Major Lazer – Peace Is The Mission

Saat Major Lazer mengajak Lorde, serta Ariana Grande sebagai pengisi vokal, untuk track ‘All My Love’, sebagai kontribusi grup dancehall yang digawangi oleh Diplo ini untuk soundtrack film “The Hunger Games: Mockingjay, Part 1″, mereka sudah menimbulkan rasa heran karena memberikan karya yang jauh lebih nge-pop ketimbang yang mereka biasakan.

Anggapan jika mereka hanya ingin jeda sejenak pun muncul. Namun, setelah mendengarkan “Peace Is the Mission” yang merupakan album ketiga Major Lazer, jelaslah sudah jika konsep yang ingin diusung oleh Diplo dan teman-teman memang pop untuk melandasi dancehall yang mereka bawakan.

Ini semakin dipertegas saat single pertama untuk album ini dirilis, yaitu ‘Lean On’ yang menampilkan DJ Snake sebagai rekan kolaborasi serta penyanyi asal Denmark yang tengah naik daun, MØ. Tapi menarik bagaimana Diplo mengubah perspektif dengan memberikan sebuah electro-ballad yang memberi impresi dengan kuat. Disusul pula dengan menggandengan Ellie Goulding dengan vokalnya yang melantun lembut dalam track ‘Powerful’. Meski mendapat bantuan musisi reggae Tarrus Riley, namun secara utuh lagu ini juga sebuah balada yang mengandalkan subtilitas. Yang pasti, kedua lagu ini dapat masuk dengan mudah ke pendengar yang lebih awam karena kandungan pop yang jauh lebih tebal.

Major Lazer juga cukup berani menjadikan track balada lirih yang menghanyutkan  seperti ‘Be Together’ menjadi pembuka album. Rasa pesimis pupus karena lagunya menampilkan vokal Wild Belle yang menghipnotis dengan lirik dengan kadar kegalauan yang masif.

Meski begitu tentunya Major Lazer tidak melupakan nomor-nomor pesta yang meriah dan “Peace Is the Mission” punya banyak itu. Mulai dari ‘Too Original’ yang menderu dan berdegup dengan seru dan meriah, dan memasukkan unsur electro-house yang bersanding dengan dancehall, hasil kerjasama mereka dengan Elliphant dan Jovi Rockwell. Electro house juga menjadi bagian untuk track ‘Roll the Bass’ yag juga dimeriahkan dengan dubstep. Track-track yang pastinya akan menjadi penghangat gig EDM saat menjadi bagian set list DJ yang tengah tampil.

Agar lebih kekinian, Major Lazer juga menyediakan track ‘Night Riders’ dan menyertakan Travi$ Scott, 2 Chainz, Pusha T serta Mad Cobra sebagai mitra. Di saat trap tengah mewabah, mungkin inilah jawaban Major Lazer akan trend tersebut.

Menarik memang bagaimana Major Lazer merangkum EDM yang lebih awam, namun tak terlupa memberi batasan-batasan yang jelas akan kekuatan mereka sebagai pengusung dancehall, dengan reggea atau moombahton sebagai esensi utama. Patut dipuji tentunya kinerja Diplo dalam mengerjakan setiap lagu yang menjadi materi album.

Akhir-akhir ini ia memang kerap mendapat ajakan untuk membantu banyak popstar seperti Beyoncé, Madonna, hingga Justin Bieber, yang mungkin saja mempengaruhi konsep bermusiknya untuk menjadi lebih popular. Tapi proyeknya dengan Skirllex dalam Jack Ü, juga membuktikan jika ia merangkul skena EDM tapi dengan pendekatan yang berbeda, meski hasilnya tak kalah eksplosif.

Setelah trap berpadu dubstep dan electro house dalam album “Skrillex and Diplo Present Jack Ü” dan kini “Peace if the Mission” yang menyandingkan dancehall dengan EDM kekinian, jelas kalau Diplo ingin memperluas pasar pendengarnya. Menariknya dua album ini bisa menjadi mitra yang bisa didengar secara back-to-back, karena memiliki tone yang bisa dikatakan mirip.

Namun, terlepas dari niat untuk tampil dengan lebih mainstream tersebut, Diplo patut mendapat pujian karena materi-materi yang dikerjakannya, tidak melulu berada di ranah aman alias radio friendly,catchy dan easy listening belaka. Ia tetap menginfusi karya-karyanya inovasi dan melanggar batas nyaman dengan menghadirkan sound yang kompleks, sesuatu yang mungkin dihindari oleh pelaku EDM bernama besar masa kini.

Dan meski “Peace Is the Mission” adalah pergerakan yang jauh lebih “light” dibandingkan dua album Major Lazer sebelumnya, namun ini adalah album dansa yang mencolok. Mungkin tidak akan memuaskan penikmat dancehall sejati atau penggemar Major Lazer yang mencintai album terdahulu mereka, tapi “Peace Is the Mission” jelas sebuah album EDM kekinian yang standout dengan materi yang memukau dan memorable. Setiap track dapat berdiri utuh sendiri, namun mereka juga sebuah satu kesatuan yang utuh sebagai pengisi “Peace Is the Mission”.

(4/5)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s