Film Review: Spirited Away (2001)

Bagi penggemar animasi, atau mungkin penggemar film secara umum, pasti mengenal maestro animasi Jepang, Hayao Miyazaki, dan rumah produksi miliknya yang legendaris, Studio Ghibli. Kini, untuk pertama kalinya beberapa film animasi karya Miyazaki – 5 film tepattnya – bisa disaksikan secara umum karena tayang di berbagai bioskop Indonesia dalam agenda World of Ghibli Jakarta. Untuk sajian bulan pertama adalah salah satu masterpiece Miyazaki dan Studio Ghibli, Spirited Away (千と千尋の神隠し – Sen to Chihiro no Kamikakushi).

Continue reading

Vampyr (1932): A Classic Tale of Horror

Halloween! Ah, rasanya memang paling cocok menonton film-film horor di perayaan yang juga dikenal sebagai All-Hallows-Eve ini. Tapi alih-alih menonton film-film kontemporer, mengapa tidak sesekali kita menilik ke belakang. Film-film lawas yang kini dianggap klasik pun rasanya masih layak untuk disimak. Salah satunya adalah Vampyr (1932), sebuah film Jerman yang disutradari oleh seorang Denmark yang bernama Carl Theodor Dreyer. Dan jangan pusing jika hendak menonton film ini  akan tetapi bingung hendak mencari DVDnya, karena kebetulan situs video terbesar, YouTube memiliki film ini dan dapat ditonton untuk umum.

Continue reading

Film Review: Return Of The Sentimental Swordsman (1981)

Return of the Sentimental SwordsmanKu Lung adalah salah seorang pengarang cerita silat (cersil) kenamaan yang karya-karyanya kini dapat disandingkan dengan penulis cersil kenamaan lainnya seperi Chin Yung atau Liang Yu-shen. Berbeda dengan dua seniornya tersebut, karya-karya Ku Lung relatif lebih banyak dari segi kuantitas, meski secara kualitas masih dapat diperdebatkan. Selain itu ia cukup rajin menciptakan karakter-karakter yang fenomenal dan legendaris, seperti Pendekar Harum Chu Liu-xiang, Pendekar Empat Alis Luk Xiao-feng dan juga si Pisau Terbang, Li Xin-hoan.

Continue reading

Film Review: The Craft (1996)

The Craft menginformasikan kepada kita bahwa tidak ada ilmu hitam atau putih. Yang membedakan adalah bagaimana kita memanfaatkan dengan baik kekuatan gaib yang telah dianugerahi oleh Manon. Siapa Manon? Jika mengutip perkataan Nancy (Fairuza Balk), “If God and the Devil were playing football, Manon would be the stadium that they played on.” Wow, konsep yang terkesan sureal bagi saya meski jika dibandingan dengan dunia sihir Harry Potter, jelas The Craft adalah sebuah kisah yang lebih realistis dan membumi.

Continue reading

Classic Review: Clint Eastwood’s Play Misty For Me (1971)

Siapa coba yang tidak mengenal Clint Eastwood, aktor kawakan yang juga merangkap seorang sutradara handal. Pria yang pada tanggal 31 Mei nanti akan merayakan ulang tahunnya yang ke 70 ini telah memenangkan Oscar sebagai sutradara terbaik untuk ‘Unforgiven’ (2003) dan ‘Million Dollar Baby’ (2005). Tapi, jauh sebelum itu, bahkan sebelum membintangi serial Dirty Harry yang kemudian lekat pada dirinya, Eastwood telah memulai debut penyutradaraanya melalui ‘Play Misty For Me’ (1971).

Continue reading