Legion: S01E02 – Chapter 2

Selepas mengenal siapa itu David Haller (Dan Stevens) di Chapter 1, maka Chapter 2 mengajak kita untuk memasuki alam pikiran dan menerobos kenangan serta masa lalunya guna mengungkap potensi kekuatan supernya. Mengingat Legion bukan kisah pahlawan super biasa, plot yang menggali asal muasalnya kesuperannya adalah sebuah perjalanan yang dihadirkan secara acak, namun tak kehilangan pegangan.

Jika Chapter 1 yang cenderung bermain-main dengan logika dan koherensi, maka  kerandoman Chapter 2 lebih terstruktur dan bisa dikatakan lebih linear mengingat kita sudah mendapatkan informasi mendasar tentang David dan kekuatannya.

Sebagaimana umumnya kisah muasal pahlawan super, Legion juga tidak semerta-merta menjadikan David menguasai kemampuannya dengan prima. Ia perlu belajar mengenali dan tentunya mengendalikan kekuatannya. Karena ia bukanlah seorang paranoid penderita schizophernia yang selama ini diyakininya.

Proses penemuan jati diri ini dipandu oleh Melanie Bird (Jean Smart), yang memimpin Summerland yang telah menyelamatkan David di akhir Chapter 1. Dengan bantuan seorang mutant yang mampu memanipulasi memori, Ptonomy (Jeremie Harris). David pun mencoba untuk mengenali dirinya sendiri. Seperti kata Bird, “inilah saatnya untuk menulis ulang kisah hidupmu.”

Here comes the Boogeyman.

Here comes the Boogeyman.

Tidak mudah memang, karena misteri yang tersimpan di otak David begitu besar, hingga ilmuan eksentrik Summerland, Cary Loudermilk (Bill Irwin) kesulitan untuk memetakannya. Otak David sendiri sepertinya memiliki keingannya tersendiri, termasuk dengan masih menghadirkan sosok mengerikan yang menghantui David.

Terlepas dari itu, David mulai bisa mengendalikan kekuatannya sedikit demi sedikit hingga bisa merasajakan jika kakaknya, Amy (Katie Aselton) telah ditahan oleh pihak pemburunya, Division 3. Saat David mencoba keluar dari Summerland guna menyelamatkan sang kakak, Syd (Rachel Keller) menahan dirinya dengan alasan ia perlu untuk memperkuatkan kekuatannya. Dan David pun setuju.

Chapter 2 menandakan pergerakan plot Legion yang melaju ke depan, meski masa lalu juga masih mengekor dengan rapat. Jusktaposisi visual yang berkelindaan antara realita dan memori diedit dengan rapi, sehingga tidak terasa membingungkan atau terlalu psychedelic.

Misteri yang menyelubungi Legion memang lebih condong pada konteks psikologis ketimbang thriller, meski serial tetap menyediakan ruang untuk suspensi dan ketegangan, bahkan horor! Oleh karenanya pelompatan antara realita, memori, kembali ke realita, dan seterusnya memberi penekanan pada pentingnya mentalitas David, sehingga kita sebagai penonton bisa menerima eksposisi tidak secara verbal, melainkan dengan turut mengalaminya.

Keberhasilan Legion lain adalah dengan meniupkan ambiguitas, tidak hanya pada plot tapi juga karakterisasinya. Pertanyaan penting lain yang dihadirkan Legion dengan cermat adalah, apakah sebenarnya motif Bird dan bahkan Syd. Serial pun melingkupi mereka dengan misteri dan rahasia, yang bisa saja tidak kalah gelap dibandingkan David. Jawaban untuk jejak-jejak pertanyaan yang diberikan Legion tadi tentu saja akan disajikan di episode-episode mendatang. Untuk sementara, yang hanya bisa kita lakukan adalah menunggu dan berspekulasi.

Chapter 1 : ★★★★☆

Chapter 2 : ★★★★☆

Advertisements