David Guetta – Listen

David Guetta - Listen

Dengan rentang karir selama hampir 3 dekade, tentunya David Guetta sudah kenyang makan asam garam di dunia musik dansa elektronis. Lima album yang dipersembahkan Guetta membuktikan jati dirinya, dengan mengadirkan barisan hits single demi hits single yang mengibarkan namanya sebagai DJ dan musisi EDM terkemuka. Nah, dengan nama yang mapan, apa kini yang hendak ditawarkan Guetta dalam album keenamnya yang berjudul Listen?

Album dibuka dengan Dangerous, yang menampilkan vokal Sam Martin. Tampaknya Guetta ingin meminggirkan Progressive House ataupun Electro sebentar dan menghadirkan Pop-Funk dalam Dangerous. Sebuah upaya yang menarik, karena jelas jika Guetta ingin membalut musik elektroniknya dengan instrumen yang lebih organis dan juga kekuatan vokal yang besar. Dan itu dilanjutkan dengan track kedua yang megah, What I Did for Love. Mengajak Emeli Sandé sebagai pengisi vokal, tanpa perlu menguasai ilmu roket untuk mengetahui jika Guetta menginginkan lagunya lebih “bernyawa” dari biasanya, termasuk dengan iringan piano serta vokal choir ala gospel. Dengan Alicia Keys hadir sebagai salah satu penulis naskah, kesan soulful tadipun semakin tebal.

Oh, House masih menjadi dasar dari What I Did For Love. Hanya saja penambahan sisi vokal yang besar dan juga instrumen analog membuat lagunya terdengar lebih “manusiawi” ketimbang musik mesin biasa. Kecendrungan ini jelas menyebar rata di album Listen. Setiap track adalah lagu yang vocal-driven. Vokal mengisi dengan penuh, menguar dengan kuat sebagai penggerak utama. Bukan berarti Guetta lantas meminggirkan kekuatannya sebagai seorang musisi EDM, karena ia tetap mengerjakan track-track dalam Listen dalam berbagai sub-genre yang kekinian.

Guetta meneruskan trend electro yang akhir-akhir ini diusungnya dengan single terbarunya yang berjudul Lovers on the Sun. Dengan memadukan elemen Americana, dan vokal dari Sam Martin yang nge-rock, Lovers on the Sun memang terdengar lebih nge-pop ketimbang EDM, tapi tentunya ini masih sebuah track pengusung dance yang kental. Jika terdengar familiar dengan lagu milik Avicii, karena memang ada nama Avicii yang bertugas sebagai salah satu produser.

Selain Avicii, Guetta juga dibantu oleh banyak nama tenar lain di ranah EDM yang membantu dirinya. No Money No Love yang merupakan kolaborasinya dengan Showtek, diproduseri salah satunya oleh Nicky Romero. Tidak heran jika hasilnya terdengar dahsyat. No Money No Love yang menghadirkan vokal dari Elliphant dan Ms. Dynamite yang mengandalkan nuansa Reggae yang tebal sebelum malih rupa menjadi Electro yang berdegup kencang dan siap memanaskan lantai dansa. Nomor Reggae lain yang tak kalah menggoda dapat ditemui dalam Sun Goes Down yang kali ini giliran band yang tengah naik daun, MAGIC! (tentu saja) untuk mengisi vokal, selain Sonny Wilson. Reggae berbalut Electro House ini merupakan kolaborasi lain Guetta bersama Showtek. Duo DJ kakak beradik asal Belanda ini memang terkenal sebagai pengusung Dutch House, sehingga tidak mengherankan jika sentuhan corak bermusik mereka kental mewarnai lagu ini.

Sementara itu Stadiumx membantu Guetta di track Goodbye Friend yang menampilkan vokal Danny O’Donoghue dari The Script. Hentakan Progressive House yang manis menjadi hasil kolaborasi mereka, meski penekanan pada Pop memang jelas lebih mendominasi. Sementara itu Afrojack, yang juga merilis album di tahun ini, membantu Guetta mengerjakan nomor Trap adiktif, Hey Mama. Untuk lagu ini tentu saja Guetta mengajak Nicki Minaj yang mengerjakan tugasnya dengan sangat baik.

Selain Minaj, nama lain yang kembali membantu Guetta adalah Sia. Kolaborasi dahsyat mereka dalam Titanium memang sangat berkesan, sehingga tidak heran jika mereka berniat mengulang kembali momen emas tersebut dengan Bang My Head yang tak kalah emosional. Tidak hanya itu, Sia menghadirkan nomor balada minimalis The Whisperer yang bertugas sebagai penutup album.

Menarik memang saat Listen didominasi oleh lagu-lagu yang mengandalkan sisi emosionil serta lirik-lirik yang berbicara dalam konteks interaksi antar-persona, ketimbang hura-hura pesta belaka. Tentu saja Listen masih menyisakan ruang untuk beberapa track club-banger, tapi saat Birdy dan Jaymes Young, yang dikenal sebagai musisi Folk dan Indie Rock, berduet dalam track “pedih” seperti I’ll Keep Loving You dan menyanyikan lirik “I’m only a man / I’ll give you my love / But I make mistakes / Cause it’s in my blood,” jelas sudah jika Guetta ingin menghadirkan dirinya sebagai lebih dari sekedar musisi EDM. Hadirnya Ryan Tedder dan John Legend yang masing-masing menyumbangkan vokal dalam track S.T.O.P. dan Listen, bisa menegaskan kesan tersebut.

Mungkin perceraiannya dengan sang istri yang telah dinikahinya selama 20 tahun memberi imbas pada keputusan Guetta mengerjakan album ini dalam pendekatan yang organis. Mungkin juga ia ingin melebarkan sisi musikalitasnya untuk tidak terjebak pada musik-musik yang (katanya) steril dan bebas sisi manusiawi. Tapi bisa juga ini merupakan repertoire-nya dalam upaya menunjukkan jika ia merupakan seorang produser handal dalam mengemas musik pop.

Terlepas dari itu, Listen adalah sebuah album Pop-EDM yang baik. Mungkin tidak akan menyenangkan bagi yang menginginkan Guetta dalam mode EDM secara penuh, namun sangat menyenangkan untuk disimak bagi penggemar Pop. Apalagi Guetta mengerjakan setiap lagu dengan teknis yang kredibel dan menggoda pendengaran. Sebuah upaya naik kelas yang impresif.

(4/5)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s