Foo Fighters – Sonic Highways

Foo Fighters - Sonic Highways

Sonic Highways adalah album kolaboratif. Tidak hanya menandakan sebagai album ke-delapan dari Foo Fighters, tapi ia juga merupakan mitra dari serial dokumenter untuk HBO yang bertajuk Foo Fighters: Sonic Highway. Berisi delapan episode, dalam dokumenter tersebut Foo Fighters akan mengunjungi delapan studio musik yang berada di delapan kota yang berbeda dan merekam lagu di setiap studio tersebut. Tidak hanya itu, mereka mengajak musisi yang berbeda untuk membantu mengerjakan sebuah lagu, yang hasilnya kini bisa ditemui dalam album ini.

Kota-kota yang disambangi oleh Foo Fighters adalah Chicago, Austin, Nashville, Los Angeles, Seattle, New Orleans, Washington, D.C., dan New York. Sedangkan studio yang tercakup dalam proyek ini antara lain adalah Electrical Audio di Chicago; Rancho De La Luna di California; Robert Lang Studios di Seattle, dan Inner Ear Studios di Washington D.C.

Lantas, kita pun terfikir, apakah ini hanya sekedar gimmick untuk menjaga karir kumpulan yang terdiri atas Dave Grohl, Pat Smear, Nate Mendel, Taylor Hawkins dan Chris Shiflett ini? Bagaimanapun usia karir sepanjang 20 tahun bukan hal mudah untuk dicapai dan memerlukan variasi teknik dalam mempertahankan eksistensinya.

Mungkin jawabannya adalah iya. Tapi kita sulit untuk menafikan jika Foo Fighters merupakan kumpulan musisi rock yang memiliki jam terbang yang cukup tinggi, hingga masih perlukah sebuah gimmick untuk mempertahankan eksistensi? Bagaimana kalau Sonic Highways sebenarnya adalah trik penyegaran dalam bermusik agar tidak monoton? Saya percaya alasan Foo Fighters jatuh ke pilihan kedua.

Dan Foo Fighters sepertinya masih digjaya. Track pertama album, Something from Nothing yang masih menunjukkan kegaharan Grohl dalam meneriakkan Rock, lengkap dengan growl khasnya. Secara notasi pun single ini masih menekankan kosa kata Rock tadi dengan kuat dan memberi impresi yang mengesankan. Lagu ini dikerjakan di kota Chicago dan mendapat bantuan dari gitaris Cheap Trick, Rick Nielsen.

Intensitas meningkat di track kedua yang menghadirkan The Feast and the Famine yang dikerjakan di kota Arlington, serta menampilkan Pete Stahl dan Skeeter Thompson dari band Scream, dimana Grohl pernah membantu sebagai drummer. Tidak heran jika semangat Post Punk menjadi warna dari lagu ini. Permainan gitar elektrik serta gebukan drum yang membahana, berderu dengan nyanyian Grohl yang tak kalah kencang.

Dilanjut dengan Congregation yang dikerjakan di kota Nashville dan dibantu oleh Zac Brown Band yang beraliran Country/Folk. Mengingat Nashville juga dikenal sebagai salah satu kota yang ramai dengan musisi Country, tidak heran jika Foo Fighters terdengar mengadopsi Country tadi di dalam lagu, meski secara umum jelas Rock masih mendominasi.

Jika kita mencermati tiga track pembuka ini, tiga track dengan gaya yang cukup berbeda, rasanya kita sudah bisa menggambarkan konsep album Sonic Highways ini secara keseluruhan. Yep, Foo Fighters tampaknya tidak hanya sekedar berkunjung, tapi juga merangkul nuansa musik yang terkenal dari masing-masing kota.

Oleh karenanya menarik saat Foo Fighters menyambangi kota Seattle, kota dimana dulunya dikenal sebagai sentra Grunge, genre yang membesarkan band Grohl sebelumnya, Nirvana. Tidak heran jika proyek “kolaborasi” Foo Fighters dengan kota ini adalah track Subterranean yang moody dan mengandalkan melodi yang lebih “manis”. Agar kesan Grunge lebih tebal terasa, Foo Fighters juga mengajak Ben Gibbbard dari band indie-rock Death Cab for Cutie untuk membantu. Track ini bolehlah sebagai pemuas rasa rindu akan Foo Fighters dalam mode yang lebih tenang menghanyutkan.

Pentolan Garbage dan produser handal, Butch Vig, bertugas sebagai produser album dan menjaga konsistensi tone yang ingin ditampilkan oleh Sonic Highways. Dan ia cukup berhasil untuk itu, mengingat album ini mengandalkan konsep sebagai sajian utama. Konsep “perjalanan”, kalau bisa kita sebutkan begitu. Dan sebagai perjalanan, ia cukup mampu bertugas sebagai pemandu memasuki setiap teritori berbeda yang dilewatinya. Sentuhan kota yang berbeda, juga musisi berbeda yang membantu, membuat album Sonic Highways terasa kaya akan materi.

Album juga bisa dilihat sebagai gambaran bagaimana sosok Foo Fighters sebagai musisi Rock ranah mainstream bisa tetap menjembatani diri dengan musisi-musisi yang bergerak di ranah independen. Sonic Highways seolah membuktikan jika Foo Fighters bisa memadukan dua idealisme ini tanpa kendala yang berarti.

Ini membuat album Sonic Highways tidak hanya menjadi album kesekian dari Foo Fighters. Ia juga menjadi semacam presentasi edukasional dari band senior ini akan kayanya corak bermusik dari kota-kota yang mereka kunjungi selama melakukan “perjalanan”. Aneka gaya yang sukses mereka adaptasi dalam setiap track yang menjadi serat albumnya. Sebuah upaya, yang tampaknya saat ini hanya Foo Fighters yang bisa melakukannya.

(3.5/5)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s