiliki resume yang mengesankan. Underworld (2003) dan Live Free and Die Hard (2007) adalah bukti ketangguhannya dalam menyusun adegan-adegan penuh adrenalin yang menggetarkan. Menonton Total Recall itu seperti mengembalikan kenangan akan menonton film aksi musim panas yang riuh. Rentetan peluru, ledakan membahana, kejar mengejar mobil, dan tentunya adu pukulan.

Kate Beckinsale jelas menjadi pusat perhatian dari Total Recall. Istri Wiseman ini memang tidak asing lagi dengan adegan laga di layar perak, sehingga tidak usah diragukan lagi dalam kemampuannya berlaga. Hanya saja, dengan menjadikan karakternya sebagai hibrida antara femme fatale Selina (dulu diperankan oleh Sharon Stone) dengan henchman Cohageen, Richter (Michael Ironside), jelas Wiseman bertujuan agar sang istri tidak hanya mendapat jatah adegan yang lebih besar namun juga porsi peran yang lebih luas. Tidak masalah. Mengingat Beckinsale mampu melakukan tugasnya dengan baik. Untung Wiseman tidak terlalu tamak dengan Beckinsale, karena ada Jessica Biel pula yang dapat menjadi lawan tanding bagi sang nyonya Wiseman.

Yang mungkin menjadi catatan minor justru Collin Ferrel. Benar, dibandingkan Schwarzenegger yang memiliki postur tinggi besar, Ferrel memang terlihat lebih membumi dan lekat dengan keseharian. Akan tetapi, Quaid versi Schwarzenegger mampu memperlihatkan rasa bingung dan gusar pada karakternya, yang sesuai dengan tuntutan cerita. Sementara Quaid versi Ferrel terasa sangat nyaman dengan situasi dan kondisi yang tengah menimpanya. Tidak ada semacam ambiguitas yang menyelimuti karakter Quaid versi Ferrel. Ia seolah-olah (selalu) siap untuk beraksi dan tak peduli dengan yang lainnya.

Bagaimanapun Total Recall versi terbaru ini adalah film yang berdiri sendiri. Namun mengingat ia tidak benar-benar beranjak jauh dari versi Verhoeven, mau tidak mau akan tetap diperbandingkan. Seting dystopian mungkin masih menjadi sentra lokasi yang utama dan Total Recall versi Wiseman pun mengandung sindiran politis yang cukup kental. Namun, saat perempuan berpayudara tiga, salah satu icon Total Recall turut disertakan, kita pun paham kalau Wiseman tidak mempunyai visi yang lebih jauh kecuali sebagai pure action flick. Dalam versi lama, perempuan tersebut hadir untuk melengkapi metafora ketimpangan dalam struktur masyarakat yang ada di dalamnya dan ini di dukung dalam konsep planet Mars serta para mutan yang mendiaminya. Total Recall terkini tidak memiliki Mars atau pun Mutan. And the three breasted woman signifying nothing but just an obligatory homage.

Sebuah remake mungkin hadir untuk memberi visi yang berbeda atau malah menyempurnakan kekurangan yang ada pada versi orisinil. Total Recall tidak memiliki itu. Ia hanya versi pemolesan yang mengkilatkan disana-sini akan tetapi tidak benar-benar memiliki jiwa yang utuh untuk menjadi sebuah cerita yang memiliki imbas yang signifikan. Namun, sebagai film laga, Total Recall jelas akan memanjakan. Tentu saja, jangan lupa untuk lepas dulu segala ekspektasi logis di pintu masuk bioskop. Maka bersiaplah untuk sebuah pengalaman laga yang menyenangkan and kick ass! Summer movie at it most prime.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s