The Mermaid

The-Mermaid-poster

Tiga tahun setelah ‘Journey to the West: Conquering the Demons’ (2013), aktor/komedian/sutradara kenamaan, Stephen Chow, datang kembali dengan karya terbarunya, ‘The Mermaid’ (Mei Ren Yu –  美人鱼). Dan lagi-lagi Chow memecahkan rekor berkat film ini, terutamanya adalah menjadi film terlaris sepanjang masa di daratan Tiongkok.

Sesuai judulnya, ‘The Mermaid’ tentunya berkisah tentang putri duyung. Chow pun menyebutkan jika salah satu inspirasi film adalah dongeng klasik karya H.C. Andersen, ‘The Little Mermaid’. Hanya saja dengan seting di masa moderen, Chow memanfaatkan film sebagai sebuah kritik sosial tentang kelangsungan ekologi yang semakin terancam oleh industrialisme.

Ceritanya sederhana saja (biarpun naskah dikerjakan oleh Chow dan 7 orang lain), Shan (Lin Yun) adalah seorang duyung cantik yang ditugaskan Octopus (Show Luo, ‘Journey to the West: Conquering the Demons’), pimpinan komunitas duyung, untuk membunuh seorang pengusaha bernama Liu Xuan (Deng Chao, ‘Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame’, ‘The Four’), yang mereka anggap telah merusak lautan di mana mereka tinggal.

Seperti sudah diduga, Shan jatuh cinta kepada Liu Xuan. Begitu juga sebaliknya, Liu Xuan pun terpesona oleh kebaikan hati Shan, dan mulai mempertimbangkan sikap arogan, egois dan materialistiknya selama ini. Namun, Ruolan (Kitty Zhang, ‘CJ7’), mitra bisnis Liu Xuan, punya rencana lain untuk para duyung ini.

Sebagaimana umumnya film-film Stephen Chow. ‘The Mermaid’ juga akumulasi dari berbagai genre sekaligus. Komedi, tentu saja, dibalur dengan fiksi ilmiah, fantasi, aksi dan roman. Tentunya kita bisa harapkan porsi Mo Lei Tau atau komedi slapstick berlebihan sebagaimana umumnya ciri khas film-film Chow. Meski absen membintangi film, bukan berarti kita tidak bisa menemukan pencirian seorang Chow dalam hampir sebagian besar karakternya, seperti Liu Xuan, Octopus, dan bahkan Shan.

Sebagai Shan, pendatang baru Lin Yun harus mendapat pujian berlebih karena usahanya untuk tampil komikal, sesuai dengan tone Chow, berlangsung dengan cukup mulus. Meski sebagian besar penonton menertawakan tingkah polahnya, alih-alih tertawa bersama dirinya, tapi keberanian Lin untuk tampil total justru membuat sosoknya begitu menonjol dalam ‘The Mermaid’, selain kecantikan alaminya tentu saja.

Meski berstatus pendatang baru, Lin bisa mengimbangi Deng Chao dengan cukup baik. Deng Chao sendiri ternyata juga terampil mengeksplorasi jiwa komiknya dan menyalurkan “nyawa” Stephen Chow dalam karakternya.

Dalam durasi sekitar 90 menitan, ‘The Mermaid’ memang ingin bercerita banyak. Mungkin inilah penyebab film memangkas kedalaman karakter atau plot. Terasa dangkal. Efek khusus yang kurang alami juga terasa mengganggu.

Meski begitu, kinerja Chow yang cekatan dalam memadu-padan berbagai genre bisa menutupi kelemahan tersebut. Hadir sebagai komedi romantis di paruh pertama dan aksi-fantasi di paruh akhir, ‘The Mermaid’ juga cukup membuka mata tentang isu lingkungan hidup yang diusungnya. Yang paling penting, dari segi drama, Chow lagi-lagi menunjukkan kepiawaiannya dalam membungkusnya dengan kehangatan dan emosi menggugah.

Jadi, siapkan perut untuk dikocok oleh aksi kocak, sekaligus merasakan hangatnya cinta tulus, serta disentil secara sosial yang dipersembahkan Stephen Chow dalam ‘The Mermaid’.

★★★½☆☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s