Film Review: Hansel & Gretel: Witch Hunters (2013)

Hansel & Gretel: Witch Hunters (2013)

Di tengah trend mengadopsi dongeng anak-anak klasik menjadi film dengan sentuhan dewasa yang gelap, maka tinggal tunggu waktu saja jika salah satu karya Brothers Grimm, Hansel & Gretel, diangkat menjadi tontonan layar lebar yang “berbeda”. Sebagaimana umumnya dongeng-dongeng Grimm bersaudara, kisah-kisahnya selalu berbalut nuansa horor yang kental, termasuk juga Hansel & Gretel. Hanya saja, ditangan sutradara asal Norwegia, Tommy Wirkola (Dead Snow), duo kakak beradik tersebut menjelma menjadi sepasang pemburu penyihir yang diperlengkapi dengan senjata canggih.

Yep, Hansel & Gretel kini bermetaforsa menjadi sebuah aksi fantasi-laga-petualangan ala Van Helsing (2004). Film hanya mencuplik kisah dongeng menjadi prolognya, saat kakak beradik Hansel dan Gretel disekap oleh seorag nenek sihir di sebuah rumah permen, sampai mereka sukses menumpas sang penyihir jahat. Hansel (Jeremy Renner) dan Gretel (Gemma Arterton) kemudian mendedikasikan diri mereka untuk menjadi duo pemburu penyihir bayaran. Suatu hari mereka sampai di sebuah kota kecil yang tengah berada di bawah rongrongan seorang penyihir bernama Muriel (Famke Janssen). Namun ternyata Muriel menyimpan agenda khusus buat Hansel dan Gretel.

Plot yang ditulis oleh Tommy Wirkola bersama dengan Dante Harper memang tipis, bahkan cenderung tipikal ala film-film keluaran saluran televisi Hallmark Channel. Akan tetapi Wirkola memasukkan banyak adegan gore, dialog dewasa dan juga nudity ke dalamnya, sehingga jelas jika Hansel & Gretel: Witch Hunters bukanlah tontonan buat seluruh keluarga.

Hansel & Gretel: Witch Hunters memang memenuhi syarat untuk menjadi film sampah yang patut untuk dicaci maki. Akan tetapi, tunggu dulu. Ia sadar sebagai sebauh film sejenis popcorn, sehingga tidak pernah terlalu serius dalam menyikapi dirinya. Hasilnya, ia sukses dalam menghadirkan alur tutur yang lancar dan sangat gampang dicerna.

Tidak itu saja, Wirkola juga cukup mampu memoles filmnya dengan tata artistik bergaya, pace yang terjaga, suspensi yang terbangun dengan apik, atmosfir kelam yang cukup merata, situasi komikal yang efektif dan adegan-adegan laga yang seru serta karakter-karakter yang meski dangkal namun sangat relateable. Kita perdulu pada Hansel dan Gretel dan ini penting agar kita tidak terlalu memusingkan plotnya yang tipis tadi.

Dari segi akting, baik Renner, Arterton dan Janssen sadar jika mereka bermain dalam film pop yang tak terlalu serius, sehingga berakting dengan kualitas yang semenjana. Tidak buruk namun tidak luar biasa juga. Meski demikian, dedikasi untuk tidak menghadirkan karakter dalam jebakan dua dimensi yang banal, patut dipuji.

Pada akhirnya Hansel & Gretel: Witch Hunters hadir sebagai film pop yang sangat enjoyable dan menghibur. And one can always  hope for sequel, right?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s