S O H N – Tremors

S O H N - Tremors

Elektronika sepertinya masih dianggap sebagai sub-genre yang menarik untuk dikuasai. Ada tantangan tersendiri tampaknya untuk menghadirkan lagu-lagu yang mampu menyetir emosi dan afeksi melalui balutan musik mesinnya. Begitu juga dengan penyanyi pendatang baru  asal Inggris bernama unik, S O H N.  Dalam Tremors, album debutnya ia mencoba menggali sentimentalia melalui perpaduan antara elektronika dengan instrumen yang lebih organis, seperti piano atau gitar misalnya.

Paralysed contohnya. Telajangi ia dari berbagai bunyian mesin, maka ia adalah sebuah balada minimalis dimana S O H N bernyanyi dengan penuh perasaan. Pada akhirnya elektronika menjadi semacam gimmick saja untuk lagu ini. Beberapa lagu juga mengalami kasus yang serupa, sebut saja Veto yang lebih pas disebut elektro-soul, Ransom Note yang menjadi idiom S O H N akan balada RnB,  atau Artifice yang jelas mengadopsi soul-funk dan menjadi salah satu track ter-ngepop di album ini. Tapi jangan antipati dulu, karena lagu-lagu tersebut tetap terdengar kuat dan menarik perhatian.

Tremors masih menjadikan elektronika itu menjadi sajian utama, diplintir sedemikian rupa agar membentuk rupa yang terdengar abstrak tapi sebenarnya mengandung unsur melodi yang sedap didengar.  Simak saja Lights yang begitu plastis, sehingga terkadang kita ragu apakahi ini semacam trance atau progressive house yang lebih trendi, meski harus diakui S O H N berhasil membuat larut dalam dentum bebunyiannya.

Trance yang lebih low-key dapat ditemui dalam Lesson, dimana beat yang bergerak rapat jelas berguna untuk menstimulus otak untuk menggerakan tubuh dengan aktif.  Ada juga The Wheel yang memainkan antara manipulasi vokal secara mesin dengan ketukan berornamen etnik dan track penutup yang sekaligus menjadi judul album, Tremors. Bermain-main di ranah ethereal, meski secara umum sebuah pop mid-tempo yang kembali lagi memberi penekanan pada bangunan sisi emosionil.

Vokal S O H N  yang lembut dan nyaris lirih memang pas untuk membawakan lagu-lagu penuh perasaan ini. Tidak ada lonjakan vokal yang intens, karena ia memilih untuk bernyanyi dengan lebih tertahan. Oleh karenanya jika tujuan S O H N adalah mengedepankan aspek emosional tadi ketimbang elektronikanya, ia lumayan berhasil. Agak mengingatkan akan Alex Clare, meski minus kegarangan dalam vokal atau James Blake dengan sisi edgy yang terminimalisir. Tidak stand-out, tapi cukup istimewa.

(4/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s