Various Artists – Annie (Original Motion Picture Soundtrack)

Annie

‘Annie’ merupakan salah satu film musikal yang mendapat tepat di hati banyak orang. Tayang pertama kali di tahun 1982, film tersebut masih menjadi salah satu film musikal yang terbaik. Kini, di tengah trend remake yang meraja di perfilman Amerika, tentu tidak mengherankan jika ‘Annie’ pun dibuat ulang. Dan sebagai film musikal, tentunya lagu-lagunya pun juga dinterprestasi atau diaransemen ulang. Maka, hadirlah album Annie, Original Motion Picture Soundtrack ini.

Sama halnya dengan film Annie rilisan tahun 1982, lagu-lagu dalam film versi masa kini ini juga berangkat dari drama musikal Broadway yang dipentaskan pertama kali di tahun 1977. Banyak lagu-lagu populer yang kini sudah dianggap klasik, hadir dari drama panggung ini, seperti “Tomorrow” dan “It’s the Hard Knock Life”. Lagu-lagu yang ditulis oleh Charles Strouse dan Martin Charnin hadir dengan kuat dan menyentuh hati para pendengarnya, serta pastinya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kisah Annie, baik versi drama panggung maupun film.

Tapi Greg Kurstin, sebagai sosok yang bertugas sebagai produser untuk versi terbaru ternyata ingin sedikit mengalterasi, baik dari segi lirik maupun juga aransemen, yang disesuaikan dengan masa kini, sesuai dengan seting filmnya. Tidak ada masalah. Yang menjadi pertanyaan, apakah lagu-lagu versi kini ini masih mampu menarik perhatian kita?

Sebagai film musikal, mau tidak mau jajaran pemain filmnya pun harus terlibat langsung untuk menyanyikan lagu-lagunya. Bukan sebuah masalah besar untuk Jamie Foxx yang berperan sebagai William “Will” Stacks, yang memang seorang penyanyi profesional. Lantas bagaimana dengan pemain lainnya, seperti Cameron Diaz, Rose Byrne, Bobby Cannavale dan Quvenzhané Wallis yang sekarang bertugas sebagai Annie.

Meski berusia belia, Wallis adalah seorang aktris berbakat. Yang dibuktikan dengan sebuah nominasi Oscar yang diperolehnya berkat film ‘Beasts of the Southern Wild’ (2012). Ini mencatatkan pretasi tersendiri sebagai aktris termuda yang menerima nominasi Oscar sepanjang sejarang (ia berusia 9 pada saat itu). Tapi sayangnya Walis bukan seorang penyanyi yang handal. Setidaknya untuk saat ini.

Ia memulai “Tomorrow” dengan kurang meyakinkan dan seolah-olah auto-tunes menjadi syarat agar vokalnya menjadi lebih stabil. Belum lagi aransemen yang mengandalkan snare drum dan piano elektrik yang atraktif kemudian mencuri perhatian ketimbang vokal Walis. Tapi ia bukannya tidak berusaha. Di tengah kekukarangannya sebagai penyanyi, Walis tetap berniat memberi emosi dalam setiap lagu-lagu yang dinyanyikannya. Contohlah dalam “Maybe” yang terdengar menyentuh, atau bergelora dan penuh semaangat dalam “It’s the Hard Knock Life”.

Jika Bobby Canavale terdengar sangat rileks dan matang bernyanyi dalam “Easy Street” yang kini digubah sebagaii lagu bergaya swing, maka Cameron Diaz jelas terlihat keteteran dalam mengimbangi Canavale. Bahkan saat tampil solo seperti dalam track “Little Girls”, Diaz harus banyak-banyak bertumpu pada gaya sing-talk ketimbang menyanyi secara utuh, karena pitch yang cenderung goyah dan fals, yang untungnya hadir perangkat teknologi untuk memolesnya.

Kasus yang sama berlaku untuk Byrne. Tapi untungnya ia tidak kebagian banyak lagu sebagaimana Diaz dan jikapun hadir dalam track-track seperti “I Think I’m Gonna Like It Here” atau “I Don’t Need Anything But You”, ia hadir tidak lebih sebagai penggembira.

Untuk Foxx sendiri tentu menjalankan tugasnya menyanyikan lagu-lagu dalam film dengan kredibilitas yang terjaga. Sayangnya ia tidak kebagian banyak lagu. Selain “The City’s Yours” yang bersemangat soul dan RnB, ia juga bernyanyi dalam “I Don’t Need Anything But You”, meski harus berbagi ruang bersama Wallis dan Byrne.

Di tengah “keringnya” vokal berkualitas, syukurnya album masih memiliki Sia. Ia membantu Kurstin dalam menggubah ulang lagu-lagu dalam ‘Annie’, sehingga tidak heran jika lagu “Opportunity” yang dinyanyikan Quvenzhané Wallis terdengar sangat Sia sekali. Sia juga meminjamkan vokalnya untuk menyanyikan You’re Never Fully Dressed Without a Smile yang kini terdengar lebih up-tempo dan kontemporer dan (sekali lagi) sangat Sia-esque. Ini memang contoh bagaimana musisi dengan karakter kuat bisa meleburkan dirinya dengan prima dalam setiap lagu, entah itu lagunya sendiri atau lagu orang lain.

Terselip juga nama Beck yang menjadi teman duet Sia dalam track “Moonquake Lake”, yang dalam film ‘Annie’ merupakan soundtrack film fiktif berjudul sama yang diperankan oleh Ashton Kutcher, Mila Kunis dan Rihanna. Meski terdengar konyol, tapi ternyata Sia dan Beck cukup serius mengerjakan album ini.

Dan ‘Annie’ pun sebuah album yang serius. Dikerjakan dengan konsep yang cukup baik. Kelemahan mungkin adalah ia tidak dibekali dengan kekuatan vokal yang memadai. Oleh karenanya, betapa memikatnya aransemen yang dikerjakan Greg Kurstin dan Sia, tetap ia tidak mampu memberikan sebuah album yang benar-benar berkesan. Atau setidaknya membuat orang melupakan pesona lagu-lagu versi lamanya yang jauh lebih sederhana, tapi sangat kuat dalam bentuk maupun konteks.

(2.5/5)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s