Afrojack – Forget the World

Afrojack - Forget The World

Semenjak David Guetta, dan mungkin juga Calvin Harris, menghadirkan nomor-nomor EDM bernuansa pop, maka genre musik yang mengusung musik dance ini semakin populer saja. Tidak hanya itu, kini ia juga memiliki pangsa pendengar yang semakin lebar atau awam saja. Aksesnya, semakin banyak musisi EDM yang dikenal publik, salah satunya adalah DJ asal Belanda, Afrojack. Pria bernama asli Nick van de Wall ini pun akhirnya merilis album debutnya yang berjudul Forget the World.

Sebagai umumnya musisi EDM lainnya, Afrojack dalam beberapa tahun terakhir ini telah merilis beberapa EP, single demi single, remix lagu populer atau membantu musisi lain. Dan pada akhirnya menemui kulminasi dalam sebuah album. Forget the World sebagai sebuah album mungkin bertujuan untuk lebih mengangkat nama Afrojack di skena musik dunia ketimbang benar-benar memberi kita sebuah trade-mark akan ciri khas musiknya. Mengapa tidak? Pop dance, electro-house, dan progressive house, subgenre aman dan nyaman bagi musisi EDM yang ingin tampil populer, adalah materi utama album ini.

Ini sudah diindikasikan dengan single-single yang dirilis Afrojack untuk album ini. Sebut saja The Spark. Dengan mengajak Spree Wilson untuk mengisi vokal, tampaknya Afrojack memang ingin memberi sentuhan pop yang lebih ringan namun tidak sekedar mengejar dentum beat cheesy belaka dalam progressive house-nya. The Spark memberikan melodi manis dalam musik dance-nya. Rasa-rasanya ia cukup berhasil.

Setelahnya ada Teen Feet Tall dengan vokal dari penyanyi pendatang baru asal Los Angeles, Wrabel. Ten Feet Tall adalah progressive house yang didentumkan oleh vokal bernuansa RnB milik Wrabel. Afrojack tampaknya terkesan pawa Wrabel sehingga mengajaknya lagi pada track We’ll Be Ok, yang sebenarnya jika menghilangkan nuansa EDMnya akan menjadi sebuah nomor pop yang cukup catchy.

Sebenarnya tidak bisa disalahkan jika Forget the World lebih banyak diisi oleh nomor pop, karena seperti telah disebutkan tadi, pangsa pasar yang semakin melebar belum siap dipenetrasi oleh house yang lebih versatil atau pun berstruktur kompleks apalagi instrumental yang mengandalkan kepiawaian sang musisi dalam meramu dentuman house yang menjadi sandaran utamanya.

Oleh karenanya tidak usah heran jika Afrojack sama sekali tidak mencantumkan nomor instrumental di album ini. Setiap lagu selalu mengandalkan vokal dari musisi lain agar lagu-lagunya bisa lebih dicerna kapan saja dan oleh siapa saja. Notasi dan melodi pun diupayakan terdengar catchy dan easy listening.

Sebagai sebuah album EDM, ia mungkin kurang memiliki kesan yang mendalam sebagai atraksi skill Afrojack. Tapi sebagai album pop, ia jelas sangat renyah untuk dinikmati. Lagu-lagu yang terdapat dalam album ini sebagian besar adalah anthem pop yang menyenangkan untuk disimak.

Sebut saja Keep Our Love Alive yang menampilkan penyanyi yang sekarang banyak tampil di lagu-lagu musisi EDM, Matthew Koma. Entah mengapa vokal Koma memang terasa pas mengisi lagu-lagu seperti ini. Vokalnya yang terdengar sedih malah menjadi tandem pas dalam dentum beat yang atraktif. Koma hadir juga di track Illuminate, yang tampaknya merupakan upaya Afrojack dalam memasukkan elemen folk kedalam musiknya.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Afrojack bahkan mengajak musisi senior yang kegendaris, Sting, untuk membantunya dalam track Catch Tomorrow. Vokal Sting yang subtil memang bisa diandalkan dalam menyanyikan lagu dengan pesan khusus seperti lagu ini. Sayangnya beat electro terdengar mendominasi untuk mencuri perhatian sehingga orang mungkin menjadi tidak begitu peduli dengan esensi lagunya.

Dengan nama besarnya, patut disayangkan jika Afrojack bermain terlalu aman dengan materi yang ditawarkannya. Forget the World mungkin kompilasi pop yang seru, tapi sebagai sebuah album EDM, jelas tidak memiliki signifikansi yang kuat. Tidak ada aspek tematis, pesan, eksperimen, atau struktur musik elaboratif yang solid.

Sederhananya, Forget the World merupakan sebuah album pop catchy berbalut EDM. Itu sulit untuk dinafikan. Dan ia menjalankan tugasnya dengan baik. Tapi tidak lebih dari itu.

(3.5/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s