I Am Happiness On Earth

I Am Happiness On Earth

Please excuse the provocative pic. Hanya saja adegan threesome antara pasangan lesbian dengan seorang pria gay ini (yang diiringi dengan salah satu lagu terbagus yang pernah saya dengar) merupakan highlight utama di film “I Am Happiness on Earth” atau “Yo soy la felicidad de este mundo”, karya sutradara asal Meksiko, Julián Hernández.

Threesome, atau hubungan berpola segitiga, sepertinya memang menjadi tema utama film ini dan disampaikan dengan memakai atribut-atribut seperti lust, love, betrayal, longing, and heart break.

Dibagi dalam 3 babak, pada intinya “I Am Happiness on Earth” berkisah tentang hubungan seorang sutradara muda bernama Emiliano (Hugo Catalán) dengan orang-orang yang mengasihinya, yang sayangnya melewati kerikil karena sepertinya Emiliano lebih mencintai dirinya sendiri. Mungkin inilah yang menyebabkan “happiness” hanya berada di sekitarnya, bukan untuk dimilikinya.

Bagi yang terbiasa dengan film-film Hernández, seperti “Broken Sky” (2006) atau “Raging Sun, Raging Sky” (2009) misalnya, film juga familiar dengan sensualisme, seks eksplisit dan ketelanjangan. Terutama ekpose tubuh laki-laki dalam pergerakan kamera yang intim sekaligus mengintimidasi, meski tidak sevulgar dan tak bermakna layaknya film-film murahan David DeCoteau misalnya.

Namun ada yang berbeda kali ini. Hernández tampaknya ingin bermain dengan narasi yang straight-forward, yang berarti lebih linear dan kaya dialog dibanding kebiasaanya. Gaya bertuturnya juga lebih sederhana dan gampang diikuti. Buat yang masih ingin melihat “gaya lamanya”, jangan kuatir, karena bagian kedua film menyediakan ruang untuk itu.

Mungkin ada baiknya Hernández terus membuat film dengan gaya konvensional seperti ini, tanpa menafikan estetika seni ala art-housenya, karena di banding film-film sebelumnya, “I Am Happiness on Earth” memiliki resonansi pesan yang lebih kuat dan tegas. Dramatisasi juga terasa lebih natural alih-alih artifisial, sehingga penonton bisa melekatkan diri secara emosi dengan karakter dan ceritanya.

Satu lagi yang menjadi catatan, secara sinematografis film ini jauh lebih baik dibandingkan film Hernández sebelumnya, Especially those gorgeous camera work. Dan syukurlah, meski pada beberapa bagian tetap terasa mengulur-ulur, tapi durasi “I Am Happiness on Earth” tidak sepanjang film dia biasanya. Phew!

And have I told you this film has killer soundtracks?

(4/5)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s