Royal Blood – Royal Blood

Royal Blood - Royal Blood

Saat ini musik Rock, terutamanya di ranah mainstream, banyak dipercaya tengah di ambang kematiannya, karena kurangnya hentakan yang dibuat oleh musisi yang mengusung genre ini. Lebih lanjut lagi, skena musik Rock saat ini seperti kehilangan nama-nama baru dan segar yang bisa memanaskan geliatnya atau memberi hidup pada nafasnya. Tapi mungkin masih ada secercah sinar untuk masa depan Rock dengan hadirnya pemain baru seperti Royal Blood ini, yang hadir dengan album debut mereka, sebuah self-titled.

Royal Blood adalah band asal Inggris yang beranggotakan dua orang saja, Mike Kerr dan Ben Thatcher. Tapi, meski minimalis, tidak lantas musik yang mereka bawakan juga sama minimalisnya. Sebaliknya, Royal Blood dihadirkan tidak hanya dengan gairah yang sangar tapi juga meriah dengan warna rock yang tebal dan cukup kaya.

Kehadiran mereka ternyata disambut dengan cukup antusias yang dibuktikan dengan duduknya album debut Royal Blood di posisi puncak saat dirilis di Inggris, dan tercatat sebagai “the fastest-selling British rock debut album in the UK in three years“. Lantas, apa yang membuat mereka istimewa?

Sejujurnya Royal Blood tidak membawa sesuatu yang baru. Bahkan bisa dibilang musik yang mereka usung dalam album ini adalah repetisi dari yang pernah ada. Semangat revivalitas Hard-rock ataupun Garage-Rock yang terkandung dalam Royal Blood sudah pernah dilakukan dengan lebih brilian oleh Jack White dengan The White Stripes-nya beberapa tahun yang lalu.

Tapi tentunya The White Stripes sendiri tidaklah terlalu orisinil, mengingat band-band klasik seperti Led Zeppelin atau Black Sabbath sudah merintisnya. Daur ulang juga bukan mutlak milik The White Stripes, karena toh di dekade 90-an kita memiliki Queen of the Stone Age atau Alice in Chains misalnya. Lantas bagaimana dengan Royal Blood, apakah mereka membawa sesuatu yang baru dalam musik mereka?

Sebenarnya agak sulit untuk mengusir kemiripan Royal Blood dengan band-band sebelumnya, semenjak album dibuka dengan track intens Out of the Black. Rock yang gahar mendominasi lagu ini, tapi entah mengapa lagu ini terdengar seperti lagu yang sudah pernah dibawakan sebelumnya, meski padahal ini adalah lagu orisinil yang dikerjakan oleh duo Kerr dan Thatcher.

Track-track seperti You Can Be So Cruel, Little Monsters, Careless atau Better Stranger dikerjakan dengan sangat baik. Disusun dengan ketukan Rock yang disusun dengan presisi yang pas. Heck, semua track dalam album ini sebenarnya dikerjakan dengan rapi dan membangun semangat Rock dengan sangat baik. Sentimentalia dalam rockablitas Hard-rock tidak pernah hilang dalam setiap track yang terdapat dalam Royal Blood.

Sayangnya, sulit untuk menghindari kesan jika Royal Blood hanya melakukan pengulangan, atau bahkan lebih getir lagi, seolah-olah melakukan Cover Version dari lagu lawas, meski sebenarnya materi dalam album jelas baru dan orisinil. Royal Blood memiliki referensi yang luas dan musikalitas yang kuat. Itu dengan kuat tercetak dalam album ini. Tapi ini juga menjadi jebakan bagi mereka karena terlalu bersemangat menggali semangat Rock klasik tadi namun terlupa untuk memberi ciri khas atau sesuatu yang baru. Tidak usahlah dulu kita bicarakan soal inventivitas, karena memang sulit dicari saat ini.

Inilah yang membedakan Royal Blood dengan The White Stripes misalnya. Karena Royal Blood terdengar seperti anak kekinian yang nge-jam musik klasik ketimbang benar-benar memendam jiwa Rock tadi secara murni di dalam jiwanya, sebagaimana yang bisa kita rasakan saat mendengarkan Jack White meneriakkan lagu-lagunya. Contoh lain, kalau kita mau menarik sedikit ke belakang, ada Kula Shaker yang jelas terpengaruh oleh kejayaan Hard Rock, tapi mereka memelintirnya dalam balutan Psychedelia yang membuat mereka terdengar berbeda segar.

Tapi dimengerti mengapa Royal Blood bisa meraih sukses mereka dengan instan. Tampaknya penikmat musik memang tengah merindukan Rock yang tajam dan edgy. Dan Royal Blood menyediakan itu dengan cukup baik. Royal Blood jelas sebuah album yang bisa memuaskan hasrat akan materi Hard-rock yang gemerlap. Hanya saja, bagi yang mengharapkan orisinilitas, bisa mencarinya di band-band pendahulu Royal Blood.

(3/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s