Years & Years – Communion

Years & Years - Communion

Di bulan Januari 2015, Years & Years yang terdiri atas Olly Alexander (vokal, kibor), Mikey Goldsworthy (bass), dan Emre Türkmen (synth), terpilih sebagai pemenang BBC Sound of 2015. Bukan tidak ada alasan mengapa mereka bisa terpilih. Jauh sebelum album debut mereka, “Communion” dirilis, mereka sudah mengumpulkan perhatian yang cukup masif berkat single dan EP yang mereka rilis semenjak Years & Years mulai aktif di tahun 2010, terutama saat bergabung bersama Kitsuné Records. Geliat Years & Years melirik label besar seperti Polydor untuk mengajak bergabung di tahun 2014 dan memutuskan untuk memperkenalkan trio ini ke pangsa pasar yang lebih besar.

Insting Polydor terbukti benar. Years & Years pun langsung mencuri perhatian dan menjadi salah satu nama yang diperhitungkan di tahun ini. Hadirnya “Communion” menegaskan hal tersebut.

“Communion” memadukan track-track yang memang sengaja dikerjakan untuk albumnya dan beberapa track yang berasal dari awal karir mereka. Kadang pertemuan ini terasa bertabrakan, karena dibandingkan dulu, Years & Years masa kini terdengar lebih nge-pop, atau bisalah kita sebut mainstream.

Years & Years menyebutkan Flying Lotus, Diplo, Radiohead dan Jai Paul beserta electropop, RnB dan house 90-an sebagai yang mempengaruhi musik mereka. Pada beberapa titik memang terasa pengaruhnya, namun secara umum “Communion” menawarkan pop yang lebih awam.

Hits terbesar mereka sejauh ini, ‘King’, bisa menjadi pembuktian. Pop berbalut electronica berbumbu dance, ‘King’ adalah nomor power-balad yang mungkin kita dapatkan dari Years & Years. Lagu pop eklektik, tanpa harus terdengar terlalu kompleks, catchy, kuat dengan hook, namun dengan unsur estetika yang cukup kuat. Sebuah formula yang cukup kuat agar nama Years & Years mendapat perhatian lebih.

Disusul dengan ‘Shine’ yang tak kalah sukses, dimana lagunya seolah menegaskan genre musik yang diusung oleh band asal Inggris ini, synthpop dan electronica dengan bumbu dance. Tapi, ‘Shine’ jelas sangat bersandar pada kosa kata pop, meski tentunya meminggirkan kata jenerik, dan tetap catchy di dengar.

Bersandar dua lagu ini, memang akan sulit menemukan nama-nama dan genre yang disebutkan Years & Years tadi sebagai yang mempengaruhi mereka. Sebagian besar lagu dalam “Communion” pun bertutur dalam notasi dan alur melodi yang sejenis. Lagu semacam ‘Worship’ dan ‘Border’ tegas dalam mengikuti gaya yang disampaikan ‘King’ dan ‘Shine’, yaitu lagu yang efektif dalam menggali cita rasa pop dalam tempo yang cukup cepat dan ketukan beat yang mengajak berdansa.

Tak lengkap pula album tanpa kehadiran nomor-nomor balada masa kini yang menghembuskan nafas emosional yang kuat (baca: galau). Maka Years & Years menawarkan ‘Eyes Shut’ yang dinyanyikan Alexander dengan lirih dan lembut, meski musik latar tidak menghilangkan beat berderap, agar lagunya tidak terdengar terlalu sentimentil.

Namun, album juga memberi ruang untuk track yang sentimentil secara full-time. Berjudul ‘Without’, Years & Years akan mengajak pendengarnya memasuki ranah kesedihan yang akut, terutama di chorus dimana Alexander bernyanyi dengan penuh perasaan, “You’re enough, in love without me / So close your heart, you’ll never find me / Oh, you can hate me now / Cause I’ll be gone.” Track penutup, ‘Memo’, juga balada, mengedepankan atmosfir ketimbang emosi saja, adalah yang paling menarik perhatian dari track sejenis. Yang pasti nuansa trippy mungkin yang membedakan antara lagu-lagu ini dengan lagu balada sejenis yang populer saat kini oleh Adele atau Sam Smith.

Indikasi jika Years & Years cenderung akan mengtransformasikan corak lagu mereka seperti sekarang mungkin sudah bisa diindikasikan saat mereka merilis ‘Take Shelter’ dan ‘Desire’ sebagai single-single yang mereka lepas semenjak bergabung bersama Polydor. Hanya saja, dalam dua track ini kita masih bisa merasakan nuansa indie Years & Years, dengan menguarkan nuansa house edgy yang lebih pekat ketimbang pop yang justru menjadi alas lagu, bukan sebaliknya. Mengingatkan akan ‘Real’ yang dirilis pada masa Kitsuné mereka dan senangnya turut disertakan dalam “Communion”.

Years & Years bersama dengan “Communion” mengingatkan akan salah satu band yang bersinar tahun lalu, Clean Bandit. Mereka dengan sadar memanfaatkan trend EDM, terutama house, yang tengah menjadi trend kekinian dan memelintirnya menjadi materi pop yang gampang dicerna, radio friendly dan Top 40, meski terkadang lagunya mirip antara satu dengan yang lain.

Padahal mereka bisa lebih dari pada sekedar “hanya itu”. Years & Years punya potensi untuk menjadi band dengan musikalitas kaya ambient dan subtil dari segi tematis lagu. Namun, terlepas dari pilihan yang sudah dipilih, Years & Years tetap mampu menghadirkan sebuah album yang enjoyable dan tidak membosankan. Sebagai debut, “Communion” cukup menjanjikan serta menunjukkan progresi yang menarik ke depannya.

(3.5/5)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s