Film Review: 47 Meters Down (2017)

Musim panas tahun lalu The Shallows, sebuah film thriller karya Jaume-Collet Serra dan dibintangi Blake Lively sukses mencuri perhatian. Kini, tepat setahun kemudian, 47 Meters Down kembali menampilkan aksi karakter perempuan yang terjebak di lautan dan harus melawan ganasnya hiu. Dengan demikian mudah saja menyebutkan jika 47 Meters Down sebagai pengekor The Shallows. Hanya saja, selain ada beberapa perbedaan detil, sebenarnya anggapan tersebut tidak tepat juga.

Jika The Shallows menampilkan satu karakter saja yang terjebak di sebuah karang sementara seekor hiu mengincar dirinya, maka dalam 47 Meters Down ada dua karakter sekaligus dan alih-alih karang di permukaan laut, ketegangan malah terjadi di kedalaman samudera lepas. Atau 47 meter di bawah permukaan laut lebih tepatnya.

Sebenarnya 47 Meters Down sedianya juga dirilis tahun lalu dengan judul In The Deep dan akan langsung dirilis dalam bentuk DVD/Blu-Ray (dan mungkin juga VOD). Namun karena sesuatu dan lain hal, film kembali menggunakan judul awalnya, 47 Meters Down, dan mendapat kesempatan untuk ditayangkan di layar bioskop. Oleh karenanya, agak naif jika menyebut 47 Meters Down sebagai imitator dari The Shallows karena pada dasarnya mereka adalah dua film yang berbeda.

Hanya saja, sulit memang untuk tidak membanding-bandingkan dua film ini, mengingat beberapa persamaan mereka. Dalam 47 Meters Down kita akan mengikuti “petualangan” kakak beradik Lisa (Mandy Moore) dan Kate (Claire Holt) yang tengah berlibur di sebuah kawasan pantai di Meksiko.

Perkenalan dengan dua pemuda setempat membuat mereka mengikuti sebuah trip penyelaman di dalam sebuah kerangkeng untuk bisa melihat hiu secara langsung. Sebagaimana bisa diduga, terjadi insiden, dan kerangkeng yang diisi oleh Claire dan Kate ternggelam hingga ke dasar laut. Tentu saja mereka harus bertahan hidup di tengah persediaan oksigen yang semakin menipis dan juga ancaman hiu-hiu buas.

Dibandingkan The Shallows yang cenderung lebih mengedepankan aksi, maka dalam 47 Meters Down porsinya relatif lebih minim. Film arahan Johannes Roberts (Storage 24, The Other Side of the Door, The Strangers Part II) ini lebih mengedepankan atmosfir dan juga sisi psikologis dalam menawarkan ketegangannya. Oleh karenanya, 47 Meters Down memilih untuk mengesampingkan adegan-adegan pengejar adrenalin, karena ia bangunan suasana senyap yang mencekam lebih diutamakan.

Dengan latarnya yang banyak menggarap film-film horor, harus diakui Roberts cukup mumpuni dalam menghadirkan suasana kengerian yang mencekam. Aksi dan reaksi Claire dan Kate pun cukup realistis dan membumi. Film sukses membuat kita tidak ingin memasukkan menyelam bersama hiu dalam bucket list, sebagaimana dulu Jaws membuat orang trauma untuk bersantai ke pantai.

Hanya saja, menjelang pertengahan pendekatan Roberts menjadi repetitif sehingga atmosfir mencekam menghilang dan diganti rasa lelah saat menyimaknya. Bagi yang mengharapkan teror hiu yang mendebarkan jantung, boleh siap-siap kecewa karena sangat rendah dalam kuantitas.

Seolah-olah naskah yang ditulis oleh Roberts dan Ernest Riera tidak tahu lagi mau dibawa kemana filmnya. Dialog-dialog banal dan dangkal pun tidak mendukung dan membuat karakter Claire dan Kate terasa menyebalkan dan mengganggu, terlepas baik Moore dan Holt sudah bermain dengan cukup baik. Pada akhirnya film terasa sangat panjang, padahal durasi hanya 85 menit saja.

Memasuki babak ketiga, mendadak film mengubah tone dan temponya. Sisi drama survival yang sudah digeber habis-habisan di dua babak sebelumnya ditanggalkan dan film berpindah gigi dengan menyajikan aksi secara lebih dominan. Beberapa klise dalam film-film bertema hiu, yang tadinya dihindari, kini mengambil tempat dengan solid. Tidak begitu menjadi masalah, karena film justru menjadi menarik kembali. Sampai kemudian datang twist yang membuat mata berputar dan film pun kembali menjadi terasa menjemukan.

Jadi, 47 Meters Down sebenarnya memiliki potensi untuk bisa menjadi tandingan The Shallows sebagai film hiu terbaik dan berkesan masa kini. Sayangnya naskah yang buruk gagal menghantarkan filmnya untuk mencapai status tersebut. Dan itu  amat-sangat disayangkan, sebagaimana film menyia-nyiakan keberadaan aktor senior Matthew Modine di dalamnya.

47 Meters Down

★★½☆☆☆

Advertisements