Basement Jaxx – Junto

Basement Jaxx - Junto

Basement Jaxx is back! Setelah terakhir merilis albbum Zephyr di tahun 2009, kini duo yang terdiri atas Simon Ratcliffe dan Felix Buxton ini menghadirkan album ketujuh yang bertajuk Junto. Lima tahun hiatus, apa yang membuat karya Basement Jax berbeda? Well, satu yang pasti mereka mengakui jika Junto akan terdengar lebih “cerah” ketimbang Zephyr yang gelap dan atmosferik.

Dan itu sudah dibuktikan saat mereka memperkenalkan Unicorn pada tanggal 1 Mei melalui akun Soundcloud mereka sebagai teaser untuk Junto. Unicorn mengambil house ala 90-an sebagai dasarnya, dan kemudian membalurnya dengan Progressive House dan juga Deep House, mejadikan Unicorn sebagai lagu dance yang tidak terdengar pasaran. Beat yang intens demikian menghentak, berdentum dengan konstan, menimbulkan euforia yang menyenangkan. Perpaduan antara retro dan kontemporer digali dengan baik oleh Basement Jaxx.

Tahun ini menandakan 20 tahun Basement Jaxx berkarir, meski album debut mereka, Remedy, baru dirilis di tahun 1999. Harus dipuji konsistensi duo ini yang memilih EDM sebagai pilihan musikalitas mereka (meski mungkin saat itu istilah EDM belumlah familiar). House, Big Beat, Electronia dan juga Rock Alternatif menjadi varian dalam musik mereka. Dengan kepiawaian Basement Jaxx meramu berbagai subgenre tidak heran jika nama mereka berkibar di barisan terdepan.

Kini, 20 tahun kemudian, House kembali mendapat tempat di hati publik. Nama-nama seperti Disclosure atau Gorgon City mempopulerkan kembali House dan Deep House, saat Progressive dan Electro mendominasi dan menjadi pilihan utama. Tidak heran jika kemudian Basement Jaxx kembali ikut memanaskan trend revivalitas House ini melalui Junto.

Selain Unicorn, album juga menyediakan track-track House lain, seperti Power to The People yang mengandung semangat anthemik yang tebal. Dibantu vokal Niara, track ini berdegub dengan pasti, meleburkan melodi yang catchy. Ada juga Never Say Never yang menampilkan ETML, dimana House ala 90-an dipadu dengan sentuhan kekinian hingga tetap terdengar kontemporer.

House yang lebih sophisticated dan kompleks dapat ditemui dalam track seperti What’s The News atau Rock This Road yang menggabungkan elemen World Music dan Tribal Afrika ke dalamnya. Hadirnya vokal Shaka memperkuat kesan eklektis track ini. Sneakin’ Toronto dibalut dengan semangat Hip-hop meski House yang cenderung ke Future menjadi sajian utama.

Menilik dari track-track ini kita bisa menyimpulkan jika Basement Jaxx belum kehilangan kesaktiannya dalam meramu musik House yang menyenangkan untuk disimak, tanpa harus jatuh ke ranah cheesy atau bubble-gum pop. Mereka juga tidak segan-segan mengadopsi trend yang tengah mewabah, tapi tanpa harus menjadi imitator belaka. Tetap ada kreasi tersendiri yang membuat lagu-lagu milik Basement Jaxx terasa khas.

Junto juga tidak melulu tentang House. Basement Jaxx yang kita kenal terbiasa untuk merangkum berbagai sub-genre dalam pilihan musik dansanya. Maka mereka menghadirkan Trap, salah satu sub-genre EDM yang juga tengah berada di puncak untuk hadir mewarnai lagu semacam Bufffallo yang menghadirkan vokal/rap dari Mykki Blanco. Uniknya Basement Jaxx menghadirkan Trap yang dipadukan dengan semangat Industrial yang dulu pernah jaya di akhir 90-an.

Dalam Mermaid of Salinas nuansa Flamenco begitu penuh terdengar, meski tentunya semangat Dance tetap menjadi sajian utama. Tapi dengan khas Latin yang menggoda, meski synth dan mesin tetap menjadi instrumen utama, lagunya terdengar lebih organis dan uga eksotis. Sementara itu Summer Dem hadir dalam trend Funk yang kini melanda kembali.

Mungkin Junto terdengar seperti pamer keahlian dari Basement Jaxx, tapi album ini jauh dari sekedar bertujuan menciptakan anthem dansa yang memeriahkan lantai disko dan club. Junto juga berisi berbagai pernyataan mereka, baik secara politis atau pun musikal. Tema-tema yang diusung lagu-lagu dalam Junto tidak melulu hal-hal kosong, tapi jika dicermati sarat dengan pesan (Power to The People, Unicorn, What’s The News dan lainnnya).

So yes! Sekali lagi Basement Jaxx menunjukkan superioritas mereka sebagai band EDM senior. Mereka mengerti benar merangkum musik dansa yang berkelas dan tidak pasaran. Dengan pengalaman selama dua dekade, Basement Jaxx membuktikan jika mereka tak kendur dalam berkarya. Tetap bersender dalam kekinian, tapi tak terlupa dengan akar musiknya.

(4/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s