Film Review: Prisoners (2013)

Prisoners

Di tengah ramainya  film-film Hollywood yang mengedepankan efek khusus dan dentuman dahsyat, sungguh menyenangkan bisa menyimak sebuah thriller yang mengalir dengan lebih tenang seperti Prisoners. Karya terbaru Denis Villeneuve yang menyusul filmnya yang banyak mendapat pujian, Incendies (2010), didukung oleh barisan pemain yang berkelas sehingga dipastikan akan sangat kuat di segi akting. Namun, sebagai sebuah thriller, meski menyenangkan untuk disimak, Prisoners memerlukan cerita yang lebih kuat lagi.

Film berkisah tentang dua tetangga, Keller Dover (Hugh Jackman) dan Franklin Birch (Terrence Howard) yang tengah merayakan Thanksgiving bersama saat putri-putri mereka yang masih kecil menghilang. Kecurigaan diarahkan kepada Alex Jones (Paul Dano), seorang pengemudi RV yang terakhir terlihat berkeliaran di lingkungan tempat Keller dan Franklin tinggal.

Namun, karena kekurangan bukti dan terbukti jika Alex memiliki I.Q. terbatas seperti anak usia 10 tahun, Detektif Loki (Jake Gyllenhaal) yang bertugas menyelidiki kasus ini harus mengembalikan Alex kepada bibinya, Holly Jones (Melissa Leo). Ini tentunya tidak memuaskan Keller sehingga melakukan upaya sendiri untuk menemukan putrinya.

Prisoners berjalan dengan lambat, yang mungkin saja disengaja agar menciptakan efek cekam yang merambat. Pace seperti ini bisa juga menjadi sarana yang efektif untuk mengeksplorasi rasa kalut dan resah para karakternya secara lebih subtil tanpa harus tergesa-gesa.

Pengarahan oleh Villeneuve patut dipuji karena lebih memilih untuk mengembangkanPrisoners dalam adonan drama yang tebal, meski ia tak lupa untuk memasukkan bumbu-bumbu suspensi, thriller serta noir agar cita-rasa filmnya bisa menjadi lebih kaya. Pemilihantone warna yang pucat juga menjadi keuntungan tersendiri untuk menimbulkan rasa gelisah. Bisa disebut jika Prisoners memadukan elemen-elemen antara Se7en dengan Zodiac.

Masalahnya, dengan durasi 153 menit, ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Prisonerssebenarnya memiliki plot yang sangat tipis dan misteri yang dihidangkan bisa sangat mudah ditebak bahkan di setengah jam pertama. Thanks to typical Hollywood formula in your script,Aaron Guzikowski.

Karena tipis, tidak mengherankan jika skrip kemudian menghambur-hambur banyak potongan informasi sebagai petunjuk yang sayangnya bekerja sebagai pengalihan isu yang tertebak ketimbang benar-benar bagian integratif dari alurnya atau pun misterinya.

Belum lagi kita betapa lambannya gerak para karakter di film ini dalam menyikapi peristiwa “luar biasa” yang mereka hadapi, termasuk sang detektif yang bertugas untuk menyelidiki kasus ini. Padahal Loki digambarkan sebagai sosok yang determinatif meski meledak-ledak dan sepertinya menyimpan kegetiran tersendiri. Kita bersyukur karena ada Gyllenhaal yang memainkan karakter kompleksnya dengan menawan, sehingga meski kelam namun tetap bisa direlasikan secara emosionil oleh penonton.

Berbeda kasus dengan Keller Dove yang juga diperankan dengan bagus oleh Jackman. Kita sulit untuk bisa bersimpati dengan karakternya, meski sebenarnya tindakan yang diambilnya cukup masuk akal. Kegetiran yang dialaminya justru membuat ia gelap mata dan merubah dirinya menjadi sosok monster yang berbahaya. Dan rasa-rasanya Prisoners merrupakan salah satu sedikit kasus di mana kita sulit untuk bisa menyukai sosok yang diperankannya.

Sementara itu Paul Dano dan Melissa Leo masih terlihat neurotic seperti biasanya, meski penampilan mereka cukup fungsional terhadap alur. Maria Bello dan Viola Davis tentunya juga bermain dengan sangat baik sebagai istri-isti Jackman dan Stamp, meski sayangnya skrip membatasi peran mereka untuk dapat tampil lebih efektif kalau tidak mau disebut pelengkap belaka.

Dengan banyaknya informasi yang berserak di alur kisahnya, Prisoners justru bisa ditangkap sebagai gambaran bagaimana sebuah situasi pelik dan menantang secara emosionil bisa mengubah prilaku seseorang. Oleh karenanya, mungkin ada baiknya jika kita menyikapi Prisoners sebagai sebuah thriller psikologis alih-alih sebuah misteri ala Agatha Christie. Sebagai sebuah cerita detektif, film pastinya memerlukan racikan yang lebih pas lagi, namun sebagai film yang mengeksplorasi sisi gelap manusia,  Prisoners merupakan sebuah hidangan yang sedap untuk disantap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s