Film Review: Now You See Me (2013)

Now You See Me

Sama halnya dengan trik-trik sulap yang ditampilkan dalam Now You See Me, film arahan Louis Leterrier (The Transporter, The Incredible Hulk dan salah satu film Jet Li favorit saya, Unleashed aka Danny The Dog) ini sebenarnya berisi banyak pengalihan guna menutupi kisah sebenarnya. Terlalu banyak lapisan yang menyelubunginya mungkin akan membingungkan, akan tetapi pengarahan yang mengalir dari Leterrier membuat filmnya sangat renyah untuk dinikmati. Menggabungkan antara heist-thriller, con-artist feature, drama, romansa dan laga, sayangnya, its like Jake of all trades, master of few. Tidak semuanya berhasil.

Now You See Me dibekali dengan barisan aktor pendukung yang menawan. Dari sektor pemain muda kita akan menemukan Mark Zuckerberg, um, maksudnya Jesse Eisenberg (Cursed), Isla Fisher (The Great Gatsby), Dave Franco (Warm Bodies) dan aktris impor dari Perancis, Mélanie Laurent (Inglorious Basterds). Mereka harus berbagi akting dengan aktor-aktor yang jelas lebih senior seperti Mark Rufallo (The Avengers), Woody Harrelson (The Hunger Games), sampai para sepuh: Michael Caine (The Prestige) dan Morgan Freeman (Oblivion).

Secara stuktur narasi, ia mengikuti pola pakem sebuah film caper: sekelompok “pencuri”, yang dalam film ini tergabung dalam empat pesulap bernama The Four Horsemen (Eisenberg, Fisher, Harrelson dan Franco), pihak berwenang yang mengejar mereka (Ruffalo dan Laurent) serta karakter yang bisa mengacaukan rencana para pencuri karena menguasai teknik mereka (ahem, Freeman) dan tentu saja plot twist. Speaking of twist, film ini cukup baik hati memberi asupan yang melimpah bagi yang doyan twist ketimbang cerita yang solid.

Yep, jika kita mencabut satu demi satu lapisan dalam ceritanya, skrip yang ditulis oleh Boaz Yakin dan Edward Ricourt akan menjadi sangat tipis dan formulaic. Bahkan mereka dengan baik hati memasukkan setiap formula klise yang banyak bertebar di Hollywood, sehingga tidak perlu menguasai ilmu roket tingkat mahir untuk menebak apa gerangan kisahnya.

Untuk menutupi trik utamanya, tentu diperlukan pengalihan agar penonton merasa pertunjukan sulap yang dilakukan oleh Leterrier terlihat sangat menakjubkan. Maka hadirlah beberapa adegan laga seru, motivasi yang (seolah-olah) misterius dan menghadirkan karakter-karakter yang merasa dirinya penting seperti yang diperankan oleh Laurent dan  Caine.  Heck, bahkan ke empat pesulap yang sedari awal terlihat seperti pemain utama tak lain merupakan pion-pion dalam ceritanya. Kuncinya hanya satu, mereka tidak memiliki perkembangan karakter. It’s so easy to identify the so-called mystery. They don’t hard enough to disguise it.

Akhirnya kita kemudian sadar jika heist bukan lagi menjadi poin utama. It’s vaporized into thin air since we know the characters are pursuing something bigger than just some healthy sum of money. And Oh yes, it’s entertaining. Quite thrilling too. But silly most of the time.

Advertisements

One thought on “Film Review: Now You See Me (2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s