Monk Comes Down The Mountain

Monk Comes Down

Menilik poster atau trailernya, ‘Monk Comes Down The Mountain’ (Dao Shi Xia Shan – 道士下山) sepertinya sebuah film komedi laga-fantasi yang seru. Setelah menyaksikan film arahan Chen Kaige (‘Farewell My Concubine’, ‘The Promise’) ini, agak susah menemukan sisi komedi di dalamnya, meski di beberapa bagian kita masih bisa menemukan adegan laga-fantasi.

Diangkat dari novel karya Xu Haofeng (yang juga seorang sutradara) berjudul ‘A Monk Comes Down The Mountain’, film sebenarnya kumpulan fragmen dengan karakter seorang tosu bernama He Anxia (Wang Baoqiang, ‘A Touch of Sin’, ‘Kung Fu Jungle’) yang terpaksa turun gunung dari padepokannya.

Di masa turun gunungnya ini ia bertemu dengan beberapa sosok, seperti tabib Cui Daoning (Fan Wei) yang memiliki istri cantik Yuzhen (Lin Chiling, ‘Red Cliff’), yang sayangnya selingkuh dengan adik sang tabib, Daorong (Vanness Wu, ‘Meteor Garden’).

Anxia kemudian bertemu dengan seorang pendekar muda, Zhao Xinchuan (Danny Chan, ‘Kung Fu Hustle’, ‘Ip Man 3’) yang bertarung dengan gurunya sendiri, Peng Qianwu (Yuen Wah, ‘Kung Fu Hustle’). Dari duel maut tersebut, Anxia kemudian berkenalan dengan pendeta To lain yang tengah menyepi, Zhou Xiyu (Aaron Kwok, ‘The Storm Riders’, ‘The Monkey King 2’) yang tidak lain adalah adik seperguruan Qianwu. Karakter terakhir yang ditemui Anxia adalah seorang artis panggung bernama Zha (Chang Chen, ‘Crouching Tiger Hidden Dragon’, ‘Happy Together’), yang memiliki masa lalu bersama Zhou Xiyu.

Jadi, ‘Monk Comes Down The Mountain’ pada dasarnya sebuah drama tentang yin dan yang, di mana sisi baik dan sisi buruk selalu berdampingan. Hal yang harus dipelajari Anxia selama perjalanan turun gunungnya.

Hanya saja, setelah film berakhir, kita menjadi bertanya-tanya, apakah benar Anxia adalah tokoh utama dari film? Jangan-jangan dia hanya pengantar cerita, dengan barisan karakter penuh warna di atas menjadi sentra yang mewakili berbagai drama kehidupan? Meski nyaris hadir di sepajang durasi, Anxia cenderung berperan sebagai latar atau sosok kedua. Ia terkadang terlihat hanya sebagai penonton yang turut serta merasakan emosi para karakter-karakter utamanya.

Terlepas dari ketidakjelasan fokus sudut pandang, setiap fragmen hadir dengan porsinya tersendiri. Masing-masing memiliki kekuatan tersendiri, meski rasanya akan lebih baik jika masa lalu antara karakter Zhou Xiyu dan Zha lebih dielaborasi, agar momentum subtilitas hubungan keduanya bisa lebih tergali lagi. Tidak ambigu dan kurang memiliki imbas emosional yang kuat, seperti hasil akhir dalam film, meskipun Aaron Kwok dan Chang Chen sudah bermain dengan seapik mungkin.

Sebagai film kung fu fantasi, ‘Monk Comes Down To Mountain’ tidak mengecewakan. Apalagi mengingat banyak film fantasi Tiongkok akhir-akhir ini hanya mengejar efek CGI berlebih dan meminggirkan seni kelahi yang lebih membumi. Porsinya cukup banyak dan memuaskan bagi penggemar adegan sejenis.

Meski begitu, ‘Monk Comes Down To Mountain’ tetap film seorang Chen Kaige. Sebagai sutradara yang dulunya dikenal sebagai pengusung film-film “seni”, tetap ada sentuhan estetika bercerita tertentu di dalamnya. Namun, dengan bungkus yang terasa sangat komersial, sepertinya “pesan moral” yang ingin disampaikan Kaige melalui filmnya rasa-rasanya agak sulit untuk bisa diterjemahkan oleh kalangan penonton awam.

★★★½☆☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s