Lenny Kravitz – Strut

Lenny Kravitz - Strut

Meski sudah memiliki karir sepanjang lebih dari tiga dekade, tapi Lenny Kravitz baru merilis sepuluh album sepanjang karirnya, dengan Let Love Rule (1989) menjadi album debutnya dan Strut menjadi yang ke-10. Dengan jeda antar album yang dirilisnya memiliki jarak yang cukup jauh, tidak heran jika koleksi album Kravitz tidak banyak.

Album Strut sendiri menandakan debut dari label milik Kravitz, Roxie Records. Meski di album-album sebelumnya Kravitz juga sudah bertugas sebagai penulis, arranger, komposer dan juga produser, hanya saja dalam Strut, tampaknya ia memiliki kendali penuh akan produksi album ini. Ia dengan bebas mengekspresikan idealismenya dalam bermusik, meski setelah mendengar albumnya, tidak begitu banyak perubahan dari segi musikalitas dengan album-album sebelumnya, terutama album-album di awal karirnya.

Tentu saja album ini masih menawarkan rock. Namun ini Kravitz yang kita bicarakam, maka tidak sempurna jika ada fusi berbagai genre lain di dalamnya. Dan tentu saja Kravitz masih memadukan rock dengan soul, blues dan juga funk, yang mungkin The Chamber, single pertama yang dirilisnya untuk album ini, bisa menjadi contoh sempurna. Lagu ini terdengar sangat groovy. Klasik sekaligus kontemporer.

Kravitz tampaknya memang selalu senang memoles lagu-lagu yang bergaya retro dan memolesnya hingga terdengar kekinian. Album Strut penuh dengan hal itu, meski The Chamber mungkin satu-satunya yang terdengar lebih pop dari pada track-track yang lain. Well, mungkin dalam I’m A Believer juga. Tapi track ini jauh lebih vintage dari The Chamber, dengan mengusung retro-rock ala 60-an yang cukup kental.

Nomor-nomor rock seperti She’s a Beast, Dirty White Boots, atau track yang menjadi judul album, Strut, merupakan nomor-nomor rock yang lebih straight-forward atau menampilkan rock dengan komposisinya yang lebih murni, meski sebenarnya akan sangat mengingatkan lagu-lagu rock Kravitz di album-album yang dirilisnya di dekade 90-an.

Selebihnya Strut diisi oleh banyak nonor retro-vintage berbau soul seperti New York City, The Pleasure and The Pain, Frankenstein, atau Ooo Baby Baby yang jelas lebih mengedepankan soul-pop ketimbang rock itu sendiri. Di kesempatan lain Kravitz menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan blues dalam track I Never Let You Down.

Kravitz juga tak lupa bersenang-senang dengan menampilkan nomor disko yang fun dan catchy dalam track pembuka Sex, yang mengedepankan funk atau soul yang sangat light bahkan cenderung pop dengan Happy Birthday.

Dengan beragamnya jangkauan musik yang dikemas Kravitz dalam Strut, jelas menunjukkan jika ia masih digjaya sebagai seorang musisi. Meski rock dan soul masih menjadi kekuatannya, tapi Kravitz tidak menginginkan musiknya menjadi terlalu pretensius. Ia cenderung memilih pendekatan yang jauh lebih pop, bahkan dibandingkan dengan album-album sebelumnya.

Dan itu menjadikan Strut sebagai album yang sangat menyenangkan untuk disimak. It’s light, it’s fun, but it also embody rock and soul perfectly. Meski mungkin akan terdengar segmented, hanya akan memuaskan pendengar musik sejenis atau pun fans setianya, tapi Strut adalah pembuktian jika Lenny Kravitz adalah musisi senior yang tak lekang oleh zaman dan masih memiliki kemampuan musikalitas yang prima.

(3.5/5)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s