Clean Bandit – New Eyes

Clean Bandit - New Eyes

So you think electronic music is boring?
You think it’s stupid?
You think it’s repetitive?
Well, it is repetitive!

Clean Bandit membuka album debut mereka, New Eyes, dengan monolog di atas. Sebuah pertanyaan sekaligus pernyataan jika being repetitive merupakan salah satu “syarat” dari bangun tubuh EDM. Band yang terdiri atas Jack Patterson (bass guitar, keyboard), Luke Patterson (drums), Grace Chatto (cello) dan Milan Neil Amin-Smith (violin) ini mengerti jika musik elektronika cenderung tersegmentasi dengan pasar pendengar yang terbatas. Namun, ditangan mereka, pop menjadi kekuatan terbesar sebagai penggerak musik, meski tentu saja meleburkannya dengan berbagai variasi EDM.

Monolog tadi diambil dari track pembuka, Mozart’s House, sebuah lagu yang juga menjadi bagian sejarah terbentuknya Clean Bandit. Tidak hanya itu, track ini juga dapat menjadi penanda, bagaimana album nantinya akan diisi. Memadukan antara Deep House, UK funky dengan sentuhan musik klasik, berkat hadirnya cello dan biola oleh Chatto dan Amin-Smith.

Selalu menyenangkan mendengarkan musisi yang mampu mengemas lagunya dengan memadukan antara semangat komersialisme dan artistik yang terjaga dan seimbang. Single sukses mereka, Rather Be mungkin bisa menjadi contoh. Hadirnya vokal Jess Glynne mungkin membuat lagunya terdengar RnB-ish, akan tetapi beat catchy yang ritmis yang mereka tawarkan juga sulit untuk dinafikan.

Setelah mengharumkan namanya dengan Rather Be, mereka menghadirkan Extraordinary. Dengan menampilkan vokal penyanyi Inggris bernama Sharna Bass, Clean Bandit masih melanjutkan invasi Deep-Housenya yang masif menggempur pendengaran. Beat yang ritmis serta bass yang dalam, mengantarkan house yang bergelora. Tapi Deep House tidaklah terdengar terlalu berat ditelinga, karena, sekali lagi pop masih menjadi landasan utama.

Secara umum, Deep House memang mewarnai album ini. Mulai dari Dust Clears yang juga merangkumnya dengan Uk-Garage dan synth-pop, atau Cologne yang menampilkan pendekatan yang serupa, meski pada bagian chorus ia cenderung berubah menjadi Progressive House yang lebih mudah dicerna. Yang terpenting ia memadukan hook dengan aransemen secara lebih lekat, sehingga Cologne menjadi salah satu lagu paling berkesan dalam New Eyes.

Memadumadankan subgenre sepertinya memang menjadi niatan Clean Bandit dalam mengerjakan New Eyes. Simak saja Heart on Fire atau Dust Clears yang menghadirkan UK Garage, Deep House dan Progressive dalam satu barisan, namun dapat terjalin dengan rapi dan pas takarannya.

Tapi New Eyes tidak saja mempersembahkan Deep House atau Electro-Pop sebagai sajian utama. Mereka juga menghadirkan New Eyes dengan beberapa genre yang lebih awam. Sebutlah A+E yang percaya diri dengan Nu-Disco atau Telephone Banking yang diberi aksen reggae. Bahkan mereka berani menghadirkan Hip-hop dalam New Eyes yang juga menjadi judul album. Tapi harus dicatat, EDM tetap menjadi alas setiap lagu mereka, terlepas apakah hadir secara penuh atau hanya dalam porsi yang “sederhana”.

Meski hanya ada satu, Clean Bandit menghadirkan juga “balada” versi mereka dalam Up Again yang menampilkan vokal Rae Morris yang bernyanyi dengan gaya power-pop. Setidaknya dengan lagu ini New Eyes tidak hanya terdengar riuh oleh gegap gempita electronic dance music.

Clean Bandit mungkin tidak bisa disebut sebagai musisi yang punya selera musik dengan kelas canggih. Lirik-lirik mereka terkadang terdengar naif, jika tidak mau disebut klise. Tapi mereka mengerti bagaimana mengerjakan lagu-lagu pop yang menyenangkan untuk disimak. Notasi yang sederhana dipadu dengan aransemen catchy rasanya sudah cukup menjadi andalan.

Lagi pula dengan menghadirkan string section sebagai bagian utama dari musik mereka, membuat EDM cita rasa Clean Bandit tidak terdengar terlalu steril atau mesin, karena memberi sentuhan nuansa organis yang membuat lagu-lagu mereka terdengar lebih lekat.

Sebuah debut yang menjanjikan.

(3.5/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s