Sia – 1000 Forms of Fear

Sia - 1000 Forms of Fear

Empat tahun semenjak album We Are Born, Sia kembali lagi berkonsentrasi untuk dirinya sendiri setelah mencetak beberapa lagu untuk artis lain, seperti Rihanna, Beyonce, Britney Spears, atau David Guetta. Dan lahirlah 1000 Forms of Fear yang menjadi ajang come-backnya sebagai solois.

Mendengarkan Chandelier, single pertama yang dirilisnya, Sia terdengar jauh lebih nge-pop dalam pemilihan notasi ataupun melodi, ketimbang proyek solonya sebelumnya. Tapi kekuatannya dalam lagu yang mengedepankan sisi emosionil yang kuat tidak lekang. Dengan chorus yang sangat kuat, Chandelier yang merupakan lead single untuk album barunya, sulit untuk ditolak.

Setelah Chandelier, Sia kembali menghadirkan balada mid-tempo. Tapi berbeda dengan Chandelier yang terdengar seperti Diamonds part 2, maka Eye of the Needle, demikian judulnya, mengingatkan akan lagu-lagu lama milik Sia, pop dengan sentuhan folk dan indie, sebelum ia akhirnya dikenal sebagai penulis lagu-lagu pop. Vokalnya yang sedikit beralarat tapi bertenaga menjadi kekuatan dari lagu ini. Chorus-nya catchy, tapi bagian verse juga tak kalah mengundang perhatian.

Oh ya, sebelumnya Sia sudah menyumbangkan Elastic Heart sebagai sumbangannya untuk album soundtrack The Hunger Games – Catching Fire. Bekerjasama dengan The Weeknd dan Diplo, lagu sepertinya upaya Sia untuk menyebrang genre dengan menyatukan RnB, Pop dan EDM, meski tentu saja sebagai lagu Sia, ia tetap sebuah nomor emosional masif. Nomor dengan pengaruh RnB lain dapat ditemui dalam Burn the Pages, meski memasuki chorus ia menjelma menjadi pop yang lebih murni.

Seolah belum cukup, 1000 Forms of Fear punya nomor balada pop Big Girls Cry yang seolah-olah menjadi anti-tesis dari Big Girls Don’t Cry-nya Fergie. Meski begitu, secara tone dan gaya, sebenarnya mereka tipe yang mirip, dengan penekanan pada sisi melodramatis yang kuat.

Tapi sebenarnya 1000 Forms of Fear tidak hanya menampilkan sosok Sia sebagai seorang musisi pop top 40. Ia lebih dari itu. Dan syukurnya album ternyata tidak murni ditampilkan Sia dalam bagian itu, karena sebagian besar lagu yang terdapat dalam album ini tetap menghadirkan Sia sebagai penyanyi eklektis yang tak segan meleburkan pop dengan folk, rock alternatif, indie-rock atau trip-hop.

Setelah beberapa track yang sangat “radio friendly”, akhirnya Sia menghadirkan jati diri lamanya melalui Hostage. Lagu ini mungkin adalah contoh sempurna bagaimana vokal Sia yang khas menyanyikan lagu indie-pop-rock yang biasa kita kenal darinya. Disusul dengan nomor balada pop-soul berjudul Straight for the Knife yang memiliki tone dan corak berbeda jauh dari Chandelier atau Eye of the Needle misalnya.

Album ini juga memiliki track-track memikat lain seperti Free the Animal yang menunjukkan sisi rock seorang Sia atau Cellophane yang mengawang ala trip-hop namun dengan atmosfir yang tidak terlalu moody atau kelam. Album ditutup dengan track yang kembali memadukan antara rock alternatif dan pop berjudul Dressed in Black. Jika biasanya nomor slow-tempo bertugas sebagai pamungkas, tapi ternyata Sia cukup percaya diri menghadirkan track ini sebagai penutup dan dengan materi yang kuat, tidak salah pula Sia memilihnya untuk menjalankan tugas “penting” ini.

1000 Forms of Fear adalah album yang menarik. Ia menunjukkan identitas seorang Sia dengan cukup cermat dan tepat. Meski memadukan antara idealisme dan juga resumenya sebagai pencetak hits terkini, album justru tidak terdengar timpang. Setiap lagu yang ditujukan sebagai konsumsi masal atau tersegmentasi pada fans Sia atau pop eklektis tetap memiliki benang merah yang menyatukan mereka, sehingga tidak jomplang atau saling mendominasi.

Dengan album ini, Sia seolah menegaskan jika dirinya merupakan salah satu musisi pop masa kini dengan idealisme yang tak terbantahkan, namun tidak alergi untuk tampil secara lebih massal. Setidaknya ia punya jalan untuk memadukan keduanya. Dan itu bisa dibuktikan dengan mendengarkan 1000 Forms of Fear.

(4/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s