The Madden Brothers – Greetings From California

The Madden Brothers - Greetings From California

Duo kakak beradik Joel dan Benji Madden menggabungkan kekuatan dalam The Madden Brothers dan kemudian merilis album mereka yang bertajuk, Greetings From California. Dengan latar Pop-Punk dan Rock Alternative yang membesarkan nama mereka dalam The Good Charlotte, jelas ada espektasi jika mereka akan kembali melanjutkan sub-genre tersebut dalam proyek duo mereka ini. Tapi ternyata mereka memberi kejutan dengan menghadirkan gaya bermusik yang jauh berbeda.

Gelagat ini sebenarnya sudah ditunjukkan saat mereka merilis single pertama untuk album ini, We Are Done. Menarik bagaimana We Are Done justru mengadopsi lagu Retro-Pop dengan sangat sempurna, meski secara teknis tetap terdengar kekinian. Jika ada sentuhan Rock, mungkin terdapat pada gaya bernyanyi yang masih terdengar mengakar dari Rock. Lantas bagaimana dengan album ini secara keseluruhan?

Greetings From California adalah album yang cukup istimewa, karena diamunisi oleh 15 track yang dibagi dalam menjadi dua keping. Keping pertama berisi 8 buah track dan keping kedua adalah 7 lagu. Setiap kepingan dibuka dengan intro berupa gimmick suara distrosi perpindahan gelombang di radio analog. Mengapa analog? Karena melambangkan nuansa retro dan vintage yang kemudian memenuhi album Greetings From California di keping pertama ini.

Dibuka dengan Dear Jane yang terdengar seperti Pop yang memadukan antara Retro 50-an dengan Grunge ala 90-an, dan hasilnya diluar dugaan cukup baik dan manis di pendengaran. Memang, di tangan The Madden Brothers lagu-lagu pop bergaya Retro dilebur juga dengan semangat kekinian, sehingga tetap terdengar urban dan kontemporer, seperti U R yang agak mengadopsi Soul atau nomor Synth-Pop Jealousy (All Your Friends in Silverlake) yang membuat duo ini terdengar seperti penampil dari dekade 80-an.

Tapi sulit untuk mengusir kesan jika beberapa lagu terdengar mirip dengan gaya bermusik musisi lain. Brixton mungkin bisa jadi jawaban kakak beradik ini atas lagu-lagu Vampire Weekend, dimana eklektisme menjadi andalan. Sementara Out of My Mind agak terdengar seperti yang biasa dibawakan oleh Fall Out Boy.

Masuk ke keping kedua. Intro masih terdengar seperti distorsi yang terjadi saat mencari gelombang di radio analog, hanya saja dengan desis yang lebih jernih. Ini menandakan pada pendekatab musikalitas yang bergerak maju dari era yang mewarnai keping pertama.

Dibuka dengan California Rain, yang sontak membawa ke era 90an, dimana Rock Alternative mulai mengambil tempatnya. Tapi alih-alih mengandalkan raungan gitar atau gebukan drum penuh tenaga, dalam lagu ini kakak-beradik Madden memilih untuk menghadirkan tempo sedang dengan atmosfir yang sedikit gloomy, meski bercerita tentang California yang seharusnya cerah dan ceria.

Keping kedua diisi oleh banyak track menarik lain seperti Brother yang mengingatkan akan lagu-lagu ala Dave Mathews Band, atau pop Anthem ceria yang sangat sing-a-along, Bad. Bahkan kakak-beradik ini cukup berani berkesperimen dengan nomor loungy seperti Good Gracious Abbey, meski di chorus kemudian mengantarkan kejutan dengan derap Rock yang bergelora.

Setelah keping pertama menghadirkan nomor-nomor retro dari dekade 50-an hingga 80-an, tampaknya di keping kedua ini The Madden Brothers memang ingin berkonsentrasi ke dekade 90an. Tapi jika Pop menjadi sentra utama di keping pertama, maka keping kedua ini lebih kental dengan nuansa Rock. Tapi jangan bandingkan dengan Rock ala The Good Charlotte, karena lagu-lagu di keping kedua tanpak terpenaruh oleh Rock Alternative dan juga Grunge yang mewabah di dekade 90-an.

Tapi mereka menghadirkan dengan sangat melodik, ringan, dan Pop-ish, yang tapaknya menjadi sajian utama The Madden Brothers di sini. Track balada Empty Street yang menyentuh menjadi penutup album. Meski bagian chorus memiliki kemiripan seperti Falling Slowly milik Glen Hansard dan Marketa Irglova, tapi lagu ini lebih pas terdengar seperti Green Day saat menyanyikan balada minimalis yang menghanyutkan emosi.

Greetings From California mungkin punya masalah dengan orisinalitas, tapi sebagai kreasi musikal, ia tetap menarik. Dan menarik bagaimana The Madden Brothers ternyata memilih jalan yang berbeda dari apa yang diharapkan orang. Setiap lagu dalam album ini dikerjakan dengan teknis yang sangat baik dan jelas jika kakak beradik Madden mengerti benar sub-genre yang kini mereka usung serta memiliki referensi yang cukup luas untuk memperkaya musik mereka.

Hanya saja, dengan kekuatan yang mereka miliki, mungkin di album berikutnya mereka bisa menggali inventivitas dalam musik mereka. Mencari sesuatu yang lebih orisinil ketimbang mengulang pola lama tanpa memberi sesuatu yang berbeda secara signifikan. Dan tidak hanya menjadi selewatan saja, tapi memberi impresi yang membekas dalam dan berkepanjangan.

(3/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s