Film Review: The Shallows (2016)

The Shallows Jerman

Rasanya tidak terlalu berlebihan jika disebutkan The Shallows merupakan shark thriller terbaik semenjak Deep Blue Sea (1999). Dan film arahan Renny Harlin tersebut pun belum bisa melampaui kualitas Jaws (1975) sebagai pionir film-film sejenis. Begitu semenjana memang film-film sejenis ini, sehingga The Shallows, yang merupakan arahan Jaume Collet-Serra (Orphan, Unknown, Non-Stop) bisa disebutkan sebagai pemuas dahaga.

Sebenarnya, dengan durasi 86 menit, The Shallows masih terasa terlalu panjang. Pada beberapa bagian plot terasa seperti filler. Film akan lebih efektif jika berjalan dalam narasi yang lebih ringkas dan padat. Naskah yang dikerjakan Anthony Jaswinski terasa mengulur-ulur sampai sebelum akhirnya menghadirkan klimaks menegangkan.

Tidak heran karena plot The Shallows sebenarnya sederhana saja. Seorang perempuan asal Amerika bernama Nancy Adams (Blake Lively) memutuskan untuk melakukan selancar di sebuah pantai indah namun terpencil di sudut Meksiko. Pantai yang sama dikunjungi oleh ibunya saat dulu mengandung Nancy.

Selain dua peselancar lain, pantai nyaris hanya dimiliki oleh Nancy, sampai seekor hiu memaksanya untuk bertahan hidup. Beputar otak mengalahkan sang penguasa lautan, saat terdampar di sebuah karang dan perlahan tapi pasti pasang mengancam datang, yang akan menyebabkan Nancy harus berhadapan langsung dengan sang hiu.

Memadukan antara tema survival dan teror hiu ganas merupakan kombinasi yang cukup maut. Terbukti dalam film ini. Terlepas dari kesan berpanjang-panjangan, atau klise, atau hal-hal tak masuk akal lainnya yang terkandung dalam naskah, Collet-Serra harus diakui cukup mampu membangun atmosfir dan intensitas yang diperlukan oleh filmnya.

Ada momen dramatik subtil, meski kontemplasinya jenerik. Ada pula momen penuh aksi menegangkan. Porsinya pas.

Meski begitu komando utama tentulah di tangan Lively. Mantan Gossip Girl ini membuktikan jika ia sendiri bisa menjadi penggerak utama sebuah film. Well, tentu selain Sang Hiu dan seekor burung camar yang diberi nama Steven Seagull! Gimmick teman non-manusia sebagai mitra reflektif seseorang yang terdampar dalam kesendirian tentunya bukan hal baru. Setidaknya Cast Away sudah melakukannya dengan Wilson Sang Bola Voli. Cukup menyegarkan karena Steven Seagull memberi tandem yang diperlukan oleh Nancy agar bisa tetap waras dan senantiasa siaga.

Lively memadukan antara feminitas dan ketangguhan dengan sempurna. Adegan yang menjelajah kemolekan tubuh berbalut bikini minimnya mungkin terlihat dangkal, namun karakternya tidak demikian. Setidaknya tidak di tangan Lively. Proses bertahan hidup dan kemudian tindakan reaktif Nancy dipaparkan Lively dengan meyakinkan tanpa terasa terlalu superfisial.

“Duel” Blake Lively dan Sang Hiu adalah alasan lebih dari cukup untuk menyaksikan The Shallows. Dan jika ternyata dia juga cukup seru untuk ditonton merupakan sebuah bonus tambahan.

★★★½☆☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s